Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 45


__ADS_3

Baru saja Cakra mendekatkan bibirnya, Alex tiba-tiba masuk. Seketika Noureen dan Cakra terperanjat kaget. Noureen lalu menunduk malu, sedangkan Cakra menatap tajam ke arah asisten.


" Lex kamu punya sopan santun tidak, main masuk saja," ucap Cakra menatap tajam asisten.


" Maaf tuan, sejak tadi, saya sudah mengetuk, tapi tak ada sahutan dari dalam, saya mengira tak ada orang tuan," ucap Alex menunduk takut.


" Baiklah, aku maafkan, lain kali jangan diulangi lagi, berkasnya simpan saja dimeja, nanti akan aku tandatangani." Ucap Cakra pada asistennya.


" Trimakasih tuan." Ucap Alex menunduk sambil berjalan ke meja kerja milik Cakra. Setelah menyimpan berkas, Alex kemudian berjalan ke arah pintu, lalu berhenti sejenak.


" Saya permisi tuan," ucap Alex berpamitan pada tuannya.


" Silahkan." Ucap Cakra pada asistennya, tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah sang istri.


Setelah Alex keluar, dan pintu tertutup, Noureen seketika bersuara.


"Tuh kan mas, dilihat orang, aku kan jadi malu," ucap Noureen sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Seketika Cakra meraih tubuh sang istri dan memeluknya. " Sayang, kamu tidak usah malu, kantor ini milik ku, tidak ada yang berani. Apa perlu aku menciummu di depan semua karyawan ku." Ucap Cakra sambil terkekeh.


Noureen lalu mencubit kecil lengan Cakra.


"Aww, aww sakit sayang," ucap Cakra mengusap lengannya yang sakit akibat cubitan Noureen.


" Awas saja, kalau mas berani," ucap Noureen mengancam dan menatap tajam kearah Cakra.


Bukannya takut, Cakra malah terkekeh melihat tatapan sang istri. Ingin rasanya Cakra menyerang Noureen saat ini juga.


" Mas kunci pintunya dulu, aku takut ada yang datang kemari dan melihat kita. Cakra lalu berjalan ke arah mejanya, dan mengambil remote control yang ada disana, dan memencet salah satu tombol yang ada disana, seketika pintu ruang itu terkunci. Cakra lalu membuka jasnya dan Menggantungkannya di kursi kebesarannya.


Cakra lalu kembali menghampiri Noureen, dan tanpa aba-aba, Cakra lalu mengangkat tubuh Noureen ala bridal style menuju kamar tidur yang ada di ruangannya.


" Mas," ucap Noureen terperanjat kaget. Noureen kemudian melingkarkan tangannya di leher Cakra. Saat tiba di depan lemari, tiba-tiba saja lemari itu bergeser. Terlihat sebuah kamar yang hampir mirip dengan sebuah kamar hotel. Cakra kemudian membaringkan Noureen dikasur, ia kemudian menindih tubuh Noureen dan mencium bibir merah bak delima yang membuatnya sangat merasa Candu akhir-akhir ini. Noureen membalas ciuman Cakra, lama kelamaan ciuman yang awalnya biasa berubah menjadi panas.


Entah kenapa Noureen terlihat lebih bersemangat dan lebih agresif dari sebelumnya. Lama berciuman Noureen melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Cakra dan melemparkannya.

__ADS_1


Cakra tersenyum melihat tingkah Noureen. Dan akhirnya pakaian keduanya entah mendarat Kemana. Cakra kemudian ******* pay*d*ra Noureen, dan Mel*matnya, suara des*han terdengar memenuhi ruangan itu. Puas dengan d*a buk*t k*nyal yang menjadi area terfavoritnya, kini Cakra berpindah ke l*her, ia mengec*p kecil di sana membuat tanda kem*rahan di lek*kan leher sang istri. Cakra lalu turun ke area p*ha Noureen, ia menge*up dan menepuk-nepuk paha Noureen membuat tanda ke*erahan di sana. Puas melakukan pemanasan, kini Cakra bangkit dan melepas cela*a yang ia kenakan. terlihat sebuah benda tegak lurus berdiri ke depan, Mata Noureen berbinar sempurna ia meneguk ludahnya. Cakra lalu memposisikan tubuhnya di*tas Noureen, dan dengan pelan ia mulai m*masukkan benda tegak lurus itu ke dalam g*a milik sang istri. Dengan pelang Cakra mulai menaik turunkan tubuhnya. D*sahan demi d**ahan lolos dari mulut Noureen, lama melakukan akhirnya mereka mencapai p*ncak. Cakra mengakhiri aksinya. biasanya ia melakukan dua sampai tiga ronde, tapi kali ini cukup sekali saja, ia takut melukai janin yang ada di kandungan sang istri.


***


Di Luar ruangan, Alex, asisten Cakra hendak masuk kedalam ruangan untuk mengambil berkas yang di antarkan Alex tadi, tapi saat mengetuk pintu, ruangan atasannya terkunci. Sinta yang berada di meja dan Alex yang berada di depan ruangan saling pandang dan keduanya tersenyum. 


Alex menggelengkan kepalanya. ia sudah bisa menebak apa yang dilakukan tuannya di dalam, sampai harus mengunci pintu. Alex Pun tak mau ambil pusing, ia tidak ingin mendapatkan teguran lagi, dan akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali ke ruangan kerjanya. sedangkan Sinta kembali kemejanya untuk mengerjakan beberapa jadwal pertemuan atasannya.


.


.


.


Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote karena di awal bulan dan diakhir kisah author akan bagi-bagi hadiah menarik, untuk dukungan terbanyak. cek @pengumuman di atas☝️


 

__ADS_1


__ADS_2