Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 93: RACHEL DILEMA - IKATAN SAUDARA


__ADS_3

Aku terlambat. Satu saja kesempatan, tapi semua sirna. Sebelum aku berperang, peperangan itu sudah menjadi akhir. Apakah aku tidak pantas bersamamu lagi, Sam. Maaf, aku menyesal telah menjadikanmu sebagai batu loncat karirku.~batin Rachel, lalu wanita itu menarik nafas dalam untuk mengembalikan emosinya normal kembali.


Kegalauan di hati Rachel, tak membuat wanita itu menyerah dan menjadi tidak profesional. Langkahnya kembali memasuki ruangan, lalu menyerahkan obat yang sudah ia tebus. Percakapan singkat antara pasien dan dokter menjadi akhir dari pertemuan itu, tak lupa ia menjabat tangan Mama Bella dan Papa Angkasa. Namun, di saat mengulurkan tangan ke arah Sam. Pria itu memilih mengabaikan dan memalingkan wajah.


Untung saja, Mama Bella mengusap lengan Muel dan mengubah suasana menjadi lebih baik. Rachel bisa menjabat tangan mantan kekasihnya, meski hanya dalam hitungan detik. Setelah semua beres, Papa Angkasa membawa keluarganya meninggalkan ruangan dokter itu. Jujur saja, ia tak ingin ada getar masa lalu yang singgah. Walau hanya untuk menyapa mengingatkan luka.


Kepergian pasien serta keluarganya, membuat Rachel menyandarkan kepala ke belakang. Sejenak memejamkan mata, bayangan itu kembali hadir. Senyuman tipis dengan wajah tampan dengan suara yang familiar. Orang-orang memanggil pemuda itu dengan nama Sam, dialah pemuda yang mencuri hatinya hanya melalui satu senyuman menawan. Bukan hanya itu saja, karena popularitas si pemuda dengan sebutan si otak cemerlang.


Kehidupan seorang gadis menjadi penuh warna. Siapa sangka, pemuda yang menjadi idolanya juga menaruh hati padanya. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Dimana keluarganya hanya peduli dengan prestasi yang harus menjadi nomor satu. Rachel membuka mata, ia tak sanggup mengingat masa lalu. Kini, ia hanya hidup seorang diri karena orang tua meninggal dalam kecelakaan tiga tahun yang lalu.


"Sam, sudikah kamu memaafkan aku? Mungkin saja, hatiku kembali tenang setelah mendapatkan maafmu. Setelah sekian lama, aku bisa melihatmu dari dekat."


Pikiran mengharapkan kata pengampunan dari Samuel, tapi hati mengharapkan cinta dari pria yang menjadi masa lalunya. Sementara di sisi lain, Ocy sibuk menemani Ara yang tengah menikmati lutisan buah-buahan. Namun, bodyguard itu terlihat melamun tenggelam dalam rasa takut yang tidak bisa dijelaskan. Sontak saja mendapatkan tepukan lengan sedikit keras.

__ADS_1


"Nara, kamu ini kenapa?" tanya Ocy mendelik tak suka, tapi Kinara masih menatapnya dengan rasa penasaran.


"Jangan berdebat lagi. Aku tidak mau mendengar perdebatan kalian," Ara mencolek buah ke sambel lutis, lalu memakannya.


"Kamu kenapa? Tidak biasanya tegang ditambah melamun. Apa ada masalah yang membuatmu tegang?" tanya Kinara menghentikan kegiatan Ara, wanita itu menyingkirkan buah di depannya lalu menatap Ocy.


Tatapan dari dua arah, membuat Ocy menahan nafas. Jujur saja, situasi saat ini justru seperti tahanan yang tengah di interogasi. Padahal, pikirannya lagi kalut. Bagaimana cara menjelaskan, apa yang kini menggerogoti hati dan juga otaknya? Perasaan tertekan dan cemas yang melanda seakan mencekik leher, membuatnya sulit untuk bernafas.


Ara mengambil tisu, lalu mengelap tangannya. Setelah itu, ia meraih tangan Ocy tanpa menurunkan pandangan matanya, "Aku tidak akan memaksamu untuk bercerita. Simpan saja, jika itu tidak bisa dibagi. Ocy, tangan ini yang pertama mengulurkan persahabatan. Sebagai sahabat, izinkan aku menjadi sandaran dan tempatmu berpulang. Bukan begitu, Nara?"


"Aku takut, apakah aku pantas untuk Dokter Samuel. Pekerjaan ku hanya bodyguard, dan dia dokter ternama. Jangan menatapku seperti itu, disini rasanya sesak. Aku...,"


Ocy tidak bisa meneruskan ucapannya karena air mata yang menggebu-gebu menerobos pertahanan dan jatuh mengalir membasahi kedua pipinya. Ara langsung memeluk sang sahabat, begitu juga dengan Kinara. Mereka berpelukan dan membiarkan rasa menjadi satu untuk semua. Kebersamaan itu memberikan kekuatan dan semangat baru.

__ADS_1


Beberapa saat, ketiganya hanya berpelukan. Lalu, kembali saling memandang satu sama lain, "Aku tidak tahu masa depan, tapi percayalah pada Ka Muel. Setiap janjinya akan selalu ditepati. Ocy, kamu pantas mendapatkan cinta keluarga ini, jadi jangan berkecil hati. Lihat diriku, memangnya siapa aku?"


"Aku hanya wanita buangan, tapi takdir mengirimkan Mas Bryant untuk menjadi penyelamat ku. InsyaAllah, jika kalian berjodoh. Kita akan menjadi keluarga dua kali, lagi pula hubungan kalian memberikan dampak positif. Jangan pernah menganggap dirimu tidak pantas untuk cintamu. Kamu salah satu contoh agar aku kuat menghadapi masalahku."


Kinara tersenyum, sekarang dirinya tahu. Apa alasan Samuel bisa memiliki hubungan dengan seorang wanita absurd. Yah, semua itu karena inner beauty yang dimiliki Ocy. Jujur saja, ia merasa cemburu. Akan tetapi, bukan karena mencintai si dokter, melainkan karena penilaian awalnya tentang si bodyguard salah besar. Selama beberapa waktu tinggal bersama, membuat banyak spekulasi mengejutkan.


"Cy, kamu salah satu wanita kuat dan berpendirian teguh. Jika kamu menyerah dengan negatif thinking. Sudah jelas itu bukan Ocy yang kami kenal. Berjuanglah selama cintamu benar dan tanpa pamrih. Jangan berikan kesempatan pada wanita lain untuk merebut hati Dokter Samuel. Jujur saja, aku juga bisa khilaf...,"


"Awas aja kalau macem-macem. Inget, ya. Kakak hanya boleh bersama Ocy, bukan berarti aku tidak suka kamu, dokter Nara. Semua ini karena aku melihat kebahagiaan di mata Ka Muel. Kebahagiaan yang bisa menyebar seperti penyakit. Yah, senyuman manis dengan tatapan teduh yang bisa merebut banyak hati orang. Aku hanya ingin, semua bahagia tanpa harus merebut kebahagiaan orang lain."


Perdebatan antara Nara dan Ara, membuat Ocy kembali tersenyum. Rasa takut dan khawatir di hatinya menghilang begitu saja. Semua itu berkat dukungan yang diberikan kedua sahabatnya. Tanpa permisi, tangannya merengkuh dua wanita yang kini menjadi saudara perempuan tanpa ikatan darah. Tidak perlu lagi merasa sendirian karena keluarga akan selalu menjadi kekuatan di setiap langkahnya nanti.


"Terima kasih, kalian adalah saudara terbaik dalam hidupku. Aku akan berdo'a untuk kebahagiaan kita semua, dan Nara. Bambang tampan ku tidak tergantikan, jadi jangan berpikir untuk merebutnya dariku. Lagi pula, aku siap untuk bertempur."

__ADS_1


Nara terkekeh, sungguh ingin menangis tapi percuma. Sebagai seorang wanita, dirinya tidak ingin menjadi seorang pelakor. Di dunia ini masih banyak pria single, bisa saja lebih tampan dari Samuel dan juga lebih mapan. Masa depan masih cukup panjang, sebenarnya bukan Nara atau Ara yang akan menjadi saingan Ocy. Melainkan wanita masa lalu si dokter sendiri yang bangkit dari rasa dilema dan memutuskan untuk berjuang kembali.


Terkadang disaat seseorang siap melangkah ke masa depan. Masa lalu datang untuk menggoyahkan. Apakah cinta diantara dua hati mampu bertahan? Akankah kepercayaan masih sekuat baja, ketika keraguan menyusup? Bagaimana sikap dan keputusan disaat pikiran dan hati terbelenggu. Ini bukan hanya tentang Takdir Tuhan, tapi ini juga tentang seberapa besar cinta yang menjadi detakan jantung sepasang kekasih.


__ADS_2