Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 79: SIKAP ARA BERUBAH DRASTIS


__ADS_3

Sikap diam Ara dengan wajah yang sendu, membuat Muel yang tak sengaja melirik ke arah sang adik. Akhirnya, ikut berpikir. Apa yang terjadi pada wanita itu?


"Dek, kamu kenapa?" tanya Muel melirik ke arah Ara, membuat yang ditatap menoleh ke arahnya sesaat.


"Bukan apa-apa, Kak. Aku cuman pengen istirahat. Aku ke tidur dulu, Ka," Jawab Ara begitu lirih, membuat Muel benar-benar bingung.


Ara memejamkan mata, ia tak ingin menjelaskan apapun saat ini. Semua ingin disimpan seorang diri. Lagipula, semua orang terlalu baik padanya. Jangan sampai masa lalu menjadi alasan hubungan mereka retak. Kini hanya berpura-pura terlelap yang bisa menyelamatkannya dari berbagai pertanyaan yang bisa menjebak. Perjalanan masih terus berlanjut dengan keheningan.


Sementara Ocy dan Kinara saling pandang karena mereka juga tidak tahu. Kenapa Ara bersikap begitu, dan perubahan ekspresi dari Ara terlihat begitu drastis. Padahal sejak keluar dari rumah sakit. Wanita itu terlihat bahagia, tapi setelah melewati setengah perjalanan menuju rumah. Tiba-tiba saja, berubah murung tanpa alasan yang jelas. Pasti ada yang terjadi padanya, tapi apa penyebabnya?


Meskipun tidak ada yang tahu. Apa alasan Ara murung, tapi mungkin saja wanita itu sedang merindukan sang suami. Bisa juga, saat ini, ia merasa kecewa karena tidak menemukan Bryant di saat keluar dari ruangan pemeriksaan. Apapun bisa terjadi. Akan tetapi, sikap diam Ara justru membuat yang lain khawatir dan berpikir yang bukan-bukan.

__ADS_1


Aku, tidak tahu. Kenapa aku melihatmu, lagi. Padahal luka itu sudah pergi. Seiring berjalannya waktu, aku sudah menikmati hidupku saat ini. Meski hanya menjadi seorang istri siri. Aku bersyukur memiliki keluarga yang baik dan mencintaiku apa adanya, tapi sekilas bayanganmu menusuk hatiku. Tiba-tiba, menyadarkan diriku. Jika aku, masih belum ikhlas. Namun, aku juga tidak ingin terjebak dalam perasaan ini. ~batin Ara.


Ara memejamkan mata. Wanita itu, benar-benar tak ingin diganggu. Sontak saja, membuat yang lain terdiam saling pandang. Mereka berpikir, saat ini Ara tengah merasa kecewa terhadap suaminya. Padahal bukan seperti itu. Wanita yang memiliki status istri siri itu, tengah mengalami dilema di dalam hati. Semua karena ia melihat sang mantan suami yang tengah duduk bersama dengan istri yang menjadi sahabatnya dulu.


Ya, disaat Ara melihat keluar jendela. Dia tak sengaja mendapatkan pemandangan yang cukup menusuk dan menodai mata. Dimana sahabatnya sendiri sedang menikmati kebersamaan bersama mantan suami lucknat yang tidak pernah tulus mencintainya. Tiba-tiba saja kenangan terakhir di rumah pojok, membuat wanita itu kembali down.


Di saat mobil sudah memasuki rumah dan berhenti. Ara langsung membuka mata. Wanita itu langsung melepaskan sabuk pengaman dan bergegas keluar dari mobil. Jangankan untuk berpamitan, bahkan ia tak sempat untuk menoleh ke belakang dan melihat bagaimana reaksi ketiga orang yang selalu ada di sampingnya. Langkah yang tergesa-gesa dengan ekspresi wajah tak terbaca. Sungguh, wanita itu terlihat sangat dingin.


"Semua baik, bahkan hasil pemeriksaan mengatakan bahwa Ara, saat ini tengah hamil dua minggu. Aku tidak tahu, adikku kenapa. Tenang saja, aku akan mencoba untuk bicara dari hati ke hati. Mungkin, ini terjadi karena hormon. Bisa juga karena hal lain. Sekarang, lebih baik kalian istirahat. Aku akan mencoba menemui Ara," Jelas Muel tak ingin bertindak gegabah, saat ini ia harus bersikap lebih tenang dan dewasa.


Samuel berjalan memasuki rumah berjalan menyusul adiknya, sedangkan Ocy yang berniat untuk ikut masuk. Justru tertahan karena ulah si dokter yang kini mencekal tangan kanannya, "Kinara, ada apa?"

__ADS_1


"Kita harus bicara! Ada sesuatu yang harus aku sampaikan," Kinara melepaskan tangannya, "Sebaiknya, kita bicara di bangku taman saja. Bagaimana?"


Ocy tak memberikan respon apapun, tapi wanita itu mengikuti langkah Kinara menuju bangku taman. Kini keduanya duduk bersebelahan. Sesaat hanya ada kebisuan, hingga sebuah kertas putih disodorkan Sang dokter, membuat Sang bodyguard menerima. Kemudian, membuka lipatan kertas putih itu. Beberapa detik, ia fokus membaca sebuah laporan medis.


"Kamu, mendapatkan ini dari mana?" tanya Ocy mengalihkan tatapan matanya ke arah Kinara.


"Tidak sengaja kutemukan. Apa ini penting?" tanya balik Kinara dengan serius.


Ocy tersenyum nakal, sebuah ide mengalir begitu saja. Kini apa yang ia harapkan pasti akan terjadi. Laporan yang ada di tangannya. Sudah pasti bisa menjadi tiket hidup terjamin di masa yang akan datang. Sikap ambigu Sang bodyguard, membuat Kinara bingung. Kenapa wanita di sebelahnya bersikap sangat absurd.


"Ocy, are you okay?" tanya Kinara sekali lagi seraya menggoyangkan bahu Ocy.

__ADS_1


__ADS_2