Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 179. season 2


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Amelia dan Devano di Bali. Pagi-pagi sekali mereka berdua keluar dari hotel. Mereka berdua berniat membeli oleh-oleh untuk kerabat mereka.


"Mas, apa ini bagus."tanya Amelia saat melihat gantung kunci.


"Terserah kamu saja, ambil saja semua yang kau inginkan." Balas Devano tanpa menoleh pada Amelia.


Amelia menaikkan alisnya sambil bernafas panjang dan membuangnya saat tak mendapatkan respon dari Devano.


Devano keluar dari toko oleh-oleh, menerima panggilan dari seseorang.


"Halo ada apa Cristin?" Tanya Devano.


"Kau dimana, bolehkah kau datang ke sini sekarang, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu."


Devano terlihat berpikir lalu menoleh pada Amelia yang sibuk memilih pernak pernik di Tokoh itu.


"Bagaimana ya? Aku sedang menemani Amelia memilih oleh-oleh." Elak Devano.


"Kau lebih memilih Amelia dari pada aku? Hah?"


"Bukan begitu." Ucap Devano.


"Tapi apa?"


Devano menarik nafas panjang." Baiklah aku akan kesana sekarang." 


"Terima kasih, honey."kata Cristin.


"Iya.'


"Aku tunggu honey. By, ummmwwah." 


Devano mematikan ponselnya lalu kembali masuk ke dalam toko pernak-pernik.


"Mel."


"Hmm, ada apa?" Amelia menoleh.


"Sepertinya aku tidak bisa menemanimu berbelanja, aku ada urusan dengan Cristin sekarang. Kau belanja sendiri ya." 


"Baik." Amelia tersenyum


"Ya sudah, aku berangkat." Ucap Devano lalu meninggalkan Amelia.


Amalia menatap nanar kepergian Devano, ia terlihat tersenyum kecewa. Entah kenapa Dadanya terasa sakit setiap kali Devano bertemu dengan Amelia.


"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya pelayan toko.


"Ah iya." Amelia tersendat.


"Tolong bungkus ini, ini , ini dan terakhir gantungan kunci ini." Kata Amelia.


"Ini saja Bu.?"


"Ya itu saja."

__ADS_1


Setelah karyawan itu pergi meninggalkan Amelia, Amelia mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di sana lalu mengambil ponselnya Menhubungin seseorang.


"Hallo."


…..


……


"Baik."


Amelia berjalan ke kasir, lalu membayar barang belanjaannya.


"Nanti ada seseorang yang kesini mengambil barang ini. Tolong anda barikan padanya." Ucap Amelia


Karyawan itu mengangguk.


Amelia berjalan keluar dari toko, pikirannya sangat kalut. Amelia lalu berjalan Menuju pantai. Dia tidak berniat pulang ke hotel karena ia berpikir untuk apa ke hotel di sana dia akan sangat kesepian karena devano pergi bersama cristin.


Saat Amelia sibuk dengan menendang pasir putih yang ada di bibir pantai. Dia mendengar seseorang yang sedang tertawa.


Amelia menoleh ke sumber suara. Di sana Amelia melihat Devano dan cristin sedang berlari sambil saling mengejar.


Devano terlihat bahagia begitupun Cristin. 


Amalia mundur, dia memutuskan kembali ke hotel. 


Amelia berjalan memasuki hotel, sesampainya dia di hotel, Amelia duduk disisi tempat tidur. Wajahnya terlihat sangat sedih, entah kenapa Dadanya terasa sesak, padahal kemarin dia menyetujui keinginan Devano untuk bercerai.


Tidak mau terlalu memikirkan Devano, Amelia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Amelia kembali berjalan ke tempat tidur. Amelia memutuskan untuk tidur, dia tidak mau memikirkan tentang Devano lagi.


Amalia tersenyum miris saat melihat postingan Devano beberapa menit lalu bersama dengan cristin.


"Kau sangat bahagia. Tidak masalah jika kau ingin bersama dengan cristin, aku tidak apa-apa." Kata Amelia lalu memejamkan matanya.


***


"Mel." Panggil Devano. Dia mendudukkan tubuhnya di samping Amelia yang tertidur.


"Hemm." Amelia mengerjap lalu membuka matanya.


"Kau sudah pulang, mas?" Amelia bangkit dan mendudukkan tubuhnya di ranjang.


"Heem baru saja." 


"Jam berapa kamu pulang? Apa semua yang kau inginkan sudah kau beli?" Tanya Devano.


"Sudah mas." Balas Amelia.


Devano bangkit dari kasur lalu berjalan ke kamar mandi.


"Mas." Panggil Amelia saat Devano akan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ada apa, Mel?"


"Kau sangat cocok dengan cristin. Semoga suatu saat nanti kalian berjodoh." Ucap Amelia

__ADS_1


Devano tersenyum." Tentu. Tapi aku ingin menyelesaikan masalah kita dulu sebelum aku melangkah bersama dengan cristin."kata Devano.


Amelia tersenyum kecut.


Keesokan harinya Devano beserta Amelia sudah di bandara, mereka akan kembali ke Jakarta.


"Mel." Panggil Devano saat mereka duduk di kursi tunggu.


" Ada apa mas?"


"Aku harap kau tidak menceritakan pada mommy tentang pertemuan kita dengan cristin." Kata Devano.


"Iya, mas. Aku tidak akan menceritakan semuanya pada Daddy dan mommy." Pungkas Amelia.


"Terima kasih, Mel." ucap Devano.


"sama-sama, mas."


Tut...Tut...Tut...


ponsel Amelia berbunyi, Amelia mengangkat panggilannya.


"assalamu'alaikum, hallo, Mel."


"wa'alaikum salam, iya, saya Amel. siapa yah?" tanya Amelia.


"apa kau masih mengenal suara ku?" tanya orang yang ada di seberang sana.


"siapa, aku tidak mengenal mu."


"aku Vino, putra papa Haris." ucap Vino.


"maaf aku sampai lupa, apa kabar vino?" tanya Amelia.


"baik. aku baru saja tiba di Jakarta, om Adrian mengajakku berkerjasama dengan perusahaannya." balas vino.


"bagus donk, kau bisa mengajariku juga mengurus perusahaan." kata Amelia.


"pasti aku akan mengajarimu."


"terima kasih, vin."


"sampai bertemu di Jakarta."


"iya, Vin. sampai bertemu."Amelia mematikan ponselnya lalu memasukkannya ke dalam tas.


"siapa?" tanya Devano.


"anak paman Haris, dia kesini untuk mengajak Daddy bekerja sama dengan perusahaannya."kata Amelia.


Devano terlihat menganggukan kepalanya.


"apa kalian dekat." tanya Devano.


"iya. Kami sangat dekat, lumayan lama dia tinggal di Indonesia dan daddynya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2