Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 97


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tujuh belas jam, akhirnya pesawat yang di tumpangi Cakra dan Naureen tiba di Bandara Charles de Gaulle, Paris.


Noureen tersenyum saat ia turun dari pesawat. Ia disambut dengan keindahan panorama di sekitar bandara dengan salju yang turun siang itu.


Noureen menyatukan kedua telapak tangannya, lalu mengusap-usap nya." Kenapa? Apa kau dingin?" Tanya Cakra.


Noureen terlihat sedikit mengangguk. Kemudian meraih telapak tangan Istri dan mengambil sebuah sarung tangan di saku mantelnya." Kau melupakan ini."Cakra memasangkan sarung tangan di kedua telapak tangan istrinya.


"Apa sudah baikan." Sambung Cakra. Ia mendongak menatap Noureen yang Berdiri di depannya.


Terlihat Noureen kembali mengangguk."Terima kasih, mas." Ucap Noureen. Kemudian memeluk lengan kekar suaminya." Ayo, mas." Noureen kembali menarik tangan Cakra menuju pintu kedatangan.


Setelah mengambil kunci apartemen di lobi apartemen pada rekan kerja Cakra. Mereka lalu masuk ke dalam apartemen dengan Cakra menarik sebuah koper. Awalnya Cakra ingin menginap di hotel selama di Paris. Namun, Noureen mengusulkan agar mereka menyewa sebuah apartemen agar bisa lebih leluasa. Mendengar keinginan sang istri, Cakra lalu menghubungi salah satu rekan kerjanya yang ada di Paris. Beruntung ia memiliki apartemen yang tidak terpakai, jadi Cakra bisa menyewanya untuk sementara waktu selama mereka ada di Paris.


"Bagaimana?" Tanya Cakra saat pintu apartemennya terbuka.


"Bagus, Mas." Noureen berjalan masuk ke dalam apartemen dan langsung menjatuhkan tubuhnya tepat di kasur empuk yang ada di apartemen yang ia sewa. Hampir 17 jam ia di pesawat dengan tubuh yang Hanya setengah berbaring, membuatnya nyaman saat merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu.


Melihat Noureen yang merebahkan tubuhnya di kasur, Cakra perlahan berjalan mendekat dan duduk di sisi ranjang." Apa kau lelah?" Tanya Cakra. Tangannya bergerak mengusap pucuk kepala sang istri.


Noureen menggeleng." Tidak terlalu, mas."   


Cakra tersenyum mendengar ucapan Noureen. Tiba-tiba ide jahil muncul di otaknya." Jika kau belum terlalu lelah, bagaimana jika kita mandi bersama. sepertinya, mas. Membutuhkan pijatanmu." Ucap Cakra dan langsung menggendong tubuh Noureen, Noureen sempat memberontak, namun dengan cepat Cakra ******* bibir Noureen yang terlihat sangat mengoda. Saat mendapatkan serangan mendadak dari Cakra, mau tidak mau Noureen harus menurut. Dengan terpaksa ia mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami agar saat Cakra menggendongnya, ia tidak akan terjatuh.


Setelah mereka sampai di kamar mandi, Cakra menurunkan Naureen secara perlahan di bathtub kemudian mengisinya dengan air. 


Saat bathtub nya sudah terisi, Cakra kemudian menyusul Noureen dengan posisi duduk tepat di belakang Noureen. Setelah Cakra sudah duduk, ia lalu merebahkan tubuh Noureen tepat di dadanya sehingga sekarang posisi noureen sedang bersandar di dada sang suami.


"Mas."

__ADS_1


"Hmmm."


"Apakah kau tidak merindukan Devano." Tanya Noureen. Ia menusuk- nusuk dada Cakra menggunakan telunjuknya.


Cakra tersenyum." Aku juga merindukannya, sama seperti kau yang juga merindukan putra kita."


"Lalu mengapa mas tidak mengizinkan ku membawanya." Tanya Noureen. Ia mencebikkan bibirnya baru sehari meninggalkan Devano tapi rasanya ia sudah merindukan putra nya.


Cakra terkekeh mendengar ucapan Noureen." Apakah kau mengira aku tak menyayangi Devano?" 


Noureen mengangguk.


" Aku sangat menyayangi putra kita. Aku sengaja' tidak membawanya karena cuaca extrim yang selalu melanda kota Paris. Kau tahu sendiri bukan, putra kita pernah dirawat di inkubator, mengingat paru-parunya yang cukup lemah. Aku tidak ingin putra kita sakit, mengingat ia belum pernah merasakan cuaca kota Paris." Setelah mengucapkan itu Cakra lalu mencium pucuk kepala Noureen dan di ikuti anggukan olehnya.


Lama berendam, tangan Cakra mulai nakal. Ia mengabsen setiap inci tubuh Noureen. Melakukan pijatan demi pijatan di area tertentu yang membuat Noureen seketika meremang. Cakra tersenyum nakal saat mendengar erangan istrinya yang membuat sesuatu di bawah sana ikut bergejolak.


"Hmmm." Jawab Cakra yang masih fokus pada kedua benda itu.


Suara gemericik air yang keluar dari shower menyatu Dengan erangan kedua insan yang sedang di mabuk kenikmatan.


"Mas." Ucap Noureen saat Cakra memperdalam hentakannya." Mas, ah.." Noureen kembali bersuara saat kenikmatan merasuk di seluruh tubuhnya. Cakra ******* benda bulat itu sambil menghentakkan tubuhnya begitu kuat. Suara gesekan pinggul keduanya terdengar begitu nyaring tapi tak menganggu kedua insan yang sedang bercinta di bawah guyuran shower.


Suara gemuruh serta hujan deras dari luar apartemen tidak membuat kedua insya yang sedang di mabuk cinta di dalam toilet terganggu akan suara berisik dari luar apartemen, mereka dengan nikmatnya terus melakukan penyatuan. Entah mereka sudah melakukan penyatuan berapa lama seolah-olah mereka baru pertama kali melakukannya. Hingga rasanya kepuasan itu belum membelenggu jiwanya. Noureen harus ekstra sabar menghadapi Cakra, walaupun banyak drama, Naureen yang terus  menolak dengan alasan kelelahan. Namun Cakra dengan akal liciknya kembali membuat Noureen meremang.


***


Setelah menghabiskan waktu di toilet dengan banyak drama. Kini keduanya sudah di pantry. Dengan Noureen yang membawa dua gelas coklat panas dan Cakra yang duduk di kursi sambil tersenyum melihat Noureen yang kesusahan berjalan akibat ulahnya.


"Mas, coklatnya di minum dulu." Ujar Noureen. Ia terlihat Menunduk, mengingat tadi Cakra terus mempermainkannya di toilet.

__ADS_1


"Kenapa menunduk, apa kau masih mau lagi?" Ucap Cakra. Ia terus-menerus menjahili Noureen yang tampak malu. Selama pernikahan mereka, ini kali pertama ia melakukan penyatuan yang begitu nikmat. Cakra menjadikan Noureen ratu dan membawanya Terbang ke angkasa.


Mendengar ucapan Cakra, Noureen lalu mencubit perut suaminya.


"Sakit… ampun sayang." Cakra memohon dengan tersenyum.


Noureen melepas cubitannya."Sudah mas, jangan menjahili ku lagi." Seru Noureen. Ia memanyunkan bibirnya. Sebenarnya saat ini ia sedang malu. Mengingat tadi ia melenguh dengan mengucapkan kata cinta sambil meremas sambut suaminya.


"Tapi kau suka bukan? Buktinya kau terus mengila dan memintaku bekerja sangat keras." Ucap Cakra dengan tersenyum di depan wajah sang istri. Hal itu sontak membuat pipi Noureen merona. Noureen kemudian menunduk malu. Melihat bias Wajah Noureen yang memerah, Cakra lalu menarik Noureen dan mendudukkannya di pangkuannya.


Setelah mendudukkan Noureen di pangkuannya, ia lalu memeluk Noureen dari belakang. Mencium tengkuk Noureen kemudian berbisik." Aku sangat mencintaimu." Bisik Cakra di telinga sang istri. Lagi-lagi Noureen tersenyum mendengarkan ungkapan cinta dari sang suami. Tadi pada saat di kamar mandi Cakra juga tidak hentinya mengucapkan kata cinta di telinga sang istri dan hal itu bisa membuat Noureen terbang melayang.


Saat fokus berpelukan, tiba-tiba ponsel Noureen berbunyi. Ia kemudian bangkit dari posisinya dan berjalan ke nakas. Ia melihat ponselnya yang ternyata panggilan video call dari mama Ratna.


Dengan panik ia berjalan ke arah suaminya." Bagaimana ini mas?" Ucap Noureen. Pasalnya saat ini ia hanya memakai jubah mandi dengan handuk yang di lilit di kepalanya. Tidak mungkin ia mengangkat panggilan dari mama Ratna dalam posisi berpenampilan seperti ini. Bisa saja mama Ratna curiga jika anak dan menantunya habis melakukan penyatuan panas.


Melihat kepanikan sang istri. Cakra Dangan cepat meraih tubuh Noureen dan mengambil ponsel yang di pegang Noureen kemudian mengeser logo hijau yang ada di sana.


Noureen seketika membulat melihat apa yang di lakukan Cakra.


"Mas."bisik Noureen. Ia mengigit bibirnya saat wajah mama Ratna dan ayah Satrio beserta Devano muncul di layar ponselnya.


.


.


.


. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2