
Setelah mendapatkan jalan menuju kebawah sana, Arkana dan yang lainya turun dan tinggal Natasya dan Karina disatas sana.
Arkana terburu buru turun dan mendapati Kirana sedang menahan tangisanya sambil memegang switer pemberian Arkana di bawah pohon itu.
"Arkana,, kami dimana? aku takut tolong aku"lirih Kirana.Membuat Arkana yang menatapnya tak bisa menahan air matanya
"Kirana" Panggil Arkana membuat Kirana mendongakan kepalanya menatap Arkana yang sedang berdiri di hadapanya.tanpa aba aba Kirana berdiri lalu memeluk Arkana erat tangisanya peca saat Arkana membalas pelukanya denga erat dan membenamkan Kitana di dalam dada bidangnya.
"Aku tau, kamu pasti datang.Aku tau kamu pasti datang Ka" Kata katanya terus terulang dari mulut Kirana membuat Arkan menyudahi pelukanya lalu memegang kedua pipi Kirana lembut.
"Aku sudah janji kan sama kamu, aku akan jagain kamu Ki, jadi jangan pernah kawatir Arkana akan selalu menjaga Kirana" Ucap Arkana menenangkan Kirana
Setelah Kirana tenang mereka kembali keatas lalu berjalan kembali ke penginapan.
"gue tau ini semua pasti kerjaan lo kan?"tanya Karina pada Natasya di selah perjalanan pulang
"maksud kamu apa? aku ngak ngerti."Natasya pura pura bertanya kembali
"hebat ekting lu, salut gue pantesan aja Arkana kelepek klepek sama lu, ternyata pandai juga berdrama" Ejek Kirana
"ngawur kamu, aku gak ngerti maksud kamu"elaknya lagi
"boleh saja lu ngelak, tapi gue ngak akan biarin lu sentuh Kirana mulai detik ini" ancam Karina
"hemm, lu belum tau gue Karina" Batin Natasya
Malam ini Arkana sengaja tak tidur, iya ingin menjaga Kirana Dia ingin ada disampingnya saat membutukan sesuatu
Arkana dan Kirana duduk di depan penginapan. mereka duduk Berdua sambil menatap langit penuh bintang.
"eh, ada bintang jatuh ayok buat permohonan kata orang dahulu kalau ada bintang jatuh kita bisa buat permohonan dan akan di kambul kan" kata Kirana dengan polos
"baiklah" Arkana mengangkat Tanganya lalu menutupi mata mereka berdua dengan tangan Arkana.Membuat Kirana cepat menutup matanya. Setelah selesai mengucapkan permohonan nya Arkana membuka matanya dan mendapati Kirana masih menutup matanya. Arkana mendekatkan wajahnya kewajah Kirana, bisa di rasakan oleh Kirana deruan nafas Arkana saat ini membuat Nafas Kirana berhembus tak karuan saat ini, darah nya berdesir keras mengalir seperti sedang ada tekanan janting nya berdetak dengan kencang saat benda lembut itu menyentuh bibirnya lalu melumatnya dengan lembut. Sadar tak ada balasan dari sang empunya bibir Arkana mendiamkan geraknya dan hanya menempelkan Bibirnya di binir Kirana sangat lama. Natasya sedari tadi melihat mereka menahan Amarahnya ingin rasanya dia mengantikan posisinya Kirana saat ini. Pasalnya selama berpacaran dengan Arkana tak pernah dia rasakan hal seperti itu jika bukan dia yang memancing Arkan terlebih dahulu.
Saat ini Natasya mengetahui bahwa Kirana bukanlah sepupu Arkana melainkan Istri Arkana itu lah sebabnya dia ingin menyingkirkan Kirana.Dan lagi Natasya saat ini sudah di putuskan oleh Arkana saat dia mendapati Natasya sedang berduaan bersama Seorang pria tua di sebuah kamar hotel beberapa hari yang lalu saat dia pergi mencarikan hadia Eniversary kesatu tahun mereka.
"Kirana,,,"panggil Arkana lembut
"hemm" Jawab Kirana
"aku mau ngomong, boleh kan?" tanya Arkana lagi
"boleh Ka" jawab Kirana
"tapi, aku mau nanya dulu,harapan kamu tadi apa?" tanya Arkana
__ADS_1
"hehee ada deh rahasia"Jawab Kirana
"kamu apa?" tanya nya balik
"permohonan ku, semoga apa yang kamu inginkan terkabul" Jawab Arkana
Waja Kirana merona mendapat jawaban itu
"Rasanya ingin sekali bicara kalau aku menginginkan kamu mencintai ku Arkana, hanya itu ingin ku" Batin Karina
"tadi mau ngomong apa?" tanya Kirana
"sebenarnya aku itu........."ucapan Arkana terpotong saat Natasya datang menemui mereka
"ehmm,,, lagi apa kalian?"tanya Natasya
Mendapatkan tatapan sinis dari Arkana
Sedang kan Kirana memilih mengengam lengan Arkana dan menyembunyikan dirinya di balik bahu Arkana.
"Ki, giama keadanmu? lain kali hati hati ya. Nanti bisa jatuh lagi dan berbahaya kan" ucap Natasya
"........."tak ada jawaban. Tak tega melihat Kitana seperti itu Arkana membawabya kedalam dan menyurunya untuk tidur karena besok mereka akan kembali kejakarta
"Ka, kamu kanapa mutusin aku dan menjauh dari aku? kamu sudah ngak cinta sama aku?" tanya Natasya
"sudah tidak lagi, banhkan setelah kamu pergi perasaan ku pun ikut hilang bersamamu" jawab Arkana ketus
"apa karena Kirana? kenapa wanita itu muncul diantara hubungan kita" kesal Natasya
"jangan pernah kaitkan Kirana dalam masalah ini. Dia tidak ada hubunganya dengan ini semua ngerti kamu" jawab Arkana lalu berniat pergi namun di tahan oleh Natasya lalu membalikan badan Arkana dan melumat Bibir Arkana dengan paksa dan dengan sejuat tenaga membuat Arkana kewalahan, memang benar Saat Arkana dengan Natasya dia tak bisa mengendarikan dirinya, meskipun memberontak tetap saja akan terbuai dengan perlakuan Natasya. Di balik pintuh Kirana menahan tangisanya.
"memang tak ada gunanya mengaharapkan dia, aku capek, apa aku pergi saja biar Arkana bahagia dengan Natasya" gumam Kirana lalu pergi untuk Tidur
Di luar sana
"Natasya!!! hentikan, aku sudah menikah, dan kamu urusi saja Orang tua itu" bentak Arkana
"apa kami mencintai Kirana? jawab Aku Arkana apa kamu cinta sama dia? aku yakin kamu tidak cinta sama dia" balas Natasya
"iya gue cinta sama Kirana, dan gue ngak tau sejak kapan tapi gue sangat mencintai dia, Kirana sudah merubah semuanya di diri gue, dia membuat hubungan gue dengan orang tua gue membaik dan dia datang memberi warna di hidup gue pusa kan lo" bentak Arkana lalu pergi meninggalkan natasya yang membeku mendengar jawaban Arkana
******
Mereka semua bersiap siap untuk kembali
__ADS_1
setelah serangakian kegiatan mereka pun jalan kaki menuju jalan besar selama 5 jam lamanya lalu menaiki bus terus kebandara dan langsung kejakarta
Sore ini Arkana dan Kirana tiba dia Rumah
Kirana masuk kedalam kamarnya dengan cepat tanpa melihat kearah Arkana
"kenapa si tu anak?" batin Arkana Lalu berjalan ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya disana karena kecapean jalan
mereka tertidur hingga jam 21:00
Kirana bangun karena perurnya terasa lapar
Kirana bangun dan membersikan dirinya lalu turun memasak.
Kirana mengambil beberapa bahan makanan lalu mulai membuat makan malam. Otak nya terus mengulang kembali kejadian di tempat kamping mereka antara Arkana dan Natasya
Sesekali iya mengusap air matanya dengan tangan yang selesai mengupas bawah merah
Matanya perih sehingga tak bisa melihat tanganya yang sedang memotong cabai saat ini. Sedari tadi Arkana menatapnya dengan bingung di belakang nya. pasalnya Kirana terus terisak saat itu. Tiba tiba
"Ahhhhh,tangan ku, aduh gimana ini huaaaa" kawatirnya
Arkan menarik tanganya lalu membersikanya dia air mengalir lalu mengambil kotak P3K lalu membakut luka di tangan Kirana dan membasuh mata nya sehingga Kirana bisa melihat sekarang.
"kamu Mikir apa si?kenapa bisa keiris tangan nya?" Tanya Arkana
"ngak apa apa, lagian apa peduli mu"Ketus Kirana
"apa katamu? apa kamu pikir aku tidak kawatir? bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?" kawatir Arkana
"kawatirkan saja Natasya, itu lebih penting untuk mu kan" jawab Kirana
Membuat Arkana marah lalu membanting kain di hadapan Kirana lalu pergi kekamarnya.
"mengapa dia marah? harusnya aku yang marah padanya, dasar playboy, tidak pernah puas dengan satu wanita" gerutu Kirana
"dasar bodoh kau Kiaran, gue cintanya sama lo"batin Arkana sembari mengacak rambutnya kasar
Sampai sini dulu yaπ
Maaf untuk cap sebelumnya yang ke up dua kaliπππ
Selamat membaca semoga sukaππ
Terimahkasih atas masukanya dan saranyaππππ
__ADS_1