
Mas, aku hanya ingin makan siomay," jawab Noureen ragu. Noureen kemudian menundukkan pandangannya kembali.
Cakra bernafas berat. Mau tidak mau ia harus menuruti kemauan Noureen. Ia tak sanggup melihat Noureen terus-menerus menangis. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia akan berusaha membuat Noureen bahagia untuk menebus semua kesalahannya.
" Yah sudah, ayo kita makan siomay." Ajak Cakra menggenggam tangan Noureen lalu berdiri dan berjalan keluar restoran.
***
Tiga puluh menit kemudian Cakra memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tidak jauh dari gerobak kang siomay.
" Sayang kamu tunggu disini ya, mas keluar dulu membelikan siomay.
Noureen menggeleng. "aku pengen ikut mas, pengen makan siomaynya dibangku sana," ucap Noureen menunjuk ke arah bangku yang diduduki oleh pengunjung yang sedang menikmati siomay Bandung kang siomay.
Cakra melongos, tangan satunya kemudian menangkup pipi Noureen. " Sayang makannya di mobil saja yah, debu kendaraan bisa mengganggu kesehatanmu. Kasian calon anak kita. Lagi pula disana kelihatan tidak steril sayang." Ucap Cakra memberi pengertian pada Noureen.
" Ya udah mas, kita pulang saja, aku udah nggak berselera. Kita makan dirumah saja." Ucap Noureen membuang wajahnya keluar jendela.
Lagi-lagi kesabaran Cakra di uji, dengan terpaksa ia mengiyakan keinginan Noureen.
" Ayo," ajak Cakra.
__ADS_1
Noureen kemudian mengalihkan pandangannya menatap ke arah Cakra.
" Mas serius," tanya Noureen.
Lagi-lagi Cakra mengangguk.
Saking bahagianya, Noureen reflek mencium pipi Cakra, "makasih sayang," Ucap Noureen tersenyum bahagia lalu keluar dari mobil berjalan menghampiri gerobak siomay kang siomay.
Setelah Noureen keluar. Cakra tersenyum dan mengusap pipinya. Ia sangat bahagia, ia betul-betul sangat mencintai Noureen sekarang. Dari dalam mobil ia menatap Noureen yang antusias berdiri di samping kang siomay memesan siomay Bandung keinginannya. Hati Cakra tiba-tiba saja terasa tercubit. ia teringat akan perlakuannya dulu pada Noureen. setetes cairan bening keluar dari kelopak matanya. Bukan karena sedih melainkan saat ini ia benar-benar bahagia bersama Noureen.
Cakra kemudian mengusap air matanya dan keluar dari mobilnya menghampiri Noureen yang duduk tersenyum menunggu pesanannya datang. " Sayang kamu sudah pesan." Tanya Cakra.
Tidak berapa lama. siomay pun datang.
" Silahkan dinikmati tuan." Ucap kang siomay memberikan dua porsi siomay lengkap di atas meja.
Cakra mengambil piring siomay yang ada di hadapan Noureen, lalu memotong - motongnya kemudian menyuapi ke arah Noureen.
" Aaa." Ucap Cakra mengarahkan sendok yang berisi siomay ke mulut Noureen.
Noureen kemudian ingin mengambil sendok yang dipegang Cakra, " biar aku saja mas yang makan sendiri. ngak usah di suapin," ucap Noureen.
__ADS_1
"Ngak Reen biar mas yang menyuapi mu, kamu cukup duduk manis menerima suapan ku.
tampak rona malu tercetak jelas di wajahnya Noureen.
" Terus mas makanannya gimana,? Tanya Noureen.
" Kita makan berdua." Ucap Cakra sambil menyuapi Noureen dengan perlahan dan dengan penuh Cinta.
Noureen menatap wajah Cakra dan tersenyum.
" trimakasih mas." ucap Noureen.
" tidak usah berterima kasih, ini memang sudah menjadi kewajiban ku." mencintai dan menyayangi mu.
Cakra terus menyuapi Noureen sampai bibir Noureen penuh dengan bumbu kacang.
lagi-lagi hati Noureen berbunga-bunga saat Cakra mengambil tissue dan perlahan membersihkan sisa bumbu kacang di bibir Noureen.
Siang itu walaupun matahari sangat terik, tidak mengganggu kemesraan dua pasangan yang sedang dimabuk cinta. duduk dibangku, dibawa pohon pinang sambil tertawa bahagia menikmati kenikmatan siomay Bandung racikan kang siomay.
🍂Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote karena di awal bulan dan diakhir kisah author akan bagi-bagi hadiah menarik, untuk dukungan terbanyak. cek @pengumuman di atas☝️
__ADS_1