Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 138: SAHABAT RASA KELUARGA - BUNGA


__ADS_3

"Bry, fokuslah menyetir! Apa kamu ingin membuat kesalahan lagi? Come on, semua sudah berakhir."


Benar semua sudah berakhir bagi Bryant, tapi tidak untuk Hazel. Ntah siapa yang tengah wanita itu hubungi dengan begitu serius. Setelah melakukan perbincangan selama beberapa menit. Nampak senyuman jahat dan sinis tersungging di bibir sang model. Sudah pasti, otak wanita itu memiliki rencana baru.


Selain rumah, mobil, Bryant juga memberikan sejumlah uang dalam bentuk buku tabungan. Pria itu hanya menganggap, apapun yang dia berikan sebagai kompensasi. Berhubung sidang perceraian atas permintaan dan keputusan sepihak dengan jalur dalam. Maka, Bryant dengan sukarela menyumbangkan sedikit hartanya. Dia tidak ingin mendapat masalah hanya karena harta gono gini.


Satu hari berlalu.


Mulai hari ini, Bryant tinggal bersama Ara dan memulai hidup barunya. Tentu saja bersama keluarga tercinta untuk saling mengasihi dan melindungi, serta memberikan kebahagiaan sederhana. Apalagi, kesibukan menyiapkan acara pernikahan Sam dan Ocy memberi semangat dan warna hidup yang semakin beragam. Layaknya pelangi setelah hujan berlalu.


Para wanita yang sibuk membicarakan dan saling memberikan perdebatan tentang pakaian, dan para pria yang memilih untuk mendiskusikan rencana bulan madu. Sungguh perbincangan random, sedangkan di hotel yang dipesan oleh Papa Angkasa. Para pihak WO harus bekerja keras untuk mewujudkan impian pernikahan yang bisa menjadi batu loncatan agar semakin terkenal bisnisnya.


"Jangan warna merah. Mencolok, dan seperti kunti, mending ganti yang kalem," celetuk Ocy dengan gelengan kepala menolak mentah-mentah pilihan Nara.


Ara mengambil sebuah kebaya berwarna abu-abu dengan model jatuh menjuntai bertabur mutiara putih. Sebagai pasangannya, ada mahkota bunga mawar berwarna putih, "Bagaimana dengan ini? Cantik, tapi warnanya kurang pas untuk pengantin. Mba! Kemari."


Sang desainer yang sengaja didatangkan untuk merancang pakaian semua anggota keluarga berjalan menghampiri Ara. Wanita dengan pakaian sexy, tapi masih sopan karena tidak ada belahan dada yang bisa menarik perhatian kaum adam. Senyumannya pun selalu tersungging. Mungkin itu sudah menjadi kebiasaan dari profesi yang dia jalani.


"Iya, Nona Ara. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sang desainer menatap Ara lembut, kalian tidak tahu saja. Siapapun yang masuk ke dalam rumah bumil. Justru mendapatkan ultimatum. Dimana mereka harus bersikap baik dan lembut. Semua itu hanya demi menjaga mood istri sang tuan rumah.


Ara tersenyum, lalu memberikan kebaya yang dia pilih. Kebaya itu diterima sang desainer, wajahnya memang bingung karena tidak tahu maksud dari nyonya rumah itu, hingga, "Desain yang sama, tapi warna biru langit dengan mutiara putih bercampur silver. Payet yang ada di belahan dada. Aku ingin berbentuk bunga mawar seperti mahkota yang kalian punya."

__ADS_1


"Oh, ya. Jangan lupa, berikan hiasan seperti yang ada di gaun hitam itu, emm, di area lingkar bawah dada saja, ya. Pasti indah, udah itu aja request dariku. Sisanya, bisa tanyakan pada Ocy dan Nara. Aku mau balik ke kamar." Ara beranjak dari tempatnya, lalu berjalan meninggalkan kedua sahabat yang saling pandang tak berkedip.


Bagaimana ingin memberikan request lain? Permintaan Ara saja. Sudah cukup membuat sang desainer melongo. Apakah, wanita sexy itu baru pertama kali mendapatkan klien, atau masih mengalami darting pekerjaan. Entahlah, tapi suara pintu yang terbuka, lalu tertutup kembali mengembalikan pasokan oksigen di kamar Ocy.


"Anda baik-baik saja? Minumlah."


Nara memberikan segelas air kepada sang desainer. Sementara Ocy memilih mengatur nafasnya. Belum ada dua bulan dari perkenalan pertama dengan Nona muda. Tetap saja, perubahan drastis bisa dirasakan serta dilihat. Dulu, Ara penakut, selalu berwajah sedih, dan irit bicara. Namun, sekarang. Seperti roda di puncak semangat.


"Thank's, boleh ulangi permintaan dari Nona Ara. Maaf karena tadi terlalu shock, jadi aku tidak fokus." Sang desainer membungkukkan setengah badan sebagai tanda dia meminta maaf serius, Ocy hanya mengangkat tangan kanan agar wanita sexy itu kembali berdiri dengan benar.


Nara tersenyum, "Sebaiknya, kamu duduk dan ambil noted. Aku akan katakan permintaan dari Ara. Jadi jangan cemaskan apapun, benar begitu, Cy? Apa kamu ingin menambah rincian desain gaun?"


"Gak. Ini bukan hanya pernikahan ku, tapi juga resepsi dari pasangan baru keluarga Putra. Pilihan Ara juga pilihanku. Satu alasan lagi, kamu tahu. Aku tidak ingin mood bumil jatuh dan semua menjadi panik." Ocy menegaskan tanpa basa-basi, membuat Sang desainer tersentuh.


Ocy dan Nara saling pandang dengan satu kedipan. Kemudian menatap sang desainer bersamaan, "Kami saudara, tapi tidak sekandung dan tidak sedarah. Kami sahabat rasa keluarga."


"Menakjubkan, semoga persahabatan serta kekeluargaan kalian langgeng dan tetap saling melengkapi satu sama lain. Baiklah, aku siapkan noted dulu agar bisa menuliskan rancangan yang diinginkan oleh Nona Muda."


Ketiga wanita itu masih melanjutkan perbincangan tentang serba serbi gaun dan aksesoris yang akan digunakan, bahkan Nara mengingatkan dengan serius. Dimana semua bahan yang digunakan untuk wanita hamil harus dikhususkan. Semua itu agar Ara merasa nyaman dan aman. Di sisi lain, ada Bunga yang justru tengah sibuk mengerjakan tugas kuliah.


Wanita yang sibuk dengan kehidupan barunya itu, harus menikmati kejar tugas. Siapa sangka, setelah beberapa hari cuti kuliah. Justru disaat masuk, tugas-tugas sudah menumpuk, sedangkan waktu pengumpulan tidak bisa menunggu hari esok. Mau, tak mau. Bunga duduk seorang diri di ruangan perpustakaan dan mengerjakan tugas.

__ADS_1


Suara musik lagu galau terdengar dari earphone nya, dan hanya itu yang menjadi teman perjuangannya untuk menjadi mahasiswa yang teladan. Tangan yang sibuk menulis dengan mata fokus membaca dari satu halaman ke halaman lain. Hari ini ada lima tugas dengan mata kuliah berbeda. Bunga berusaha untuk fokus, hingga suara gebrakan meja mengalahkan suara musiknya.


"Jangan ganggu aku hari ini. Pergilah!"


Bunga memberikan peringatan, tapi orang di depannya justru berlagak songong dan juga tersenyum sinis. Jujur saja, selama ini dia tidak ingin berkelahi. Tentu saja dalam beberapa pengecualian. Selama tidak menyentuh kulitnya, maka semua lawan atau musuh bisa dipastikan aman.


Melihat tidak ada reaksi apapun. Bunga memilih untuk membereskan seluruh buku, lalu menumpuk menjadi satu. Baru saja ingin bangun dari tempatnya. Justru ada yang menahan kedua bahu nya dari belakang. wanita itu menghela nafas berusaha menahan diri.


"Lepas atau?!"


"Hahahaha, kenapa harus melepaskan? Aku kesini bukan untuk mengampunimu. Lagian, disini cuma ada kita berempat. Jadi, ayo kita bermain guy's."


"It's your choices," gumam Bunga tersenyum devil lalu meletakkan buku yang dia pegang.


Kedua tangan di bahu dengan warna cat kuku yang berbeda. Artinya, anak buah dari teman sekelasnya yang ada di belakang. Satu kode mata yang diberikan pemimpin genk, membuat Bunga bergerak cepat berpindah dari kursi seraya menyambar kedua tangan di bahunya dengan tarikan yang kuat.


Sontak saja, kedua gadis itu membentur meja dan membuat semua buku berhamburan jatuh ke lantai. Tak hanya sampai di situ karena sang pemimpin tidak terima dan ntah dari mana mendapatkan jus berwarna biru muda. Satu gerakan merunduk menyelamatkan Bunga, tapi minuman itu menyiram seorang dosen killer.


"CK. KETERLALUAN. PANGGIL ORANG TUA KALIAN, SEKARANG JUGA!"


...----------------...

__ADS_1


Alhamdulillah, bisa juga crazy up dengan kesibukan yang melelahkan. Silahkan tinggalkan jejak, sekalian mau tanya. Othoor daftar crazy up, lagi, atau gak ya 🤭🤔 Habis, pengen lihat reaksi para reader's. Namun, sudahlah. Happy Reading Reader's tercinta.


...----------------...


__ADS_2