Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Rumah


__ADS_3

Kirana menahan rasa sakit akibat perlakuan Arkana yang menarik paksa tanganya.


"Arka!! lepasin, tangan ku sakit"liri Kirana


tak ada jawaban dari Arkana, dia terus menarik Kirana hingga masuk kedalam kamar nya lalu menguncinya dari luar.Dia kembali ke kekamarnya dan membawah kunci kamar kirana bersamanya.Kirana menangis tertegun mendapat perlakuan Arkana yang begitu kasar padanya,tangan terlihat memerah


Kirana Pov


apa apaan Dia?kenapa sangat kasar padaku,lagian apa peduli dia padaku?bukan kah dia tidak cinta padaku lalu apa pedulinya? dasar lelaki sama saja,selalu mau dia yang benar tidak peduli dengan perasaan wanita yang dia sakiti.


Kirana Pov end


Arkana kembali ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya membuat sahabatnya kaget dan menatapnya bersama.


Rahang arkana mengeras tanganya mengepal tak ada suara di ruangan mereka. Mereka hanya menatap satu sama lain.


"kenpa si lo Ka? tiba tiba kek gini, kesambet apa lu?" Tanya Bima


"betul tu,ngak ada angin, ngak ada ujan tetiba lu mendung" Arya


"ngomong apa si ni anak"Dito


"eh, dah mau sore gue sama yang lain balek dulu ya"Pamit Dito ke Arkana


Mereka semua keluar dari kamar Arkana langka Bima terhenti saat mendengar tangisan kecil dari kamar sebelah kamar Arkana


"bukannya tadi kamar ini terbuka?"gumam Bima lalu melanjutkan langkanya dan pulang.


Arkana Pov


Maafin gue Ki, gue ngak bermaksud kasar ke elo, jujur gue ngak tau kenapa gue bisa seperti ini ke elo, hati gue ngak terimah sahabat gue ngomong kek gitu ke elo, gue ngak mau kalau mereka lihat apa yang ada di diri loh kecuali gue, Gue harap lu mengerti.


Apa sih, kok gue jadi kek gini ke dia, bodoh ah gue mau tidur ngantuk gue.


Arkana pov end


****


Pagi pagi Arkana selesai berpakaian lalu turun dari tangga dan pergi menggunakan motor yang sempat Kirana pakai. kali ini dia mengenakan Jaket kulit dan perlengkapan seperti ingin melakukan balapan motor.


Kirana menatapnya dari jendela penuh tanya


"ishh,,, jahat banget kamu Ka, aku laper masa pintu ngak di buka terus aku makan gimana? kan aku belum mau mati"batin Kirana


Perut kirana berbunyi saat inj dia sangat lapar pasalnya dia hanya mengisi perutnya kemarin siang saat makan bubur bersama Arkana. Kirana mencoba mencari kunci cadangan kamar nya namun nihil, tak ada kunci satupun disana. Lalu dia mencoba untuk membuka pintu itu dengan paksa,namun dengan kagetnya dia saat ingin membukanya ternyata pintunya tidak terkunci.


"Arkanan!!!!!! awas kamu, akan ku kasih pelajaran yang setimpal padamun, huff jadi semalam gak di kunci sama dia?" gerutu Kirana,


"dasar manusia aneh, Tuhan ingin ku sentil ginjal suami ku itu"teriak Kirana


Lalu Kirana turun dan menyedu sebungkus mie lalu memakanya dengan lahap tanpa sisa


Saat ini perutnya sangat keroncongan


****


"Jadi apa taruhanya saat gue menang?"tanya pria itu yang tak lain adalah Arkana


"hahahaha, tenang saja gue jamin lo akan suka hadia nya"jawab pria


"gue harap ini yang terakir,gue tidak ingin balapan lagi"Ucap Arkana


Seseorang datang dari belakang dan memeluk Arkana dengan lembut dan berbisik di telinga nya dengan lembut.


"Aku merindukan mu Dear"bisik nya lembut


Arkana berbalik dan menatap pemilik suara itu.

__ADS_1


"Natasya!!! ini benar,,,ini,,,ini benaran kamu?"ucap Arkana gemetar


"hemm, iya....."Natasya belum selesai bicara Arkana menarik nya kedalam pelukanya.


"kamu kamana saja?apa kau tau?aku hampir mati karena mu,aku rindu kamu Nat"Ucap Arkana dengan nada sedikit gemetar.


"aku selalu di dekat kamu babe,bahkan selalu memperhatikan kamu dari kejauhan bersama Dia......"ucapanya terhenti saat Arkana mencium bibirnya sekilas membuat wajahnya merah merona.


"sekarang Gue siap untuk balapan Bro"ucap Arkana dengan semangat sembari mengengam tangan Natasya


"hahahaha, sorry bro, tidak ada balapan malam ini.Gue cuma kasih kejutan ke eloh,dia banyak cerita ke gue tentang lo makanya gue bantuin dia buat ketemu sama lo"jelas pria yang bernama Bimo


Arkana memeluk Natasya berkali kali lalu membawanya menaiki motor dan mengelilingi Ibu kota dengan terang rembulan


Rasa nya dunia hanya milik mereka berdua


Setelah nya itu Arkana mengantar Natasya pulang lalu balik ke rumah nya.


Sekarang tepat pukul 24:00 Arkana membuka pintu utama dengan pelan agar Kirana tak bangun,lalu berjalan menuju lantai dua di kamar nya, langkanya terhenti melihat pintu kamar Kirana menutup rapat, Arkana membukanya dan melihat Kirana tertidur pulas.Perlahan langkanya masuk dan mengangkat selimut kirana hingga dadanya


"selamat tidur Ki" ucapnya lembut lalu mencium pucuk kepala kirana dengan lembut


Saat ini Kirana belum tidur,dia sengaja menutup matanya pasalnya dari tadi dia menunggu dan menghawatirkan Arkana


Ingin sekali dia membuka matanya dan bertanya padanya dari mana saja dia seharian dan lagi wangi parfum di bajunya seperti wangi parfum wanita tidak seperti parfum yang dia pakai selama ini.


Arkana kembali ke kamarnya. Kirana bangun dari tidurnya dan mengelap air matanya


"ku harap kau akan jujur padaku suatu saat nanti, aku tak akan bertanya jika kau mencintaiku maka kau yang akan menceritakan nya padaku tanpa aku yang harus bertanya padamu"Batin kirana


****


Pagi itu Kirana bangun lebih awal dia menyiapkan sarapan setelah dia bersiap kekampus Di letakanya sebuah surat di atas meja lalu dia pergi keluar.


Arkana bangun dan membersikan dirinya lalu berganti baju, dua puluh menit selesai dia berjalan menuju kamar Kirana namun dia tak mendapati Kirana disana, Kemudia dia turun dan menuju dapur Nasi goreng sudah tersaji disana dengan sebuah surat kecil



Hari ini aku telat pulang juga,jadi jangan cari aku, aku mau kumpul bersama temanku untuk acara ulang tahun ku nanti malam


-Kirana-


Arkana mengangkat bahunya, lalu menyantap nasi goreng nya dengan lahap lalu berjalan kegarasi mengambil motor kesayanganya lalu pergi ke arah kampus.


****


"Ki,,"panggil Tasya


tak ada jawaban dari Kirana, melihat itu Arini dan Arina mengerutkan dahinya lalu mengoyangkan bahu Kirana membuat Kirana tersentak.


"ah,iya ada apa?"kirana


"harusnya kita yang nanya lo kenapa?"tanya Arini


"ada apa?lo lagi ada masalah?cerita sama kita" pinta Arina


Kirana menceritakan semuanya pada mereka apa yang terjadi padanya termasuk pernikahanya dengan Arkana.


"apa!!!!jadi lo udah nikah sama senior belagu itu?"Pekik Arina


"isshh,,,Na bisa ngak kamu ngomong nya pelan"pinta Kirana


"ya, maaf Ki"


"terus lo kenapa curiga sama dia?"tanya Arini


"apa lo mencintai dia?"tanya Tasya

__ADS_1


Di balas anggukan Kirana


"oh Tuhan, Ki lu tau ngak, dia punya cewek dan dia itu sayang banget sama dia"Arina


"Karina maksud kamu?"Kirana


"bukan Ki, tapi katanya dia tu sempat keluar negeri gitu,dan akan balik bentar lagi"jelas Tasya.


"pliss,,lo jangan sedih ini kan hari ulta lo dan lagi gue ngak mau sahabat gue ini sedih di hari ulta nya" Arini


"kita sudah setaun bersama dan gue kali ini liat lo gak semangat,pokonya kita harus happy happy hari ini ok" Ucap Tasya


"ya udah gue lapar,kantin yuk"ajak Arina


Mereka berjalan kekantin bersama,kirana berjalan sambil dengarkan percakapan mahasiswa yang lain disana.


"lo mau ngak datang di pesta ulang tahun sekolah nanti?"gadis 1


"mau dong,lo danteng sama cowok lo kan?"tanya yang 1 lagi


"iya dong"jawab yang lain


Mereka tiba di kantin, seperti biasa Kirana duduk di meja kebesaran mereka kirana bertemu pandang dengan Arkana yang sedang tersenyum padanya namun Kirana tak membalasnya dan memilih memesan makanan. Seseorang datang mendekati mereka.


"hai, maaf ya aku gangu kalian"suaranya lembut


"ah,tidak apa apa kak,ada apa?ada yang bisa di bantu?"tanya Kirana


"nanti malam ada acar ulang tahun kampus dan semua mahasiswa hadir di acara ini,aku memberikan undangan pada kalian jangan lupa datang ya"katanya dengan nada yang lembut


"iya iya iya kak pasti kami akan datang"Ucap Tasya


"gila, cantik banget tu cewek,manis lagi"Arina


"iya,pasti banyak yang suka,oh ya karena hari ini aku ulta aku yang akan membayar makanan kalian"ucap Kirana


"asikkk di traktir kita" ucap mereka.


Kirana menatap gadis yang memunggunginya saat ini yang sedang menghampiri Arkana.


"Hai Ka,Bi,Dit,Ya"ucapnya dengan nada lembut


"hai Nat"jawab mereka bersamaan


"Ka, datang ngak ntar malam?Kamu sama siapa?"tanya Natasya


Arkana menatap Kirana yang sedang menundukan wajah nya


"Datang sama aku aja ya,soalnya aku sendirian"pinta Natasya


"tapi...."Arkana


"tak ada penolakan,ok"Natasya


"baik lah"jawab Arkana


Mendengar itu tangan Arkana mengepal dan menatap Arkana tajam.


Kirana menahan rasa sakit dalam hatinya, bukan karena Natasya tapi karena saat ini hari ulang tahunya bahkan tak ada yang Arkana ucapkan padanya meskipun hanya sebuah ucapan


Kirana mengambil tasnya lalu berlari kearah gerbang dan keluar dari area kampus, Arkana menatapnya dengan sendu dia tau saat ini pasti Kirana sedang tidak mood.


Bima ingin menyusulnya namun di tahan oleh Dito dan Arya.


Kepanjangan ya?πŸ˜€πŸ˜€ngak pp deh biar kalian bacanya enak


Jangan siders ya Reader kasih masukan atau apa gitu yang kurang biar bisa aku perbaiki

__ADS_1


Terimahkasih jangan lupa Like,komen dan simpan jadikan favorit kalian😊😊


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2