
Bima membantu Kirana bangun dan Arkana menarik tangan orang itu lalu memegangnya dengan keras,ia tak perduli akan kesakitanya saat ini.
"sekali lagi lu sentuh Kirana gue ngak akan tinggal diam,gue akan beri perhitungan sama elo"ucap arkana penuh penekanan.
"oh, sekarang lu belain jalang rendahan macam dia? he,,selera lu renda juga Ka"ucap Gadis itu dengan nada sinis.
plakk
Satu tamparan mendarat di pipi gadis itu.
Bukan Arkana yang melakukanya.
"sekali lagi lu ngomong kek gitu,gue akan bikin bonyok muka lo,gue gak peduli lo anak siapa,kalau menyangkut sahabat gue,lu hati hati gue bikin remuk tulang belulang lu"Arina
"na, sudah jangan bikin masalah,lo tau kan dia siapa?dia senior kita dan lagi dia anak yang punya kampus ini"ucap tasya menenangkan Arina
"lo berani nampar gue?liat aja gue akan beri perhitungan sama lo semua"ucap nya lalu pergi
Kirana berdiri di bantuh oleh Bima lalu di antar kekelas oleh sahabatnya.
"gila ya,tu anak seenak jidat aja maen siram,darah tinggi gue"Arina
"udah Na, ngak usa di perpanjang lagian ini baju aku dah kering kok"Kirana
"tetap aja harus di kasih pelajaran,jangan karena akan yang punya sekolah seenaknya gitu"Arina
"tapi tau ngak? tadi si Kak Dito mandangin Arina kagum tau ngak"Arini
"apa si lu Ni" Arina Malu malu
Jam kuliah terakir tidak masuk mereka semua pulang.Arkana menunggu Kirana di parkiran sama seperti janji nya pagi tadi
Kirana bersama sahabatnya menuju parkiran
Dari jauh seseorang mengintai mereka.
"stop"ucap Tasya
"aduh,,,,,,"pekik mereka saat jidat berbenturan
"apa si Tas?"tanya Arini
"tu lihat"menunjuk kearah Arkana
"acieeeee,,,yang di tungguin,,,,ehemm ehemm
Boleh dong di bagi pajak jadianya"Ledek sahabat nya itu
"hus,,apa si kalian aku kan cuama......"kirana belum menyelesaikan perkatanya di potong oleh Arkana
"Kiran,,,sebelah sini"Arkana melambaikan tanganya yang di balas anggukan
__ADS_1
"udah sana pulang kita juga mau pulang nih"teman temanya mendorongnya kedepan
Lalu kirana berjalan menuju Arkana
****
Di mobil
Tak ada perbincangan antara mereka hening seperti tak berpenghuni,suara musik yang samar samar terdengar di telinga Kirana.Pandanganya terus tertujuh pada langit di luar sana yang nampak cerah meskipun hari sudah mulai sore.
Arkana sesekali melirik kearah Kirana
Dan Kirana menyadarinya tapi pura pura tidak tau.
Dari kaca spion mobil Arkana melihat sebuah mobil hitam dari tadi tengah mengikutinya meskipun jaraknya sedikit jauh tapi selama perjalanan dia merasakan seperti di Ikuti. Arkana memandang Kirana dengan sendu.hingga tiba di rumah mereka hanya diam di perjalanan.
***
Kirana memasuki kamar lalu bergegas kekamar mandi membersikan diri lalu turun kedapur memasak untuk makan malam mereka berdua,pembantu rumah tangga mereka sedang pulang kampung.
Arkana masuk kekamarnya sesekali tanganya mengusap wajanya dengan kasar.
***Arkana Pov**
Siapa dia? apa yang dia inginkan sebenarnya? kenapa dia ngikutin mobil gue,atau jangan jangan dia orang yang dulu yang ingin mencelakai gue? arrrrggghhtt ,,,Sialan, apa maunya tu orang kenapa selalu menggangu keluarga gue,,
Arkana Pov end*
Suara teriakan Kirana terdengan keras di telinga Arkana.
"cempreng banget si"gerutunya
"iya,iya gue turun"sambung nya
Setelah dua puluh menit Arkana turun
Kirana mengambilkan makanan ke piringnya lalu memberikan kepada Arkana
"terimah kasih"ucap Arkana
"hemm"Kirana
"kemarin malam siapa yang antarin lu?"
"gak kenal"jawab Kirana
"lain kali kalau ngak kenal jangan mau ikut,lo hubungi gue aja biar gue yang jemput"Pinta Arkana
__ADS_1
"tapi kan...."
"ngak ada tapi tapian,gue suami lo jadi lo harus dengerin gue titik"jelas Arkana membuat Kirana merona saat ini
Kata katanya membuat Kirana seakan ingin terbang, Berarti saat ini dia sudah di akui oleh Arjana tinggal membuat dia jatu cinta saja padanya.
Mereka selesai makan malam,Arkana kembali kekamar nya dan Kirana membersikan piring kotor terlebih dahulu
****
Kirana berlari kecil menuju kamar tidurnya dan melompat serta membaringkan tubuh nya disana
"duh, pegal banget badan ku,seperti sudah mengerjakan beban berat"gumam Kirana
Mengambil ponselnya dan menatap walpaper yang menjadi layar depan Ponselnya itu,nampak seorang bayi mungil tengah berbaring disamping seorang wanita.
"bunda, Kiran rindu bunda,gimana kabar bunda?apa bunda sudah bertemu dengan Ayah? bunda tolong kasih tau Ayah, aku ini anak bunda sama ayah kan?tolong bilangin sama Ayah aku sangat rindu padanya,tanyakan padanya putri nya merindukanya,,hiks,,,hiks,,,hikks" Tangisan kirana tak terbendung Kirana menangis tertegun mengingat kenangan bersama Ayahnya.
Plang.....
Suara batu yang menghantam kaca.
Membuat Kirana menghentikan tangisanya lalu berjalan menuju kaca jendela kamarnya di lihatnya batu yang terbungkus kertas putih disana tertera di atas lantai, kirana buru buru membuka kain jendela dan mendapati Pria dan seorang wanita tengah memandang keArah nya dengan tatapan tajam.
Kirana berteriak histeris membuat Arkana bangun dan berlari kekamarnya.
"lo kenapa?apa yang terjadi?"taya Arkana yang melihat Kirana mematung
Pasalnya saat kecil kirana pernah mendapatkan hal serupa seperti itu tapi dia mendapatkanya saat berada di kamar Ayahnya.Tatapan Pria itu tak asing bagi Kirana.Arkana mengoyang kan bahu kirana hingga kirana sadar.
"lo kenapa?apa yang terjadi?kenapa kaca jendela lo peca?"tanya Arkana
Mendengar Arkana berbicara Kirana berlari kepelukan Arkana dan memeluknya erat sembari menangis.
"aku takut,,aku takut dia datang lagi"ucap kirana dengan gemetar
"dia siapa?maksud lo apa?"tanya Arkana Memastikan
"kertas itu dan batu itu juga lelaki itu datang lagi,tolong lindungi aku"Ucap Kirana dengan mengeratkan pelukanya pada Arkana
"lo tenang dulu,ada gue disini,jangan takut gue akan lindungin lo dari siapa pun"ucap Arkana menenagkan Kirana lalu melepaskan pelukanya
Arkana berjalan menuju jendela dan mengambil batu berbungkus kertas lalu membukanya kagetnya diaembaca tulisan itu.
Rupaya kau telah mempunyai yang baru,apa kau tak mengingat akan diriku?atau kau sudah lupa dengan kita?oh aku harap kau tak melupakanya dengan mudah sayang,aku tau dia dan aku akan membunuh nya sama seperti dia yang lalu dengan mu.Hahahahaha bersenag senang lah dulu dengannya sebelum aku kembali dan membawah masalah besar pada mu dan juga keluarga mu hahahahah aku akan menuntaskan semuanya.Paman mu harusnya bertanggung jawab tapi dia sudah mati duluan dan sekarang tinggal kau dan kedua orang tua mu juga gadis baru mu itu hahahahahah...
Tangan Arkana mengepal rahang nya yang tegas mengeras membuat kirana bingung menatapnya
"kau lagi?datanglah akan ku buat kau menyesali semua nya tua bangka,dendam bodoh apa yang kau balas? bahkan keluarga ku tak membuat atau merebut apa pun dari mu,aku akan ikuti permainanmu"Batin Arkana
***Hehehhe up lagi aku.ngak pp kan😊😊
__ADS_1
Semoga suka ya jangan lupa komen dan likenya
Terimahkasih🙏🙏🙏***