Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Oprasi


__ADS_3

Dania dan Wijaya terlebih dahulu datang kerumah sakit, lalu disusul oleh Rania dan Wibowo dengan putri Mereka kakak Kirana yaitu Karina. Mereka semua berdiskusi dengan dokter tentang kondisi Kirana.


Sementara itu di lain tempat Arkana sadar dari tidurnya dan memegangi kepalanya yang terasa berat sekali.


"Kenapa rasanya kepalaKu ini beras sekali? apa yang terjadi pada ku semalam?" Arkana membatin


Dilihatnya sekeliking kamar itu, ruangan yang berbeda


"Dimana Aku? apa yang kulakukan disini?" Batinya lagi


Arkana menoleh dan mendapati Rani tidur dengan lelap tanpa busana disana.


"Haaaaa !!! apa yang kau lakukan disini? kenapa Aku bisa disini bersama mu?" Tanya Arkana


"Yak!!! Kau tidak ingat apa yang kau lakukan padaku? Arkana kita melakukanya semalam apa kau lupa? kita melakukanya" Jelas Rani .


"Tidak!!! Aku tidak mungkin melakukan itu, Kamu pasti bohong tida---"Arkana


"Menurut Mu Aku menipumu? lalu kenapa Aku dan Kamu tidak mengenakan pakian?


Kena--"Rani


"Cukup!! mana ponsel Ku? berikan ponsel ku" Bentak Arkana


Arkana melihat banyaknya panggilan tak terjawab dan pesan singkat dari Ayah dan mertuanya saat itu. Pesan yang menyurunya untuk datang dan mendukung Kirana yang sedang berjuang saat ini. Setelah melihatnya Arkana memakai bajunya lalu berlari keluar dari rumah Rani, Dia bertabrakan dengan seseorang yang tak lain adalah Natasya. Arkana tak memperdulikan itu setelah bangun dari jatuhnya Dia berlari menuju mobilnya lalu pergi.


Di Rumah Sakit


Dokter yang akan melakukan oprasi Kirana telah bersiap siap untuk memulai Oprasinya.


"Dok, selamatkan menantu saya Dok"ucap Dania


"Tolong selamatkan Mereka"Ucap Keluarga Kirana


"Bapak dan Ibu berdoa saja semoga Mereka bisa selamat. Kami hanya bisa melakukan yang terbaik semampu Kami, biarkan Tuhan yang berkehendak" Ucap Dokter itu lalu menutup Ruangan Oprasi


Rania dan Wibowo saling berpelukan satu sama lain begitupun denga Dania dan Wijaya


Dalam hati mereka doa tak putus di ucapkan agar Ibu dan Anak itu selamat.


Dalam Ruang Oprasi


"Dok, sebelum saya di bius bisa saya bicara?"tanya Kirana


"Silahkan" kata Dokter


"Dok, apa pun yang terjadi tolong selamatkan Anak anak saya, saya relah Dok harus pergi asal mereka selamat, saya gak mau egois Dok dengan membiarkan Mereka tidak melihat keindahan dunia ini, saya ingin Dokter menolong mereka, Saya Mohon Dok" Ucap Kirana sambil memohon


"Tenanglah Bu Kami akan melakukan yang terbaik, Berdoa saja karena begitu banyak yang di luar sana mendoakan Mu"


"Iya Dok--"Liri Kirana


Lampu ruangan itu di Nyalakan dan berwarna merah, itu tandanya Oprasi sudah di mulai. Arkana dari kejauhan berlari mendekati Orang tua dan juga mertuanya.

__ADS_1


"Mana Kirana? apa yang terjadi padanya? Apa Dia baik baik saja? Jawab Aku Yah? Dimana dia?" Tanya Arkana dengan tangisan


Bug..Bug..Bug...


Pukulan itu mendarat di perut Arkana,


"Ini pukulan dari Ayah atas perilakumu pada menantu ku, Suami macam apa Kau hah? apa kau pikir hanya Kamu yang merasa kecewa? apa Kamu pikir hanya kamu yang sakit?"Wijaya


"Maafkan Aku Yah" Ucap Arkana lirih


Rani dari kejauhan hingga sampai dihadapan mereka dan melihat Arkana tersungkur di lantai akibat pukulang sang Ayah.


"Apa yang terjadi pada Mu? kenapa seperti ini? Om Saya paham Om marah pada Arkana tapi Om--" Rani


"Apa Saya menyuruh mu untuk bicara? apa saya menyuruhmu untuk datang kesini?" Tanya Wijaya pada Rani


Karina menatap Rani sesaat lalu menatap Ibunya berharap apa yang Dia pikirkan sama dengan jawaban Ibunya, Benar saja Ibunya menganguk. Karina menarik tangan Rani dan membawanya jauh dari mereka semua.


"Lepasin Aku, Apa kamu tidak punya hati? main seret seret saja"Oceh Rani


"Kamu pantas di gituin, Kamu dan juga Kakak mu itu emang jalang, perusak rumah tangga orang mau Kalian apa sih hah? kemarin Kakak nya yang jadi pelakor sekarang adeknya, hebat banget ya Kakak beradik ini" Ledek Karina


"Apa katamu---"Rani mengayunkan tanganya niat menampar Karina namun di tahan oleh tangan Karina


"Tangan kotor Mu ini tidak pantas mengenai pipi mulus ku. Dasar jalang" Ucap Karina lalu pergi


****


Karina menatap Arkana tajam.


Lampu ruangan Oprasi telah menyala dan berwarna hijau, tandanya Oprasi selesai


Arkana dengan sigap berdiri lalu bertanya pada Dokter.


Dokter membuka pintu


"Dok, gimana keadaan Istri saya? Anak anak saya gimana Dok? jawab Dokter kenapa Anda hanya diam? Apa yang terjadi?" Teriak Arkana


"Ka, sabar Kita dengarkan perkataan Dokter dulu" Ucap Mamanya menenangkan


"Pertama saya ucapkan selamat kepada Keluarga karena Bayi nya kembar dan Syukur Tuhan memberikan mereka fisik yang sehat dan Bayinya kembar perempuan dan laki laki, namun kabar buruknya Ibu nya sedang Kritis dan tidak sadarkan diri, Kami tidak tau kapan Dia akan sadar, Kita tunggu sampai duapuluh empat jam Jika belum sadarkan diri berarti Pasien mengalami Koma" Ucap Dokter lalu pergi meninggalkan mereka


Arkana yang mendengar kabar itu tersungkur dan kaku kelantai.Kakinya saat ini tidak bisa menopang berat badanya, getaran hebat dirasakan nya seperti di sayat oleh silet dengan perlahan hatinya sakit saat ini.


Wibowo, Wijaya beserta istri memasuki ruangan dan melihat kedua malaikat kecil nya sedang tidur di inkubator badanya masih merah.


"Kirana, Bangun Nak jangan tinggalin Mama, Ki Kami sudah janji sama Mama akan membesarkana Anak mu dengan baik, tolong buka mata mu sayang, Suami mu ada disini Dia ada diluar apa Kau tega meninggalkan mereka bertiga Kirana tolong buka mata mu Nak ini Mama"Rania


"Sayang, Maafin Ayah yang tidak bisa menjaga kalian, Ayah merasa Ayah gagal menjaga menantu dan cucu nya Maafkana Ayah Kirana, tolong bangun Nak"Wijaya


"Ahhh,, Mas, Kami dimana? Aku minta Maaf Mas---" Ucap Kirana dengan lemah.


"Arkana Kirana bangun, Dia mencari mu cepatlah kemari" Panggil Dania

__ADS_1


Arkana berlari dan mengengam tangan Kirana.


"Sayang, Aku disini, Aku disini Sayang buka matamu, jangan seperti ini Aku tidak bisa hidup tanpa mu Ki, tolong kuatlah demi Aku dan Anak anak kita" Lirih Arkana sambil menangis


"M ma mas,,Maafin Kirana, gak ada niatan aku mau bohongin Kamu tapi----"


"Sut,,, Mas yang harus minta maaf, Kamu sudah berjuang demi Anak anak kita, tolong jangan menyerah Aku sangat mencintai mu Kirana" Ucap Arkana lembut


"Aku juga Ma---"Kirana


Tangan Kirana melemah dan terjatuh. Arkana kaget


"Tidak,, jangan seperti ini Sayang Aku mohon bangun lah" Arkana berusaha membangunkan Kirana


Dokter datang dan memeriksa Kirana.


"Maaf sebaiknya kallian semua keluar Kondisi pasien sangat buruk saat ini" ucap Dokter


Mereka semua keluar dari sana dan berdiri di depan pintu. Arkana tidak tenang langkanya tidak tetap disana Dia bolak balik,kadang duduk lalu berdiri.


"Tenang lah, Kirana akan baik baik saja" Rani mencoba mengunakan kesempatan ini untuk mendapatkan perhatian Arkana


Karina dan Rania menatap Rani dengan tatapan sini dan tajam.


Dokter telah selesai memeriksa Kirana.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Arkana


"Istri anda mengalami Koma dan Hanya sebuah keajaiban saja yang bisa terjadi padanya saat ini" Ucap Dokter


Arkana mengacak acak rambutnya,


"Kenapa Engkau menguji ku seperti ini Tuhan? dosa apa yang sudah ku lakukan sehingga Istriku yang menanggungnya? berikan saja padaku penyakit itu, Aku tidak bisa melihat Dia terbaring lemah seperti itu.


Arrregggt..."Arkana frustasi


"Arkana kamu yang sabar, mungkin ini sudah takdir" Rani


"Pergi kau, enya kau dari hadapan ku, Aku muak melihat ku, pergi Kau Rani" Usir Arkana


"Kenapa kau melampiaskan semuanya pada ku Arka--"Rani


"Aku rasa Kamu tidak budek kan? Sana pergi sudah di usir kan?" Ledek Karina


"Sial, Aku akan membalas semuanya Arkana, lihat saja nanti" Batin Rani lalu pergi dari sana


Hehehehehhe Manteman up lagi aku.


Makasih banyak buat yang sudah komen dan like Novel ku ini, untuk yang sudah menunggu selamat membaca.


Terimah Kasih sudah menungguπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Semoga Suka ya😊😊

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2