
Β
Hari demi hari Kirana dan Arkana lewati, Saat ini Kandungan Kirana sudah berusia Tujuh Bulan. Pagi itu Kirana dan keluarga besarnya disibukan oleh acar Tujuh Bulanan kehamilan Kirana, tamu berdatangan ke kediaman Arkana Wijaya. Kirana disana bersana dengan para Ibu berbincang sedangkan Arkana bersama dengan para Bapak.
Β
"Gimana kabar Mu Nak?" Tanya Mertuanya
"Baik Bun, Bunda gimana kabarnya?" Tanya Kirana balik
"Bunda juga baik, oh iya nih tadi teman teman Bunda datang kerumah Mereka kasih ini untuk Deby Mu" Memberikan hadianya
"Jeng, senang yah Kamu dapat Cucu pertama langsung kembar" Ucap Ibu 1
"Iya Jeng, bersyukur banget sekali dapat langsung Dua" Jawab Mertuanya
Ibu Kirana menatap Kirana dengan lekat, tak ada raut wajah bahagia yang di dapatkan di wajah Putrinya itu jika tersenyum pun itu hanya paksaan agar yang lain tak mencurigainya. Kirana tak bisa menyembunyikan perasaan nya saat ini
Mertua Kirana datang dari dapur dan membawah jus dan memberikanya pada Kirana.
"Sayang, ini Bunda buatin jus buat Mu kata dokter Kamu harus rajin minum Jus dan makan makanan yang sehat biar Anak Mu sehat terus" Kata Mertua Kirana
"Makasih Bun," Kirana meminumnya
"Cucu Bunda akan baik baik saja Bunda, jangan kawatir" Batin Kirana
*****
Hari sudah mulai sore, acara Tujuh Bulanan kehamilan Kirana sudah selesai Keluarga Kirana dan Arkana pun pamit untuk pulang
"Sayang, Bunda pulang ya besok Bunda akan kesini jenguk kamu.Jaga kesehatan Mu" Ucap mertua Kirana
Ibu Kirana maju dan memeluknya erat
"Jangan kawatir Sayang, Mama ada untuk Mu Mama akan selalu doakan untuk kebaikan Kalian, Mama tau Kirana kuat" Bisik sang Ibu di selah pelukanya
"Aku kuat kok Mah, Mama tenang aja ya" Balas Kirana
"Jangan nangis hem, ayok senyum" Ucap Ibunya
Setelah semuanya berpamitan Mereka pergi dan tinggalkan Kirana dan Arkana berdua.
"Capek Dek?" Tanya Arkana
"Gak Mas" Jawab Kirana singkat lalu kekamar
Arkana mendudukan Dirinya di atas sofa ruang tamu dan menyandarkan kepalanya.
"Huf capek sekali hari ini" Batinya
DI KAMAR
Kirana mengambil handuk nya lalu ke kamar mandi untuk membersikan Dirinya. Arkana pun sudah di kamar dan berbaring di sofa sejenak menunggu Kirana selesai membersikan diri lalu Dirinya.
Kirana berendam di kamar mandi menenangkan pikiranya yang sedang bergulat di dalam kepalanya saat ini.
__ADS_1
***KIRANA POV
Apa yang harus Ku lakuakan? bicara sejujurnya atau harus tetap sembunyikan semua ini Tuhan, satu sisi Aku masih ingin hidup lebih lamah, disisi lain Aku tidak bisa mengorbankan Mereka untuk kepentingan Diri ku, Mereka bahkan belum melihat dan merasakan kehidupan di dunia ini. Tuhan Aku harus apa? kenapa Engkau memberikan ujian seberat ini untukku Tuhan, Aku ingin hidup bahagia di masa yang akan datang bersama dengan Anak anak ku dan juga Suami ku
Hiks....Hiks....Hiks.... Aku harus bagaimana?
Β
Kirana Pov end***
Β
Arkana merasa Kirana telah lama didalam kamar mandi. Arkana berdiri dan mengetuk pintu kamar mandi
"Dek, kamu baik baik aja kan didalam sana? kenapa lama sekali?" Tanya Arkana
Tak ada jawaban dari sana Arkana mencari kunci cadangan lalu membuka pintunya itu
Di dapatinya Kirana sedang duduk dan murung disana.
"Kamu sakit Dek?" Tanya Arkana membuat Kirana terkejut
"Ah, gak kok Mas sejak kapan disana?"Tanya Kirana
"Dari tadi Mas ketuk pintu tapi Kamu gak jawab, jadi Mas buka aja langsung takut terjadi apa apa sama Kamu dan Anak kita"Kawatir Arkana
"Aku ngak kenapa napa kok Mas"Jawab Kirana
"Ya udah ayok keluar, ntar masuk angin Kamu",ajak Arkana
Arkana menuntun Kirana keluar dari kamar mandi.
"Ada apa sih Dek, Mas perhatikan akir akir ini Kamu seperti bukan Kirana yang Mas kenal? apa yang Kamu sembunyiin dari Aku Ki?"Batin Arkana.
Dua puluh menitan berlalu Arkana selesai dengan aktivitas nya lalu naik keatas tempat tidurnya. Kirana memanggilnya agar Arkana lebih dekat padanya menyandarkan kepalanya di dada bidang sang Suami, sesekali Arkana memijat kepala Kirana dengan pelan membuat Kirana berada dalam suasana santai saat ini.
"Dek, Mas boleh nanya gak?" Tanya Arkana
"Boleh Mas, nanya apa emang?"Tanya Kirana balik
"Apa yang ada di hati Kamu keluarkan semua, unek unek Mu keluarkan saja" Pinta nya
"Maksudnya apa? Aku gak ngerti Mas" Bohong Kirana
Memegang dagu Kirana membuatnya menatap manik mata Arkana.
"Mas kenal Kamu Dek, Selama beberapa bulan ini Mas ngerasa ini tu bukan Kamu loh, berasa kek Kamu yang dulu itu hilang"
"Kirana gak ngerti Mas, seriusan" Mencoba mengelak
Arkana menghela nafas nya kasar
"Jangan bohong, ceritakan ada apa? Aku ini Suami Kamu, jadi apapun yang terjadi Aku harus tau" Kata nya
"Benaran Mas, gak ada apa apa. Masa gak percaya sama Aku" Elak Kirana menutupi sedih didalam hatinya.
__ADS_1
Arkana terdiam, Kirana mengambil posisi duduk dengan susah paya lalu mengengam tangan Suaminya itu.
"Apa pun yang terjadi semuanya akan baik baik saja, Mas jangan kawatir Aku baik baik saja kok hem" Kirana berusaha menenangkan sang Suami
"Aku tau kamu bohong Kirana, Aku bisa lihat dari pancaran matamu kau tidak bisa berbohong padaku" Batin Arkana
Arkana mengelus pucuk kepala Kirana dan menata Kirana yang sudah tidur pulas dalam pelukanya.Tangan Arkana mengengam rambut yang sangat banyak yang memasuki cela cela tanganya. Dia keluar dari kamarnya lalu mengambil ponselnya dan menekan satu nama disana.
Bundah itu lah yang ingin dia hubungi.
***Via telvon
"Hallo" Ucap Arkana saat telvon tersebut terhubung
"Hallo Sayang, ada apa telfon Bunda malam malam gini?" Tanya sang Ibu
"Bun, mau nanya. Emang kalau lagi Hamil rambut gampang berguguran gak sih?" Tanya Arkana
"Iya dong sayang, Bundah pas ngandung Kamu juga kek gitu dulu, bahkan jatuhnya sangat banyak tenang aja tidak akan terjadi apa apa itu hal yang lumrah kalau Ibu Hamil" Jelas Sang Bundah
"Ah syukur deh,"
"Emang Kirana rambutnya rontok?" Tanya Binda Arkana
"Iya Bun, banyak banget sampe kaget aku liatnya tadi, Aku pikir ini penyakit ternyata gak" Jawab Arkana
"Udah jangan kawatir, Dia akan baik baik aja kok" Ucap Sang Bundah menenangkan
"Ya udah Bun, besok lanjut lagi" Arkana mengakiri pembicaraan mereka lalu kembali ke kamar dan masih mendapati Kirana tidur dengan pulas***.
"Ki, Mas kok ngerasa ini bukan hal yang biasa, kenapa Mas ngerasa Kamu sedang sembunyiin hal yang paling besar" Batin Arkana
Arkana berbaring di samping sang Istri dan mencium pucuk kepalanya.
"Good Night Sayang, semoga semua kekawatiran mu besok saat bangun bisa berkurang, andai saja Mas bisa menukarkan Mas mau capek dan rasa pegal mu Mas yang nanggung semua" Batin Arkana
Tak sadar benda bening itu jatuh di pipinya
Membuat nya harus terisak sesaat.
***Maaf baru updateππ
Maaf membuat kalian nunggu terlalu lamaπ
Semoga suka bacanya. Maaf kalau gaje yaπ
Jangan lupa Komen dan Like nya
πππ
Terimah kasih banyak untuk kalian yang selalu setia menunggu.
Mungkin beberapa hari kedepan juga gak ada updatetan soalnya lagi sibuk Natalan
Mohon di maklumi yaπππ
__ADS_1
Sekali lagi
TERIMAH KASIH BANYAKπππ***