
Assalamualaikum, mah." Ucap Cakra setelah mengangkat panggilannya.
Wa'alaikum, Cakra." Jawab mamah Ratna. Mereka tersenyum geli melihat penampilan anak dan menantunya yang hanya mengenakan bathrobe.
"Ada apa, mah?" Tanya Cakra dengan mengeratkan pelukannya pada sang istri.
"Kau sedang tidak sibuk kan?" Tanya Mama Ratna. Pasalnya saat ini ia melihat Noureen dan juga Cakra hanya menggunakan bathrobe. Jelas saja mama Ratna tau apa yang baru saja mereka lakukan.
"Tidak kok, mah. Kami baru saja akan memulai berguling-guling di kasur tapi mamah sudah mengganggu."
Mendengar ucapan Cakra sontak membuat mama Ratna dan papa Satrio tersenyum geli.
"Mas, apa-apaan sih mas. Ngomongnya ngaco begitu." Ujar Noureen kemudian mengambil ponselnya dari tangan sang suami dan berjalan ke arah sofa.
"Mah, semua yang dikatakan mas Cakra, semuanya tidak benar."seru Noureen.
Melihat kelakuan anak dan menantunya. Mamah Ratna hanya mengelengkan kepalanya.
"Ya sudah kalian lanjutkan saja. Next mamah telpon lagi." Pungkas mama Ratna dan langsung mematikan ponselnya.
Saat ponsel di tangan Noureen mati, matanya seketika membulat dan langsung menoleh ke arah Cakra." Mas, ponselnya di matikan." Ujar Noureen dengan memanyunkan bibirnya.
" Tidak apa-apa, sayang. Biarkan saja." Seru Cakra.
"Tapi, mas. Aku ingin berbicara dengan Devano.." seru Noureen.
Cakra lalu berdiri dari kursinya dan langsung berjalan ke arah Noureen dan mendudukkannya tubuhnya di sana.
"Nanti saja kita menghubunginya kembali, mamah pasti paham kok. Kita kesini untuk honeymoon. Wajar saja jika kita melakukan itu." Pungkas Cakra dengan santainya.
__ADS_1
"Melakukan apa mas?" Potong Noureen lalu mengambil bantal kursi yang ada di sofa kemudian memukuli sang suami.
"Ampun Reen, ampun." Cakra terkekeh saat Noureen terus memukulnya menggunakan bantal. Setelah Noureen cukup lelah ia menyimpan bantal kursi itu. Namun beberapa detik kemudian tubuhnya terasa melayang. Ternyata Cakra kembali menggendongnya menuju ke ranjang." Apa yang mas inginkan." Tanya Noureen.
Cakra tersenyum nakal, kemudian berucap." Aku akan mengulang apa yang baru saja kita lakukan di kamar mandi."
Mendengar ucapan sang suami, sonta membuat mata Noureen kembali Membulat. Ia terus mencari cara agar suaminya melepaskannya. Namun dengan beribu alasan Cakra kembali bisa mengkukung tubuh Noureen.
Suara gemuruh serta derasnya hujan di luar apartemen tidak membuat Sepasang suami istri yang sedang melakukan aktivitasnya panasnya terganggung akan suara dari luar. Tubuh yang tak berpenghalang serta keringat yang bercampur menjadi satu menenggelamkan keduanya di dalam kenikmatan yang luar biasa yang mereka rasakan saat ini.
Serangan demi serangan yang Cakra layangkan membuat Noureen terbang kelangit bahkan menembus ke langit ketujuh. Hentakan demi hentakan yang di lakukan Cakra serta ******* di kedua benda bulat itu membuat Noureen meremang.
"Ah." Noureen kembali meremang saat Cakra kembali ******* benda bulat dan bermain pada bulatan kecil yang terletak di tengah bulatan itu.
"Mas." Noureen kembali memanggil dengan suara yang cukup membuat semangat Cakra kembali bangkit.
***
Dengan perlahan Noureen bergerak, menjauhkan tubuhnya yang saat ini tak berpenghalang. Tubuhnya benar-benar terasa remuk. Entah sudah berapa kali Cakra melakukan. Pria itu seperti tidak ada puasnya. Seharian ini ia terus mengungkung tubuh Noureen di bawah tubuhnya.
Setelah tubuhnya terlepas dari Kungkungan Cakra. Perlahan ia berjalan Menuju kamar mandi berniat membersihkan tubuhnya setengah itu ia akan memasak makan malam untuk mereka berdua. Sebenarnya Noureen bukannya pelit sampai harus memasak untuk mereka. Bukankah ia bisa memesan dari luar. Memang benar, memesan dari luar lebih praktis. Mungkin karena saat ini ia berada di negara orang. Ia belum mengenal kota Paris sebelumnya. Ini kali pertama ia menginjakkan kakinya di sini dan ia tidak tahu bagaimana memesan makanan. Saat ini Cakra sedang tertidur. Noureen bisa saja membangunkan sang suami agar memesan makanan untuk mereka berdua. Tadi Noureen memang mempunyai niat seperti itu. Tetapi ia urungkan keinginannya mengingat saat ini Cakra sedang tertidur dengan sangat pulasnya dan mau tidak mau ia harus memasak agar perutnya yang saat ini keroncongan segera terisi dengan sepiring nasi hangat.
Hampir sejam Noureen berkutat di dapur. Mengiris bawang, memecahkan telur, kemudian menggorengnya menjadi omelet. Setelah itu, ia mengambil sebuah Kaleng makanan instan, yang berisi ikan dan saus di dalamnya. Setelah itu, ia kembali mengiris bawah kemudian memasukkannya ke dalam wajan dan diikuti menumpahkan semua isi kaleng itu kedalam panci. Tak lama, pergerakannya terhenti saat sebuah lengan kekar sudah memeluk pinggangnya. Tadi saat Noureen sibuk memasak, Cakra terbangun dari tidurnya saat mencium aroma sedap dari arah pantry, Cakra kemudian membuka matanya lalu menoleh ke samping. Noureen sudah tidak ada disana. Cakra tersenyum dan perlahan bengkit dan langsung berjalan menuju pantry.
"Kau masak apa?" Tanya Cakra ia memeluk Noureen dari belakang dan sesekali ia memberi kecupan di pundak sang istri.
"Aku hanya memasak omelet dan sarden, hanya kedua bahan ini yang ada di kulkas." Pungkas Noureen.
"Tidak masalah, apapun yang kau masak akan terasa nikmat jika tanganmu yang meraciknya."
__ADS_1
Mendengar pujian dari sang suami. Lagi-lagi pipi Noureen bersemu.
"Mas, kau Terlalu sering memuji Ku." Protes Noureen namun di dalam hatinya ia sedang bersorak.
" Mas, kau duduk saja di meja. Makanannya akan segera matang." Titah Noureen.
"Begini saja sayang. Mas senang melihat mu masak."
"Tapi mas, aku kesusahan bergeraknya jika mas terus saja memelukku." Pungkas Noureen.
Mendengar ucapan sang istri, mau tidak mau Cakra harus mendengarkan ucapan Noureen. Dengan terpaksa ia melepaskan tangannya dari pinggang sang istri kemudian berjalan ke arah meja makan.
Saat Cakra sudah mendudukkan tubuhnya, Noureen menoleh ke belakang." Menurutkan bagus, mas." Ejek Noureen pada sang suami dan kembali fokus memasak.
Setelah semua masakannya telah siap. Noureen kemudian menatanya di atas meja. Lalu mengambil makanan untuk Cakra. Mereka menikmati makanannya dengan nikmat tanpa ada protes sama sekali.
"Terima kasih, sayang." Ujar Cakra setelah menghabiskan makanannya kemudian meminum air yang ada di gelas hingga tandas.
Noureen tersenyum. Kemudian mengangguk." Sama-sama, Mas."
"Oh iya, malam ini kau ingin keluar?" Tanya Cakra.
Noureen menggeleng. "Aku ingin beristirahat saja, mas. Tubuhku sangat lelah. Seharian ini, kau menguras banyak tenaga ku." Noureen berucap dan kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
Cakra tersenyum mendengar penuturan istrinya. Ia kemudian bangkit dari kursinya dan pamit untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih.