Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Tamu di Pagi Hari


__ADS_3

Karena kehamilan Kirana sudah memasuki Trimester kedua, Kirana memutuskan untuk cuti kuliah dulu, mengingat dirinya yang sekarang tidak baik baik saja.


Kirana bangun dari tidurnya dan merabah sekeliling tak ada Dia yang dicarinya.


matanya terbuka perlahan dan di kucek dengan pelan sesaat Arkana muncul dari pintu kamar mandi.


"Oh, Mas mandi rupanya" Kata Kirana


"Mas emang lagi mandi, kenapa apa Kamu baik baik saja? Kamu mau makan apa? nanti Mas buatkan"Uacap Arkana sambil mengelap keringat nya dengan handuk.


"Mau susu aja Mas" Jawab Kirana


"Ok siap Bumil" Jawab Arkana dan kedapur membuatkan Kirana susu.


Kirana bangun dan membersikan dirinya


Setelah Dua puluh menitan Dia pun selesai


saat Dia kembali dari kamar mandi ponselnya bunyi.


Drit ....Drit...


"Hallo Ma," Sapa Kirana


"Hallo Sayang, gimana kabarmu? baik kan?" Tanya Mama Kirana


"Baik Ma, Mama, Papa sama Kak Karina gimana?" tanya Kirana balik


"Baik sayang, Papa sama Karina lagi keluar Kota biasa lah sayang urusan pekerjaan, oh iya Cucu Mama gimana kabarnya?" Tanya Mama Kirana membuat Kirana terdiam


"Sayang, kok diam? kamu dan cucu Mama baik kan?" Sambung sang Mama


"Baik Ma," Jawabnya singkat


"Oh syukurlah, Mama akan menjenguk mu nanti, sudah dulu ya Sayang Bay" ucap Mama Kirana lalu mematikan ponsel nya.


"Tadannggg, Susunya sudah siap Mom" ucap Arkana


"Apa sih Mas, Mom Mom segala"Ucap Kirana sembari mengambil susu dari tangan Arkana


"Ngak Apa apa kan Mom, agar terbiasa nanti pas Anak Kita lahir" Kata Arkana diiringi senyuman manisnya


"........."Kirana


"Mas akan kekantor segera, Kamu baik baik ya di belakang Mas cari uang buat Buah hati Kita" Arkana mengelus perut Kirana yang sudah besar itu. lalu berjalan keluar Kamar setelah mengecup kening Istrinya dan Perut Kirana.


"Semangat kerjanya Daddy" Lirih Kirana membuat Arkana berbalik dan kembali memeluknya erat


"I Love You Mom" Ucap Arkana


"I Love You Too Daddy" Kirana mencium bibir Arkana sekilas


"Sana kerja ntar telat" sambung Kirana


Arkana pergi kekantor dengan mengendarai mobil nya sendiri. Sopirnya sengaja iya tugaskan untuk menghantar Kirana kemana pun saat Dia meminta nya.


******


Pintu utama Kirana berbunyi


Ting tong..

__ADS_1


Ting tong...


Ting tong..


Kirana menuju pintu lalu membuka pintunya.


"Eh, Bunda pagi pagi benar datang nya?" tegur Kirana.


Yang datang adalah Mertua Kirana bersama teman temannya.


"Bunda tadi ada arisan kebetulan lewat sini jadi mampir sama teman teman Bunda" Kata mertua Kirana


"Ayo masuk Bun" Kirana mempersilahkan Mertua dan temanya masuk


Mereka duduk di Sofa


kirana datang dengan minuman di baki dan memeberikan nya pada Mertua dan teman temanya.


"Duduk dulu sayang, kamu lagi hamil besar jangan terlalu kerja berat" Ibu 1


"Gimana Nah, sudah tau jenis kelaminya? atau sudah bisa gerak belun di dalam sana?" Tanya Ibu 2


"Ah, Iya Tante sudah. Kalau soal jenis kelaminya biar jadi rahasia" Jawab Kirana


"Heheheh iya juga sih suprise kan bagus"jawabnya


"Usia kandungan mu berapa Nak?"Tanya Ibu 3


"Enam Bulan Tante" Jawab Kirana


"Sehat selalu ya sayang"ucap nya lagi


"Bun, tenang aja Kirana akan kuat kok jagain cucu Bunda, hem percaya pada Kirana" Lirih Kirana


"Bunda akan pamit pulang ya Sayang, maaf Mama ganggu Kamu pagi pagi, jadi tamu dadakan deh" Ucap Mertua Kirana


"Ngak apa apa kok Bun" Jawab Kirana


Setelah Mertuanya pulang Kirana pun duduk di sofa, Matanya sembab air mata penuh mengenai pipi cabinya itu.


Seorang wanita di ambang pintuh melihat nya


"Sayang, Kamu kenapa? apa Arkana menyakitimu?kasih tau ke Mama"Ucap Mama Kirana berlari Ke arah Kirana


kirana memeluk Mamanya


"Mah, Kirana takut. Kirana harus bagaimana? apa yang harus Kirana lakukan?" Tanya Kirana Pada Mama nya itu


"Ada apa sayang? tolong kasih tau Mama" Tanya Mama Kirana


Kirana menjelaskan semuanya pada Mamanya tentang apa yang sedang Dia alami


"Mah, Kiran mohon Mama gak kasih tau Papa atau pun Mas Arka, Kiran gak mau mereka kepikiran" Pinta Kirana


"Tapi......."ucapan sang Mama di potong oleh nya


"Mah, Ku mohon, kali ini saja Mah pleases" Kirana menyatukan tanganya dan berlutu di hadapan Mama nya.


"Malang sekali nasip Mu Nak, Mama mau mengantikan Mu asal Kau bahagia Kirana, Mama baru bisa merasakan bahagia jadi seorang Ibu dan Istri tapi..."


"Mah, Kiran pasti kuat, Ingat Mama juga pernah kan seperti Kiran? jika Mama kuat Kiran pasti kuat, Kirang gak mau jadi Istri dan Ibu yang tidak baik pada Suami dan Anak ku nanti Mah" Ucap Kirana lalu memeluk sang Ibu.

__ADS_1


Seseorang sedang mendengarkan pembicaraan mereka di balik pintu.


Gadis itu menutup mukutnya dan menahan tangisanya saat mendengar semuanya.


Tangan nya meraih ponselnya dan mengirip pesan keseseorang


Β 


***Kak, Maaf Aku tidak bisa melanjutkan ini semua, Aku tidak bisa Kak. Sunggu Aku tidak bisa, terserah Kakak mau membunuh Ku atau pun memukuliku.Tapi saat ini Aku mundur dan tak ingin melukainya***"


Β 


"Maafin Aku Kirana," Ucap gadis itu lalu pergi


Kamar Kirana


saat ini mereka berbicara di kamar Kirana


"Bahkan untuk mengetahui perkembangan Bayi Ku pun tidak bisa Ma"Ucap Kirana


"Kamu jangan kawatir sayang, Mama akan membantu mu mencarikan Dokter yang lebih bagus biar bisa membantu mu" Kata Mama Kirana


"Bukan soal Dokter Mah, ini hanya ada dua pilihan, dan Kirana tidak menginginkan keduanya" Liri Kirana.


"Mama pulang dulu ya Sayang, nanti Mama kabari kamu lagi. Mamah ada urusan" Ucap Mama Kirana lalu pergi dengan tergesa


Hari sudah mulai beranjak sore, Kirana telah selesai dengan Aktifitasnya.Sejenak Dia mendudukan Dirinya di sofa ruang tamu nya sembari menunggui Arkana pulang dari kantornya, sesaat tanganya mengelus perutnya yang membesar air matanya menetes mengingat antusias dari Mertua dan Mama nya yang sangat ingin mempunyai Cucu. Pasalnya ini adalah cucu pertama dari kedua Keluarga besar ini.


"Sayang, Mamah sayang sama kalian Mama mau kita semua hidup bahagia tanpa ada yang pergi Sayang. Mamah sayang kalian


Mamah sayang Kalian dan Papah" ucap Kirana sembari mengelus perutnya


Arkana yang menatapnya di ambang pintu melihatnya dengan senyuman dan menghampiri Kirana


"Memangnya siapa yang akan pergi Sayang? kenapa berbicara seperti itu hah?" Tanya Arkana


"Eh, Mas!! sejak kapan disana?" Tanya Kirana


"Sejak Kamu mengelus perut Mu dan berbicara, oh ya apa maksudnya dengan kata Kamu? Apa ka Mereka Kembar didalam sana?" Tanya Arkana


"Mas mengagetkan Ku saja, iya Mas" jawab Kirana


"Ahhh, benar kah? Ini bukan mimpi kan Dek?" Tanya Arkana memastikan


"Iya Mas, Kamu senang gak?" Tanya Kirana dengan lirih


"Senang banget sayang makasih sayang sudah membuat ku sempurnah" Ucap Arkana lalu memeluk Kirana dengan erat


"Aku sudah tau jawabanya Mas, Aku tak akan mengecewakan mu Aku mencintai mu Mas" Batin Kirana


Maaf ya atas keterlambatan ku😭😭😭


Tugas kampus sama real life ku banyak


Jadi gak bisa update tepat waktu😩😩


Maaf membuat kalian parah readers ku menunggu lamahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Semoga kalian suka baca😊😊


TERIMAH KASIH SUDAH MEMBACAπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2