Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Aku yang akan pergi


__ADS_3

Hari sudah pagi, matahari telah terbit dari timur. Arkana berdiri mendekati jendela kamar rawat Kirana dan menyingsingkan kain jendela sehingga cahaya matahari masuk dan menyinari kamar itu.


"Sayang, mataharinya sangat cerah hari ini.Semoga membawah berkah untuk Kita"Ucap Arkana


Arkana menyeduh kopi dan meminumnya disamping sang istri.Di pandanginya wajah mungil Kirana sangat pucat disana.


"Maafka Aku Kirana, Maafkan Aku"Lirih Arkana


"Apa Kau tau Ki? Aku tidak mengharapkan Kamu untuk sadar, bukan karena Egois tapi karena tidak ingin Kamu merasakan sakit yang kesekian kalianya, Aku tidak ingin Kamu kecewa dan membenci Ku Kirana Aku tidak ingin itu terjadi, Tapi jika seperti itu Aku sangat Egois jika tak membiarkan mu sadar.


tolong katakan padaku Kirana Apa aku salah jika seperti ini? Aku hanya tak ingin keluarga kecil kita menjadi korban atas kesalahan ku Pada mu dan kedua anak kita Aku tidak ingin itu terjadi Kirana"Isak Arkana


"Dasar egois, Kamu hanya memikirkan perasaan Mu saja, tanpa memperdukikan bagaimana perasaan ku Arkana? Aku bersumpah tak akan memaafkan Mu Arkana ingat Aku tidak akan memaafkan mu"Batin Kirana


"Aku ingin sekalih berkata jujur padaMu tapi aku takut,saat Kamu sadar Kamu akan pergi meninggalkan ku Kirana dan untuk itu Aku tak akan membiarkan nya, Maaf jika aku egois tapi ini yang terbaik. Lebih baik kamu tetap seperti ini dari pada kamu menyaksikan semuanya, suatu saat aku akan menceraikan Rani dan kembali padamu ya sayang, Kamu jangan kawatir semuanya akan baik2 saja, Aku hanya perluenikahi Rani sampai dia melahirkan Anak Ku saja setelah itu Aku akan menceraikan Dia"Arkana


Kirana menahan tangisanya dalam hati


Rasanya tak percaya orang yang begitu lembut dan penyayang bisa bisanya mengatakan hal seperti itu dengan entengnya


mempermainkan sebuah pernikahan dengan janji suci nya di hadapan Pendeta terlebih Tuhan.


"******** Kamu, Dengan mudahnya Kamu berfikir seperti itu? Apa ikatan pernikahan menurutmu sebuah permainan?


Aku benci Kamu Arkana, Aku benci" Batin Kirana


Arkana mendapatkan panggilan dari Ayah nya


Pasalnya hari ini adalah hari pernikahan nya dengan Rani.


"Sayang Kamu disini ya? Aku akan kembali dan menyelesaikan urusan penting dulu


Maafkan aku sayang Aku mencintaimu"ucap Arkana sembari mencium kening Kirana.


Arkana pergi dari kamar Kirana.


Kirana menatapnya dengan seksama


Saat Arkana telah pergi sepenuhnya Dia pun bangun dan mengunci Kamar nya dari dalam


Isakan tangisnya tak terbendung lagi, Kata kata Arkana masih terngiang di kepalanya membuat Kirana terjatuh dan tersungjur di lantai. Hati istri mana yang tahan melihat Suami yang sangat Dia cintai menikahi wanita lain dengan alasan karena khilaf.


Saat ini Kirana tertidur di lantai kamar nya


Gedoran pintu kamarnya membuat Dia terbangun sesaat Dia mendengar suara dari luar.Sura yang tak asing baginya yaitu suara sahabatnya Arina


"Ki, buka pintunya, Kamu didalam kan? Kamu kenapa? ini Arina Ki buka pintunya"Ucap Arina pelan


Dengan tubuh gemetar Kirana bangun dan meraih knop pintu itu lalu di buka namun sebelum terbuka Kirana terjatuh untung saja Arina menahanya.


"Ki, Kamu kenapa? badan mu lemas sekali apa yang terjadi? Arkana kemana? kenapa dia ninggalin Kamu sendirian disini?" Pertanyaan itu terus keluar dari bibir Arina


"Ar, bawah Aku pergi sekarang juga"pinta Kirana

__ADS_1


"Apa Ki?" tanya Arina memastikan


"Bawah Aku pergi jauh dari sini, ketempat yang sangat jauh Aku ingin pergi sejauh mingkin Ar"Lirih Kirana


"Kamu tenang dulu ya, Aku disini Aku akan ada buat Kamu jadi jangan takut"Ucap Arina menenangkan Kirana


"Tolong bawah Aku pergi, nanti akan keceritakan alasanya untuk saat ini bawah saja Aku Ar plis---"Kirana


"Aku akan bantuin tapi, Kamu mau kemana?"Tanya Arina


"Gak tau kemana tapi bawah saja menjauh dari mereka semua" Pinta Kirana


"Ok, Ikut Aku Kita akan pergi ketempat dimana mereka tak akan menemukan mu"Arina


"Tapj tunggu dulu, Anak anak mu gimana"Lanjut Arina


"Mereka di rumah, Kita akan menjemput Mereka dan membawah mereka bersama ku"Pinta Kirana


"Ki !!! Kamu gila ya? mereka kan dirumah Mu sekarang, masa iya Kita kesana sama saja Kamu akan beritahu Mereka kalau Kamu sudah sada--" Arina


"Mereka tidak di rumah, mereka pergi kerumah Rani"Kirana


"Rani? Siapa Rani?" Tanya Arina


"Kita keluar saja dulu nanti Akan ku ceritakan" Kirana


Mereka bedua keluar dari rumah sakit itu dan menujuh lobi rumah sakit lalu pergi menujuh rumah Kirana dan Arkana


Kirana memasuki rumah mereka dan mendapati Putra dan putrinya itu sedang tidur dengan lelap. Air mata Kirana mengalir dengan deras disana.


"Sayang, Ini Mommy nak, Mommy kangen kalian berdua, saat ini Moomy datang mau bawah kalian bersama Mommy ya Nak, Kita akan pergi jauh dari sini kita akan hidup bertiga untuk selamanya" Ucap Kirana


Karena Kirana mendengar suara orang dari kamar mandi Dia pun dengan cepat membereskan baju baju dari anak nya yang di bantuh oleh Arina. Setelah selesai mereka berdua pun pergi dari sana menujuh rumah Arina sebelum pergi ke tempat tujuan mereka.


*****


Suster yang menjaga Anak Arkana keluar dari kamar mandi.


"Halo sayang sayanh nya mbak, waktunya minum susu, Ayok bangu--un"Mata nya membelalak saat kedua Anak itu tak ada di box bayi nya.


"Ya Tuhan mereka kemana? pencuriiiii Iran kemarilah" Dia memanggil Prt Arkana


"Itu, mereka berdua,,,, mereka,,,mereka--"Ucapnya dengan lata


"Mereka kenapa? apa yang terjadi?" Tanya Ira


"Mereka hilang, cepat hubungi nyonya Tua" Suruh Ira.


******


Arkana sudah duduk di kursi menunggu Rani keluar agar pernikahan mereka segera di lakukan. Pikiran Arkana tidak tenang


Pikiranya tertujuh pada Kirana dan kedua buah hatinya itu.

__ADS_1


Suara deritan ponsel sang Ibu membuat lamunan Arkana tersadar.


"Ada apa Ira?" Jawab Rania


"Apa !!!!Kenpa bisa seperti itu? kalian berdua dimana?"Rania


"Astaga kalian kenapa bisa seteledor ini hah?'Rania


"Ada Apa Bun?apa yang terjadi? kenapa Bunda sangat kawatir?"Tanya Arkana


"Anak anak mu Ka, Mereka hilang Ira dan yang lainya sedang mencari di rumah"Jelas Rania sembari meneteskan air matanya


"Apa maksudnya ini Bund? Bunda bercanda kan? ini gak mungkin kan?"Arkana


Suara ponsel Arkana berbunyi


"Halo, Iya Saya sendiri" jawab Arkana


"Apa!!! tolong jangan bercanda seperti ini Sus, istri saya sedang koma mana mungkin Dia hilang dari sana."Arkana


"Baiklah Kami akan kesana sekarang"Arkana


Saat Rani datang Arkana tiba tiba pergi manmun di tahan oleh Rani.


"Ka mau kemana? ini acaranya akan di mulai


Pernikahan Kita akan di mulai"Rani


"Hentikan semua ini, Aku tidak akan menikahimu dan kamu tidak menjadi istri ku atau menjadi ny Arkana wijaya tidak akan,


Terserah apa pun yang akan kau lakukan Aku tidak akan peduli, Istri dan Anak anak ku lebih berharga dari dirimu" Ucap Arkana penuh penekanan pada Rani


Setelah itu Arkana dan kekuarganya pergi dari kediaman Rani.


Rani yang mendapatkan perlakuan itu merasa sangat marah dan menyumpai Kirana


Sesaat setelah nya Bima masuk dan mendatangi Rani.


"Dasar wanita jalang, Kamu menjebak Arkana atas kehamilanmu ini demi untuk menikahin Arkana? sunggu luar biasa jahat wanita seperti mu ini, Kau mengunakan Anak ku untuk kepentinganmu ini? dasar jalang"Ucap Bima


Tangan kekar itu melayang di pipi Rani


Plak........


Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya sehingga bekas tangan disana.


Halo Aku kembali😊😊


Lagi ada waktu jadi up dehπŸ˜‰πŸ˜‰


Maaf ya kalau gajeπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2