Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 75


__ADS_3

Pagi ini Cakra melajukan mobilnya keluar dari kediamannya. Rencananya  pukul sepuluh nanti ia ada janji dengan beberapa team dokter yang menangani Noureen.


Cakra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membela jalan ibukota. Saat ia sibuk menyetir, ponselnya tiba-tiba berdering.


Ia kemudian mengambil Earphone dan menyisipkannya ke telinga, lalu memencet tombol kecil yang ada di sana.


"Iya, Lex? Ada apa?tanya Cakra, saat menjawab panggilan dari asistennya


"Bos. Baru saja prof. Arifin mengabarkan, jika pesawat yang akan ditumpanginya mengalami delay selama dua jam. kemungkinan ia baru akan sampai di Indonesia sekitar pukul 12 siang," tutur Alex. Yang saat ini berada di Bandara menunggu kedatangan dokter subspesialis kandungan yang akan memimpin persalinan Noureen.


"Baiklah! kalau begitu kau kabari seluruh team dokter, jika pertemuannya kita tunda selama lima jam,"pinta Cakra.


"Baik tuan!" Lanjut Alex. Lalu mematikan panggilannya.


Setelah cakra mengakhiri panggilannya. Ia lalu memutar arah mobilnya menuju ke perusahaannya.


Tiga puluh menit berkendara, akhirnya Cakra sampai di parkiran perusahaan. Ia lalu membuka sabuk pengamannya kemudian keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Sesampainya di depan ruangannya. Sinta lalu menghampiri Cakra.


"Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda."ucap Sinta yang saat ini sedang berdiri di hadapan Cakra.


"Siapa? Apa sudah ada janji sebelumnya?" Tanya Cakra.


"Belum, pak,"jawab Sinta.


"Baiklah, Suruh dia masuk ke ruangan ku sekarang. Oh iya, cancel semua rapat hari ini. Aku ada janji dengan team dokter yang akan menangani persalinan Noureen."ucap cakra. Lalu berjalan masuk ke dalam ruangannya. Meninggalkan Sinta yang masih setia berdiri di sana.


***


Seorang pria berwajah tampan dan bertubuh kekar, masuk kedalam ruangan Cakra. Setelah beberapa saat yang lalu ia dipersilahkan masuk kedalam ruangan petinggi perusahaan itu.


Ia berjalan masuk menuju kursi yang tepat berada di depan meja Cakra. 


"Selamat siang tuan Cakra," sapa orang itu sambil tersenyum.


Seketika Cakra mengalihkan tatapannya ke sumber Suara. Senyumnya seketika mengembangkan mendapati pria yang saat ini berada di depannya adalah Candra. Adik sepupunya yang saat ini menetap di Singapura.


"Apa kabar, bro?" Tanya candra lalu saling mengadu kepalan tangan. 

__ADS_1


"Baik, bro," jawab Cakra membalas kepalan tangan Candra. Lalu mempersilahkan Candra untuk duduk di kursi yang berada di depannya.


Candra kemudian duduk lalu menyandarkan tubuhnya ke belakang. Netranya fokus melihat-lihat isi ruangan Cakra.


Cakra berdiri dari kursinya. Berjalan ke arah kulkas mini yang ada di ruangannya, kemudian mengambil minuman kaleng untuk Candra. Lalu kembali duduk ke kursinya.


" Sepertinya, Lo makin sukses aja bro," ucap Candra. Netranya masih melihat-lihat isi ruangan Cakra.


"Ngak juga, bro. Ini masih punya bokap,"jawab Cakra merendah. Lalu Tersenyum sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"ngomong - ngomong ada angin apa yang membuat lo datang kemarin? ,"tanya Cakra the point.


"Gue, berencana ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan Lo, gue akan membuat perusahaan di Indonesia." Jawab Chandra masih menyandarkan tubuhnya ke belakang lalu Menyeruput minuman kaleng yang diberikan Cakra padanya.


Cakra mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ok, nanti gue pertimbangkan ajakan lo."


" Gue tunggu kabar baik dari lo.


"Siap, bro.


"Karena urusan gue udah kelar, gue pamit dulu. Gue ada janji dengan seseorang, kapan-kapan gue kemari lagi." Chandra berdiri dari kursinya. Menubrukkan kepalan tangannya pada Cakra lalu melangkah keluar dari ruangan pemilik perusahaan itu.


***


Pria paruh bayah yang memakai kacamata hitam lengkap dengan tas jinjing kecil di tangannya yang usianya kira-kira 45 tahun itu berjalan keluar dari dalam bandara.


Ia berhenti tepat di pintu kedatangan. Terlihat ia mengeluarkan ponsel dari tasnya lalu menghubungi seseorang.


Tak lama terlihat Alex datang menghampirinya. Mereka bersalaman. Setelah itu Alex lalu mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil.


Ya beliau prof. Arifin. Dokter yang akan memimpin persalinan Noureen Nantinya.


Disisi lain.


Cakra yang baru saja masuk kedalam mobilnya. Melaju meninggalkan parkiran kantornya menuju ke rumah sakit Medistra Jakarta, untuk melakukan pertemuan dengan team dokter terbaik, yang dipilih Cakra untuk persiapan persalinan sang istri.


Sesampainya Cakra di rumah sakit, ia lalu membuka sabuk pengamannya kemudian keluar dari dalam mobilnya.


Ia berjalan masuk ke lobi rumah sakit. Terlihat Alex datang menghampiri Tuannya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa semuanya sudah siap?" Tanya Cakra. Ia berbicara dengan wajah dingin.


"sudah siap, tuan! semuanya sudah menunggu, anda!"


"Baiklah!"


"Silahkan, tuan" Alex mempersilahkan tuannya untuk berjalan terlebih dahulu.


Sesampainya mereka di lantai tiga. Alex kemudian membuka pintu ruangan yang sudah disewa Cakra khusus untuk melakukan pertemuan dengan team dokternya.


Saat pintu terbuka, Cakra lalu berjalan masuk. Semua dokter yang ada di sana seketika berdiri. lalu bersalaman dengan Cakra.


Cakra kemudian duduk. Dan mulai berbicara.


"Sebelumnya saya berterima kasih kepada pak dokter dan ibu dokter yang sudah berkenan hadir dan mau berbaik hati untuk menangani masalah serius pada kandungan istri saya. Untuk tidak membuang waktu ada baiknya kita mulai sekarang."


Seketika semua dokter mengangguk dan mulai membuka buku rekam medis milik Noureen dan mulai berdiskusi dengan beberapa dokter yang ada disana, termasuk dokter urologi. Dokter spesialis yang menangani masalah kesehatan pada sistem saluran kemih.


Cakra lalu bertanya kepada dokter Arifin.


"Bagaimana, dok? Apa persalinan istri saya akan baik-baik saja," tanya Cakra.


"Maaf, pak. Setelah saya membaca dengan seksama. dari hasil USG fetomaternal istri anda. sepertinya ada kemungkinan besar rahim istri anda akan rusak dan harus diangkat setelah bayi anda lahir, itu disebabkan karena ari-ari atau pembuluh darah Tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim istri anda. Satu lagi, pak. Dokter menjeda ucapannya.


"Ada baiknya bapak mempersiapkan diri bilamana terjadi kemungkinan buruk yang nantinya akan diterjadi oleh ibu Noureen."


"Kemungkinan buruk apa, dok?" Tanya Cakra. Wajah terlihat serius menunggu jawaban dari sang dokter.


"Koma, dan lebih parahnya. istri anda akan kehilangan nyawanya,."


Mendengar itu, Seketika wajah Cakra memerah. Emosinya naik ke ubun-ubun, nafasnya memendek. Ia lalu berdiri. tangannya lalu memegang kedua kerah kemeja Dokter Arifin.


"Coba ulangi lagi ucapan, mu. Berani sekali kau berbicara seperti itu."


Seketika dokter Arifin terdiam.


Alex dan semua dokter yang ada disana berusaha melepaskan tangan Cakra yang saat ini menarik kerah kemeja Dokter Arifin.


"Sabar, pak! semua tim dokter akan berusaha menolong ibu Noureen. Ibu Noureen pasti baik-baik saja."ucap Alex menenangkan atasannya

__ADS_1


Mendengar itu Cakra lalu melepaskan tangannya. Ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan menangis meraung-raung.


Semua dokter yang ada di sana ikut iba melihat kondisi pria tampan yang saat ini menangis karena takut kehilangan sang istri.


__ADS_2