
Dimana, sih, ruangan dokter yang aku cari? Aku tidak tahan lagi memakai pakaian tertutup.~batin wanita itu menggerutu di dalam hati dengan tatapan mata fokus menjadi nama seorang dokter di setiap pintu sepanjang lorong.
Wanita itu masih menyusuri lorong dan beberapa pintu telah terlewati, hingga akhirnya. Sebuah nama, seorang dokter yang menjadi tujuannya terlihat. Tanpa mengetuk pintu ataupun permisi. Wanita itu, langsung membuka pintu dan menerobos masuk, membuat dokter yang ada di dalam ruangan terkejut karena ada orang yang main masuk begitu saja ke dalam ruangannya.
"Maaf, Anda siapa? Kenapa tidak sopan sekali masuk ke ruangan saya." Sang dokter bertanya dengan tatapan tak suka, tapi itu hanya sesaat. Sebelum, dia melihat siapa yang ada di depannya saat ini.
Wanita itu melepaskan penutup wajah dan juga kacamata yang menutupi wajah. Kini terlihat jelas siapa si pasien tak tahu sopan santun itu, membuat sang dokter terkejut, "Bagaimana kabar mu, dokter. Apa sekarang sudah ingat, siapa aku?"
"Hazel, kamu, ngapain di sini? Bukankah ada dokter lain, selain diriku." Sang dokter menyindir pasiennya yang sudah lama tidak datang berkunjung.
"Ayolah, Dok. Cuma kamu, yang bisa aku datangi. Nggak mungkin, dokter lain. Apa kamu lupa dengan jasa ku atau harus ku ingatkan," Sindir wanita itu dan membalikkan keadaan si dokter, lalu duduk di kursi khusus pasien.
Sang dokter mencebikkan bibir, ia tak rela dengan sindiran Hazel, tapi juga tak bisa berbuat apapun, "Oke. Apa yang kamu keluhkan, kali ini?"
"Aku tidak memiliki keluhan, tapi aku menginginkan sesuatu darimu dan ini pasti bisa kamu lakukan," Wanita itu terdiam beberapa saat seraya mengambil sesuatu dari dalam tas yang ia bawa, lalu meletakkan barang yang ia punya ke atas meja di depan sang dokter, "Aku ingin hamil dalam waktu singkat. Apa kamu bisa melakukannya?"
"Kamu ingin hamil. Bukankah, kamu sudah menikah. Jadi minta saja sama suamimu. Kenapa malah datang kemari," cetus sang dokter yang memang tak ingin menolong wanita di depannya, tetapi tatapan tajam wanita itu semakin menusuk.
"Aku hanya meminta kamu untuk melakukan tes kehamilan dan menjelaskan semua prosedur inseminasi buatan. Aku hanya ingin hamil cepat, tapi kamu menolak membantuku. Apa kamu, ingin aku membebaskan semua yang kamu lakukan di balik layar." Ancaman wanita itu, membuat dokter menghela nafas berat.
__ADS_1
"Kamu ingin mengecek kandungan atau ingin melakukan inseminasi buatan?" Dokter mengambil apa yang ada di atas meja, lalu memperhatikan stempel salah satu rumah sakit di benda yang diberikan wanita pasien barunya. "Ini adalah kotak benih, tapi benih siapa yang kamu bawa?"
"Tidak usah ikut campur urusanku! Aku hanya mau, kamu melakukan yang ku mau. Saat ini juga, dan pastikan. Apapun yang aku lakukan hanya di antara kita berdua yang tahu," Jelas wanita itu dengan menekan setiap kata yang terucap dari bibirnya karena tidak ingin dibantah.
"Oke, Aku akan menuruti permintaanmu, tapi dengan satu syarat. Apa kamu bisa melakukannya untukku?" Dokter itu berusaha bernegosiasi dengan Hazel yang kini tengah mengancamnya.
"Setuju, apa syaratmu?" tanya Hazel, tanpa ingin menunggu. Saat ini, ia harus bergegas melakukan segalanya dalam waktu singkat.
"Pertolonganku kali ini, akan aku anggap sebagai balas budi setimpal. Kamu, tidak usah mencariku lagi ataupun datang kemari. Bagiku ataupun bagimu, mulai hari ini. Setelah melakukan inseminasi terhadapmu, maka kita tidak saling mengenal. Itu syaratku." Sang dokter mengulurkan tangan kanan seraya mengedipkan mata dan Hazel langsung menyambut uluran tangan itu dengan hangat.
"Berapa lama, aku harus menunggu proses inseminasi?" tanya Hazel penasaran dan tidak sabar untuk menunggu hasil. Agar ia cepat-cepat bisa hamil.
"Masalahnya adalah semua dokumen harus jelas dan tidak ada yang bersifat blur. Jadi, sekarang keputusan di kamu. Apa kamu masih mau melanjutkan atau tidak karena aku akan memberikan sebuah dokumen. Dimana mengatasnamakan dirimu dan seluruh informasi akan kamu tuliskan secara detail. Termasuk info benih dari Rumah Sakit mana dan milik siapa. Meskipun ini, bersifat pribadi. Tetap saja, tidak akan dibocorkan oleh pihak manapun."
"Apapun akan kulakukan, tapi pastikan saja dokumen ini hanya pihak rumah sakit yang tahu. Jika ada yang mengetahui tentang hal ini, maka akan ku pastikan hidupmu tidak akan pernah tenang. Dimanapun kamu berada. Aku pasti menemukan mu, meskipun itu lubang semut sekalipun. Aku akan datang untuk menghabisimu," Ujar Hazel tanpa ingin meninggalkan resiko apapun. Kemudian, keduanya memulai bekerja sama untuk melakukan inseminasi.
Satu jam berlalu, dari proses yang telah dijalani. Akhirnya, wanita itu menerima hasil laporan pertama, dan menyatakan masa subur serta kesehatan terjamin. Itu artinya, ia siap untuk melakukan inseminasi. Dokter yang menjelaskan dari prosedur, serta bagaimana cara melakukan inseminasi hanya didengarkan seperti angin lalu.
"Bisa lakukan saja! Aku tidak membutuhkan panjang kali lebar ceramahmu, karena yang aku butuhkan adalah aku berhasil hamil dalam waktu beberapa hari kedepan. Sudah cukup itu saja," sindir Wanita itu tanpa ingin menunggu lebih lama lagi
__ADS_1
Andai dulu, kamu tidak menolongku. Sudah pasti, aku laporkan kamu ke polisi. Namun, percuma juga. Sekarang, anggap ini sebagai balas budi terakhir dan hidupku akan kembali tenang tanpa harus diganggu oleh wanita iblis, lagi. ~batin Sang dokter menarik nafas dalam untuk menetralkan perasaannya yang geram akan sopan santun yang memang tidak dimiliki oleh pasiennya kali ini.
Dokter memulai proses inseminasi tanpa bantuan seorang suster pun. Ia memang sengaja menghindari begitu banyak kontak dengan orang lain. Demi menjaga keamanan yang memang diminta oleh Hazel.
...----------------...
...🍂Apa itu INSEMINASI BUATAN?🍂...
...Inseminasi buatan adalah salah satu prosedur medis untuk mengatasi masalah kesuburan (infertilitas). Inseminasi buatan bertujuan untuk meningkatkan jumlah ****** yang dapat mencapai saluran indung telur (tuba falopi) sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan....
...Inseminasi buatan dilakukan dengan cara menempatkan ****** langsung ke dalam rahim pada saat pelepasan sel telur (ovulasi) menggunakan kateter kecil. Umumnya, inseminasi buatan tidak memakan waktu lama....
...----------------...
Hay, reader's. Jangan bosen ya, othoor selingi sedikit ilmu.
Biar, kita sama' paham, apa yang tokoh lakukan.
Kalau ada yang gak sesuai dengan penjelasan ku, sok dibantu jelasin.
__ADS_1
HAPPY READING READER'S 🥰📖