
Tanpa menunggu panggilan terjawab. Hazel langsung menutup obrolan itu dari pihaknya, ia tak ingin mendengarkan penolakan. Saat ini, masalahnya harus mendapatkan solusi secepat mungkin. Tidak peduli jika harus mengeluarkan banyak uang sekalipun. Hanya satu yang memenuhi isi kepalanya yaitu mendapatkan hati Bryant kembali.
Sinar mentari beranjak dari peraduan, berganti kegelapan dalam terangnya sinar lampu. Lima jam sudah berlalu, tapi waktu berjalan begitu lambat. Ada wajah tak sabar menanti jarum jam menunjuk ke angka tujuh. Tiba-tiba, seorang pelayan datang membawa pesanan lemon tea untuk yang keempat kalinya.
"Silahkan, Nona. Apa ada yang mau dipesan lagi?" tanya si pelayan dengan sopan, membuat Hazel yang dalam mode kalem hanya menggelengkan kepala.
Satu wajah yang orang-orang lihat. Setiap kali, sang model di tempat umum yang memiliki kemungkinan akan bertemu klien atau para fansnya. Ia akan bersikap bak malaikat yang baik hati, dan memiliki sopan santun. Begitu juga, saat wanita itu ada di hadapan Bryant sang suami. Semua begitu sedap dipandang dan tidak membosankan.
Hazel Vincent seorang model papan atas dengan karirnya yang cemerlang. Ditambah lagi, wanita itu menikah dengan seorang putra pengusaha ternama. Bukan rahasia umum, jika pernikahan sepasang kekasih itu cukup mencuri perhatian publik. Beberapa media menyebarkan rumor, bahwa mereka menikah tanpa restu keluarga. Meskipun itu benar, tetap saja berkat uang sang suami menjadi tidak ada sisa dari berita beberapa tahun yang lalu.
Saat ini, Hazel terlalu jauh dari sang suami. Jangankan untuk berbicara berdua seperti dulu. Sekedar hanya untuk duduk menikmati secangkir teh bersama pun. Sudah tidak bisa dilakukan. Ntah kenapa, sejak Bryant mengatakan telah memiliki istri siri. Tiba-tiba, rasa takut kehilangan itu ada. Memang bukan takut karena pria setampan suaminya. Akan tetapi, harta sang suami tidak boleh jatuh ke tangan wanita lain.
Detik demi detik waktu berlalu, sekilas ingatan kembali datang menghampiri memorinya. Ingatan, dimana malam perayaan pesta kesuksesan launching menjadi brand ambassador sebuah perusahaan dilangsungkan. Malam yang menjadi saksi sejarah awal dari kisah one night stand. Ia ingat benar, betapa Bryant begitu tampan di matanya. Bisikan para teman sesama model, membuat seorang Hazel melakukan rencana licik demi karir masa depan.
__ADS_1
Satu malam yang terjadi karena kesalahan. Pasti itu yang ada di benak seorang Bryant, tapi tidak dibenak Hazel. Malam pertama di hotel tempat acara berlangsung sudah direncanakan olehnya. Wanita itu, membayar salah satu pelayan untuk memberikan minuman yang salah pada putra muda keluarga Putra. Pada akhirnya, disaat mentari pagi datang. Ia berpura-pura menjadi korban pelecehan dan Bryant berjanji untuk bertanggung jawab.
Ingatan itu, membuat Hazel lupa diri. Pernikahan mereka, bukan karena cinta pada pandangan pertama. Namun, karena wujud janji seorang Bryant sebagai pria. Tidak dipungkiri, pria itu berusaha dan pada akhirnya jatuh cinta pada sang istri. Hanya saja, setelah waktu yang berlalu. Kedekatan mereka semakin berkurang. Obsesi menjadi model ternama adalah prioritas, sedangkan anak bagi keluarga Putra yang terpenting.
Sebagai seorang model, ia menolaknya mentah-mentah. Karir yang saat ini dirinya miliki banyak sekali pengorbanan yang telah ia lakukan. Meski, ia harus membiarkan tubuh molek nya, disentuh para pemilik mata ranjang. Satu hal yang patut syukuri, dimana Bryant tidak pernah curiga. Disaat ia berpamitan keluar kota atau negara. Semua menjadi aman terkendali.
Tidak setenang itu, karena akhirnya paman suaminya mulai bertindak dan melakukan ancaman. Ia tidak lupa dengan bukti perselingkuhan dan juga penegasan untuk menggugat cerai sang suami. Tidak. Hidupnya sudah sempurna, kenapa ia harus menyerahkan semua miliknya begitu saja? Satu kartu As masih tersimpan ditempat yang aman. Hanya saja, saat ini akan lebih mencari solusi lain.
Ditengah lamunannya, Hazel tidak memperhatikan tatapan mata yang menatap ke arah wanita itu dengan tatapan jengah. Sudah berulang kali, orang itu melambaikan tangan di depan wajah sang model. Panggilan pun, sudah dilakukan, tapi tetap saja model itu terbang di dunia imaginasi sendiri. Sontak saja, ia menggebrak meja sekuat tenaga dan membuat Hazel langsung berdiri karena terkejut.
Tatapan mata keduanya bertemu, sorot jengkel sang model hanya dibalas tatapan bodo amat. Baginya, saat ini yang membutuhkan bimbingan adalah Hazel. Jadi, ia tidak perlu takut apapun. Lagipula, saat ini mereka bertemu di cafe yang cukup elite. Maka, sudah pasti model sok itu akan menjaga sikap. Yah, meskipun setelah ia berteriak seperti tadi.
"Duduk!" Seru Hazel masih sedikit menahan diri, membuat orang yang tersenyum kaki menarik kursi, lalu duduk di depan Hazel dan model itu juga ikut duduk kembali.
__ADS_1
"Jadi, katakan apa masalahmu kali ini?" tanya orang itu sok berkuasa.
Hazel melirik ke sekitarnya. Tidak begitu banyak pengunjung, bahkan suara gebrakan meja dan teriakan tadi. Tidak ada yang merasa terganggu. Setelah memastikan situasi aman, barulah ia mengambil sikap duduk tegak dengan kedua tangan diatas meja. Tatapan mata yang serius, dan perlahan tapi jelas. Inti dari masalah rumah tangga nya ia jabarkan secara detail.
Dua puluh menit, akhirnya Hazel selesai bercerita. Sementara yang mendengar ceritanya, sudah sepuluh kali menguap bosan. Orang itu terlihat santai tanpa beban. Seakan hidupnya tidak memiliki masalah sedikitpun. Jadi, tidak salah 'kan, jika dia memanggil orang itu dengan miss bodo amat.
"Zel, Loe ini bodoh atau apa?" tanya orang itu seenak jidatnya, membuat Hazel berusaha menahan diri.
Cara kerja miss bodo amat bukan hanya menjadi pendengar saja. Seketika, Hazel mengambil amplop coklat dari dalam tas jinjingnya. Kemudian disodorkan ke atas meja, "Loe, cukup kasih gue saran. Gak usah komen soal lainnya."
Miss bodo amat amat gercep mengambil amplop coklat dari Hazel. Uang seikat lembaran merah, membuat otaknya kembali bekerja. Senyuman tipis tersungging dari bibir orang itu, lalu ia memberikan isyarat dengan lambaian tangan agar Hazel mendekatinya. Kini, ia membisikkan sesuatu ke telinga model yang menjadi sumber penghasilan dadakan.
Hazel mengangguk paham dengan saran miss bodo amat. Setelah mendapatkan pencerahan, ia merasa hidup kembali. Bayang-bayang tersingkirkan berubah menjadi ratu satu-satunya dikeluarga Putra. Ia tak salah menghabiskan puluhan juga hanya untuk satu saran dari sahabat masa lalunya itu.
__ADS_1
"Dah, Gue mau ke club. Loe, ikut gak?" tanya Miss bodo amat seraya mendorong kursi ke belakang, Hazel menggelengkan kepalanya.
Saran nya harus aku lakukan secepat mungkin. Jangan sampai, aku menjadi nomor dua setelah istri siri suamiku datang.~batin Hazel, lalu menyeruput lemot tea yang menyegarkan.