Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Kumpul kembali


__ADS_3

Kirana dan Arkana bangun pagi memulai aktivitas seperti biasanya, Arkana bersiap ke kantor dan Kirana bersiap ke kampus. Saat ini Kirana diam saja tak berbicara sepata kata pun, Arkana tau betul saat ini istrinya itu pasti sedang marah padanya sehingga Dia memdiamkanya saja sampai moodnya kembali.


"Mas tunggu di mobil ya"Ucap Arkana pada Kirana lalu turun ke bawah


Kirana tak menjawab omongan Arkana sama sekali


Beberapa menit kemudian Kirana datang dan Mereka berangkat. Dalam perjalanan tak ada pembicaraan, hening itu lah keadaan mereka saat ini Kirana yang sedari tadi pandanganya mengara keluar jendela terus tanpa memandang Arkana sedikit pun.


"Maaf Mas" Batin Kirana


Arkana terus melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang tak ingin mengebut karena mengingak Kirana sedang hamil muda jika Ia ngebut akan membuat Kirana shook. Arkana memarkirkan mobilnya lalu turun membuka kan pintu untuk istrinya itu setelah itu Kirana keluar lalu pergi tanpa pamit pada Suaminya itu.


"Dek, "Panggil Arkana


Kirana menoleh dan menatap Arkana


"Hem " Jawabnya singkat


"Maafin Mas "ucap Arkana


Kirana menarik nafasnya kasar lalu pergi meninggalkan Arkana.Melihat itu Arkana masuk ke mobil dan pergi ke kantor nya.


Di kelas


Wajah Kirana nampak tekuk, tak terlihat senyum yang seperti biasa Ia lakukan di pagi hari. Saat Ini pikiranya penuh dengan Lelaki Paru bayah yang beberapa bulan lalu hampir saja mencelakainya jika saja Karina tak menghentikanya.


"Karina, Iya Karina Aku harus berbicara padanya" Batin Kirana, saat ingin menelfonya ternyata Karina terlebih dahulu mengirip pesan padanya.


***Ki, kamu ada waktu kosong saat ini? kalau ada kita keluar makan ya, lagi istrahat Aku nanti Ku kirim alamatnya.


~Karina***~


Kirana pun setuju lalu pergi keluar sengaja meminta izin pada Jam Kuliah terakitnya.


Tempat Cafe Ria yang mereka tempati tidak jauh dari Kampus sehingga Kirana bisa naik Ojol kesana.


Saat Kirana depan pintu lambaian tangan seseorang dari sudut Meja itu dan memanggil nya.


"Ki, sebelah sini" Panggil Karina


Kirana masuk dan menghampirinya


"Udah lama kak nunggunya?" Tanya Kirana


"Ngak kok, baru aja sampai gimana keadaan Mu baik kan? oh iya kata Papa Kamu lagi hamil ya? selamat ya Dek" Kata Karina dengan senyum manisnya.Kirana bisa menerima Karina sebagai Kakaknya tapi tidak dengan Papa nya.

__ADS_1


"Makasih Kak"Jawab Kirana datar


"Ada yang mau Kakak omongin?" Tanya Kirana


"Banyak Ki, ini tentang Papa Mama dan Kita" Jawab Karina


Mendengar Itu Kirana memutar bolah matanya, saat ini Ia tak ingin mendengar orang menyebut nama Orang Tuanya itu.


"Kalau hanya bahas itu maaf Kak Kirana ngak punya waktu" ucapnya lalu ingin pergi


"Kirana tunggu, kenapa si Kamu egois banget? kenapa ngak pernah mikirin perasaan Papa? bukan cuma kamu yang tersakiti Aku juga.Aku bahkan belum pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu sangat sangat belum pernah, tapi Aku tidak seegois Kamu Ki.Aku tau Papa sangat salah sama Kamu dan juga Mama tapi coba dengarin penjelasan Papa jangan membuat hati Mu mengeras karena kebencian yang bahkan tak Kamu ketahui kebenaranya"Liri Karina membuat Kirana duduk kembali


"Aku duduk, tolong berikan penjelasan jika Kamu punya penjelasan" Kata Kirana Datar


Karina menceritakan kejadian itu.


***Flasbeck on


Seorang Pria tengah memarai seorang wanita.Dia adalah Wibowo.Di luar hujan di sertai petir menyambar suara mengelegar dari petir tak menyamarkan suara Pria itu yang sedang memarai Istrinya yang sedang hamil tua.Seorang akan kecil berumur 5 tahun menyaksikan dibalik dinding dengan berderai air mata Gadis kecil itu menahan tangisanya


Pasalnya dia baru kembali dari luar negeri semenjak di asuh oleh neneknya di Amerika


ya.Suara itu terngiang di telinga gadis kecil itu .


"Hentikan Mas, sudah cukup Saya memang wanita miskin yang di angkat derajatnya oleh Mu, tapi ingat Mas satu hal yang kamu harus ketahui Aku tidak pernah berselingkuh dengan Wiliam dan lagi Dia itu sahabat Mu Mas.Dia tidak akan menghianatimu" Wanita itu berani menjawab perkataan Suami nya


Pria itu melempar beberapa foto ke Wanitanya.Dia melihat semua foto itu saat melihat nya matanya membelalak.


"Ngak mungkin, Mas ini tidak seperti yang kamu pikirkan ini........" Pria itu memotong pembicaraan Wanita itu


"Masih mau mengelak hah? mulai saat ini kamu keluar dari rumah saya, pergi dari sini bawah semua barang narang dan bajumu sekarang" Usir Pria itu


Wanita itu bangkit dari dudukanya di lantai dan mengjapus air matanya


"Aku datang kesini tak membawah apapun, maka aku akan keluar tak akan membawah apapun juga.Terimah kasih sudah menampung ku disini" Ucapnya lalu pergi


Suara gadis itu menahanya sejenak


"Mam, jangan pergi Karina mohon" Lirih gadis itu


Wanita itu menoleh menatap lekat wajah manis Anak Gadisnya itu.


"Sayang, Mama janji akan membawah mu bersama Mama suatu saat nanti, tapi untuk saat ini Mama tidak bisa, Karina disini bersama Papa tolong jagain Papah ya, ingat jangan nakal dan bikin Papa marah ok sayang, Mama akan kembali untuk mu Mama janji" Ucapnya lalu pergi


Dari luar Pintu utama Dua orang itu tengah tersenyum bahagia melihat Wanita itu di usir dari sana.

__ADS_1


"Ternyata sangat mudah mengusir mu dari sini Ny Wibowo" Ledek wanita itu.


"Natasya sayang kamu akan jadi Ny Wibowo sesaat lagi" Ucapnya lalu pergi


"Tunggu dulu, Saya ingatkan ke kalian saya tidak akan biarkan Kalian menghancurkan keluarga Saya.Saya akan kembali untuk menuntaskan kalian, Saya belum kalah"Ucap Wanita itu


Flasbeck Off***


Mendengar perkataan Karina, Kirana meneteskan Air matanya merasa sangat bersalah pada Kedua orang tuanya.


"Jadi, selama ini yang menjebak Mama sama Papa itu adalah Natasya dan Mamanya?" tanya Kirana


"Iya Kirana, Kakak juga mau tunjukin sesuatu pada Mu" Kata Karina


Karina memanggil seseorang.Dia pun datang dengan senyum manisnya sangat sama persis dengan mereka berdua.


"Ma m m mama,,,,"ucap Kirana Terbata


Air mata Kirana jatuh tak terbendung.Melihat sosok yang selama ini iya rindukan. Sosok yang di anggapnya telah pergi jauh bersama sang Ayah berjalan menujuh kearah mereka bersama dengan sang Papa.


Kirana berdiri menatap kedua orang itu bergantian.


"Mama Papa" Lirih Kirana lalu berlari kecil memeluk kedua orang itu.


"Maafin Kirana Pa, Kirana salah Kirana...."Ucapanya di potong oleh Papanya


"Papa yang harusnya minta Maaf sama kalian bertiga, Papa sudah membuat kalian berpisah dan Papa...." Wibowo menyeka air matanya


"Jangan Nangis Mas, Harusnya kita bahagia saat ini, kita telah berkumpul dan Kiran Maafin Mama menyembunyikan semuanya dari kalian, Mama lakuin ini demi keutuhan Keluarga Kita" Mama Kirana


Mereka bertiga berpelukan.


"Gimana keadaan cucu Papa?" Tanya Ayah Kirana


"Cucu? apa kah Kirana sudah?" tanya Mama nya


"Hemm" angukan Kirana


"Ah, kebahagian Mama berlipat Ganda hari ini" Ucap Mama Kirana


Kirana menelfon Arkana dan menyurunya makan bersama mereka.


Sampai disini dulu ya Manteman๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Semoga suka๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2