
"Kamu tenang saja, nanti malam, kita akan makan bersama dan chef-nya adalah suamimu sendiri oke," Ucap Samuel tak ingin mengecewakan Ara karena sebagai kakak dirinya siap melakukan apapun demi Sang adik tetap bahagia.
Ara menganggukkan kepala seraya meraih satu apel. Muel membiarkan adiknya memakan apa yang ada karena masakannya juga baru dimulai. Kebersamaan kedua orang itu, tak luput dari pandangan seorang pria yang sejak lima menit terakhir sudah berdiri di depan dinding sisi kanan dapur. Tentu tidak akan ketahuan, dia aja datang dari ruang kerja.
Aku akan lakukan apapun untuk menebus kesalahan ku, tapi sebelum itu. Biarkan aku menyelesaikan masalah yang bergulir. Semakin lama dibiarkan, masalah ini bisa menjadi bumerang untuk keluarga ku. Sebaiknya aku pulang ke rumah dan membicarakan niatku untuk berpisah.~batin Bryant, lalu berjalan meninggalkan tempatnya bersembunyi.
Langkah pasti meninggalkan kediaman Putra, bahkan pria itu tidak mendengar panggilan dari Ocy yang tengah membersihkan mobil di halaman depan. Bryant berjalan dengan wajah mode serius. Terlihat begitu tegang dan banyak pikiran. Untuk pertama kalinya, pria itu memilih menggunakan motor dibandingkan mobil.
Ocy hanya berpikir, mungkin ada pekerjaan emergency. Jadi untuk menghindari kemacetan di pagi hari, memang mengendarai motor menjadi solusi terbaik. Wanita itu melanjutkan pekerjaannya. Saat ini mereka menginap di kediaman putra. Meski begitu, tetap saja tidak ada kata sungkan. Keluarga Putra mengajarkan arti kekeluargaan.
Pluk!
Satu tepukan bahu mendarat tanpa permisi, membuat gerakan refleks Ocy meraih tangan yang ada di bahunya. Kemudian membanting sang pelaku tanpa ada rasa kasihan. Gerakan cepat dengan cipratan air dari selang, tiba-tiba berubah menjadi jeritan rasa sakit. Mata wanita itu melotot ketika menyadari siapa yang baru saja ia tarik untuk terbang dan dihempaskan begitu saja.
"Maaf," Ocy meringis seraya mengulurkan tangan kanannya. Tatapan mata bersalah dengan rasa takut diomeli, membuat orang yang terbaring di bawah menggelengkan kepala. Lalu, menyambut tangan wanita bar-bara itu.
"Lain kali, lihat dulu. Setidaknya bedakan dengan indra penciuman mu, hmm. Ini sakit...,"
Ocy langsung memeriksa tubuh sang kekasih. Yah, orang yang baru saja dibanting adalah Samuel. Bukannya marah, pria itu justru menasehati. Sungguh, tidak ada niat untuk meremukkan tulang pacar sendiri. Harap maklum aja, ia seorang bodyguard yang harus sigap. Mungkin karena saat ini tengah sibuk memikirkan hal lain, jadi main terjang aja.
Gerakan tangan Ocy tak menentu arahnya, membuat Muel menahan diri. Namun, tiba-tiba saja wanita itu menyentuh sesuatu yang tidak seharusnya. Sontak saja, ia menarik tangan kekasihnya. Ia mengunci tubuh Ocy dalam pelukan, "Apa yang kamu lakukan?"
__ADS_1
Ocy tidak paham dan hanya mengerjapkan mata seperti wanita polos. Melihat itu, Muel tak segan meraup bibir ranum sang kekasih. Kecupan singkat dengan pemaksaan, tanpa melihat situasi dan tempat. Sepasang kekasih itu berebut kekuasaan untuk memimpin. Dibawah pancuran air selang yang terus mengalir, membuat keduanya larut dalam pagutan.
"Jangan menyentuh pusaka masa depan, tunggu sampai kita sah," Muel berbisik pelan dengan hembusan nafasnya yang hangat, membuat gelenyar aneh menyetrum Ocy.
Ocy berusaha mendorong tubuh Muel, tapi pria itu semakin mengeratkan kuncian, "Bang Tampan, lepasin donk. Nanti ada yang lihat, gimana?"
"Ya, tinggal lihat aja. Siapa yang melarang, hmm. Lagian, kamu itu pacarku. Apa ada yang salah?" tanya balik Muel, sontak saja Ocy salah tingkah dengan pipi merona merah.
Semburat itu, membuat Muel tersenyum menatap wajah Ocy yang polos tanpa make up. Ia baru sadar, ternyata makhluk astral nya cantik menawan. Lalu, kenapa selama ini dia hanya bisa merasakan perasaan jengkel saja? Apakah karena dulu ia tak belajar mengenal, makanya semua terlihat berbeda. Jika dipikir-pikir, sang kekasih tak kalah cantik dari mantan tunangannya.
Lamunannya berlarian ke masa lalu. Namun, tatapan mata masih terpaku pada Ocy. Luka yang ada dihatinya perlahan mulai terkikis. Ntah kenapa, ada rasa yang berbeda. Dulu, dia pikir cinta itu hanya ada disaat hubungan sudah pasti. Ternyata, cinta tidak tahu kapan datang, dan untuk siapa. Termasuk rasa yang ia rasakan saat ini.
"Masuk dan ganti pakaian kalian!" titah Papa Angkasa, membuat Ocy menundukkan kepala, jujur saja sebagai pelayan ia cukup sadar diri.
"Bang, lepasin." pinta Ocy, membuat pria yang masih setia melingkarkan kedua tangannya pasrah melepaskan.
"Permisi," pamit Ocy dengan langkah pelan hingga melewati tempat Papa Angkasa berdiri, barulah langkah wanita itu berlari kecil masuk ke dalam rumah.
Sementara Muel, masih bersikap santai dan memilih mematikan kran air. Setelah memastikan air tidak lagi mengalir, barulah langkahnya berjalan menghampiri Papa Angkasa. Dimana pria itu sudah menyilangkan kedua tangan di depan dada dengan tatapan serius mengintimidasi putra sang sahabat yang harus ia jaga.
"Pa...,"
__ADS_1
"Katakan, apa perbuatanmu bisa dipertanggungjawabkan?" tanya Papa Angkasa to the point, membuat Muel menarik nafas dalam.
Sebenarnya ia tahu, jika Papa Angkasa bukan orang yang keras hati. Jangan salah dulu, jika seorang pria berani menyentuh anak gadis. Maka baginya, pria itu harus bertanggung jawab. Meskipun itu hanya sebuah ciuman. Apakah kalian pernah mendengar, *Siapa yang mau dengan bekas orang lain?*.
Pepatah itu sangat penting. Dimana ini sebagai nasehat dan juga peringatan agar setiap pria dan wanita tidak salah pergaulan. Jangan salahkan cinta. Terlalu banyak yang mengatasnamakan cinta dan meminta pembuktian. Sebagai manusia yang memiliki otak untuk berpikir memakai logika. Tentu, kita bisa menentukan pilihan mana yang baik dan mana yang tidak.
Bayangkan, jika sudah membuktikan cinta dengan hal-hal diluar batas. Ia jika akhirnya menikah, tapi jika akhirnya berakhir. Siapa yang rugi? Terutama seorang wanita, kehormatan harus dijaga. Mencintai itu tidak tidak dilarang, tapi seimbangkan dengan kenyataan hidup. Janganlah terbuai, meskipun itu lebih manis dari gulali.
"Aku...,"
...----------------...
Hai reader's, maaf ya. Dua hari gk double up.
kondisi tidak memungkinkan, tapi hari ini aku double up. 🔥
Happy Reading, ya.
Jangan lupa jejak kalian ya, ðŸ˜
...----------------...
__ADS_1