Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 78


__ADS_3

Dua puluh empat jam kemudian setelah melakukan observasi. Namun hasilnya baik, kini Noureen sudah diizinkan pulang oleh dokter yang menanganinya.


"Terimakasih dok," ucap Noureen dan Cakra bersamaan setelah Hendak meninggalkan ruangan Dokter tersebut.


Dokter itu mengangguk."sama-sama, pak, Bu. Jika ada keluhan segera hubungi saya. Saya stay dua puluh empat jam, Bu.


"Itu pasti, dok," ucap Cakra dan ditanggapi senyum oleh Noureen.


Setelah itu, Cakra lalu melangkah keluar dari rumah sakit dengan merangkul tubuh Noureen yang terlihat sangat lemas.


"Apa kau baik-baik saja, sayang?"tanya Cakra saat melangkah keluar dari rumah sakit. Pasalnya saat ini Noureen terlihat tampak gelisah. Wajahnya sesekali meringis.


"Aku gak apa-apa, mas! Cuma tubuhku terasa bengkak dan area ****** terasa gatal seperti sedang kesemutan," jawab Noureen berbisik. sesekali ia Meringis menahan sesuatu yang benar-benar tidak nyaman di bawah sana.


Cakra mengelus punggung Noureen." Sabar, ya, sayang! Demi keselamatan bayi kita,"ucap Cakra. Ia berusaha menyemangati Noureen. Padahal saat ini ia juga sangat tersiksa melihat kondisi Noureen seperti ini.


Sesampainya di parkiran rumah sakit. Cakra kemudian membuka pintu depan mobilnya. Membantu Noureen untuk masuk kedalam. Saat Noureen sudah duduk dengan nyaman. Cakra lalu memasangkan seat belt nya.


"Apa sudah nyaman," tanya Cakra. Melirik ke arah sang istri.


"Iya, mas."Jawab Noureen.


Seketika Cakra tersenyum. Mengecup pipi Noureen sekilas lalu menutup pintu mobilnya kembali


Setelah menutup pintu mobilnya. Cakra lalu berlari memutari mobilnya dan langsung masuk kedalam kursi kemudi. Dan melajukan mobilnya kembali ke kediamannya.


***


Malam hari Bi Ima mengetuk pintu kamar majikannya.


Tok. Tok. Tok.

__ADS_1


"Den, non."panggil bi Ima yang berdiri di depan kamar majikannya.


"Iya, Bi." Balas Cakra berjalan ke arah pintu guna membuka pintu untuk asisten rumah tangganya.


"Ada apa, Bi." Tanya Cakra sesaat setelah pintu terbuka.


"Buburnya sudah Matang, den! Mau diantar ke kamar atau mau di makan di meja makan, den?" Tanya Bi Ima Sopan.


"Di antar ke kamar aja, Bi. Noureen Nya sedang kurang enak badan"balas cakra


"Baik, den." Ucap Bi Ima. Ia kemudian berlalu meninggalkan cakra dan kembali menyiapkan bubur untuk di antarkan ke kamar Majikannya


Dua puluh menit kemudian. Bi Ima datang dengan membawa nampan di tangannya.


"Den, bubur nya di taruh di mana, ya?' tanya bi Ima.


"Di nakas aja Bi."jawab Cakra.


Setelah menyimpan bubur itu di nakas, bi Ima lalu melangkah meninggalkan kamar majikannya. Tapi sebelum ia keluar dari kamar, bi Ima melirik ke arah Noureen.


Setelah pintu ditutup Cakra kembali berjalan ke arah ranjang. Ia mendudukkan tubuhnya di sana.


'sayang, makan dulu yuk. Bi Ima sudah membuatkan mu bubur ayam spesial." Ucap Cakra mengusap-usap pucuk kepala Noureen yang saat ini masih terpejam.


Tak lama, Noureen menggeliat. Perlahan ia membuka matanya lalu tersenyum ke arah Cakra.


"Sayang, makan dulu, yuk. Sejak tadi siang kamu belum makan apapun,"ucap Cakra.


Noureen kemudian mengangguk, mengiyakan ucapan sang suami.


Seketika Cakra langsung mengambil mangkok yang ada di atas nakas. Dengan perlahan dan hati-hati Cakra mulai memasukkan buburnya ke dalam mulut Noureen.

__ADS_1


"Gimana? Enak?" Tanya Cakra. Saat ia berhasil memasukkan bubur itu kedalam mulut Noureen.


"Enak, mas," jawab Noureen singkat.


Setelah semua bubur ayam yang ada di dalam mangkok habis tak tersisa. Noureen kembali membaringkan tubuhnya di kasur.


Ia menatap wajah sang suami yang saat ini duduk di sampingnya.


"Kenapa menatapku seperti itu," tanya Cakra.


Noureen mengeleng." Kamu tampan, mas."puji Noureen tersenyum.


***


pukul dua belas malam, Noureen tampak gelisah, tubuhnya terasa bengkak. vaginanya pun terasa gatal. ia memutar-mutar tubuhnya ke samping dan kebelakang.


merasakan pergerakan sang istri, seketika Cakra langsung terbangun.


ia mengeryitkan alisnya menatap tampilan Noureen yang saat ini tampak berantakan.


"kau kenapa, sayang," tanya Cakra mengakat sedikit tubuhnya . menatap sang istri.


"mas, rasanya tidak nyaman. semuanya teras gatal. hiks.hiks.hiks." ucap Noureen saat ****** dan kulitnya terasa tampak merah dan gatal.


melihat kondisi Noureen, seketika.membuat Cakra merasa kasihan.


ia lalu merangkul tubuh Noureen. membawanya masuk kedalam pelukannya.


"apa sudah baikan, sayang?" tanya Cakra yang saat ini sedang mengusap - usap perut Noureen yang sudah membesar.


"lumayan, mas." ucap Noureen tersenyum sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan sang suami.

__ADS_1


Entah kenapa saat ini Noureen benar-benar merasa nyaman saat berada di sisi sang suami. mungkin itu di sebabkan karena faktor hormonal.


"


__ADS_2