Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Dirumah


__ADS_3

Hari ini Arkana dan Kirana tidak kekampus,Kirana masih shook karena kejadian semalam saat ini dia masih tidur terlelap di kamar Arkana, ya mereka semalaman tidur berdua Arkana menyuru Kirana tidur denganya karena takut orang orang itu datang dan menggangu kirana.


Saat ini Arkana sudah selesai mandi dan di liriknya kirana yang masih terlelap Dia berjalan mendekatinya lalu sedikit berjongkok agar wajanya sejajar dengan wajah gadisnya itu di pandangnya dengan lekat wajah gadisnya,wajah manis dengan bibir tipis nan halus disana terlihat sangant jelas pasalnya wajah Arkana saat ini hanya berejarak satu senti saja dari wajah Kirana di usapnya pipi cabi gadisnya itu.


"lo tenang aja, gue akan lindungin lo dari mereka yang akan menggangu lo"batin Arkana sembari mengelus pipi mulus nan cabi Kirana lalu berlalu.


Saat ini Arkana sedang membuatkan bubur untuk Kirana, karena Arkana tidak bisa masak dia melihat caranya di Yo****e dan membuat kan Kirana bubur


***Di kamar***


Kirana tersadar dan bangun dengan terburu buru lalu ke kamar mandi dan membersikan diri, dua puluh menit berlalu dia pun selesai dengan aktifitasnya dan bergegas ganti baju


Karena sadar dia ada di kamar Arkana dia berlari kecil menuju kamar nya dan mendapati kaca jendelanya masih rusak


Perlahan dia jalan ke lemari dan mengambil baju dan juga kotak make up nya lalu membawabya kekamar Arkana.


Selesai dengan aktifitas lalu berlari ke lantai bawah dan mendapati Arkana tengah asik membuat sesuatu.Kirana menghampiri nya


"ngak ngampus?"tanya Kirana yang di balas anggukan Arkana


"kenapa?"


"lihat jam"Arkana


Kirana mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali dengan di ikuti ketawa yang di buat buat olehnya.


"udah duduk makan,gue sudah izin tadi"ucap Arkana


Kirana duduk dan menatap Arkana heran pasalnya dia tak pernah turun kedapur untuk hal apapun bahkan jika dia ingin minun dia bisa menyuru pembantu untuk melakukanya tapi saat ini dia melakukan nya sendiri dan lagi asal kalian tau saja dia bahkan tak pandai memasak.


"dia masak untuk ku?"batin Kirana


Arkana membawah satu mangkuk bubur lalu mengambil dua buah piring lalu mengambilkan untuk Kirana lalu untuk dirinya.


"sekaran lo makan"pintanya


"aku bisa ambil sendiri,kan ngak sakit"jawab Kirana


"gue yang masak jadi gue yang ambilkan, sekarang lo makan" pinta Arkana


"ini makan pagi atau makan siang?"tanya kirana


"serah lu aja"jawab Arkana


"ishh,, kirain dah cair ternyata masih beku"gumama Kirana


"gak usa ngedumel makan saja"oce Arkana


Selesai makan Kirana dan Arkana masuk kekamar berdua, kirana masih memikirkan kejadian semalam hingga membuatnya sedih kembali Arkana melihat nya lalu bertanya.


"kenapa lu?"tanya Arkana

__ADS_1


Kirana mengelengkan kepalanya


"kalau ngak pp kenapa muka lu kusut"


"aku takut"lirih kirana dengan suara gemetar


Membuat Arkan yang dari tadi sibuk dengan laptopnya menghentikan ketikanya lalu berbalik menatap Kirana yang sedari tadi duduk di samping tempat tidurnya sambil memeluk kedua kakinya air matanya mengalir deras di pipi nya membuat hidung runcingnya memerah.Arkana bangkit dan mengangkat bahu kirana dan mendudukanya di atas tempat tidurnya lalu membenam kan wajah Kirana di dada bidangnya.


"gue akan lindungin lo, jangan takut selama lo sama gue siapa pun yang niat celakain lo gue akan hilangkan dari muka bumi ini"Arkana mencoba menenangkan Kirana


"jadi yang Ayah katakan itu benar"batin Arkana


***Flasbeck on


Wiliam duduk di kursi di dalam kamarnya seseorang mengetuk pintu dan dia adalah Arkana.


"Ayah, memnaggil ku?"tanya Arkana


"masuklah nak, duduk disni"menunjukan kursi yang ingin diduduki arkana


"sebelum Ayah pergi, Ayah mau kamu berjanji satu hal pada Ayah"Wiliam


"apa itu Ayah?jika aku bisa aku akan sanggupkan"ucap Arkana


"tolong jaga Kirana,lindungi dia Ayah takut dia yang mengejar Kirana mendapatinya dan menyiksanya,Ayah mohon berjanjilah pada Ayah"ucap Wiliam dengan tangisan


"tolong Ayah jangan menangis,Aku akan jaga Anak Ayah seperti Ayah menjaganya, Aku janji Ayah"Arkana berjanji pada Ayah Kirana


Flasbeck off***


Perasaan Kirana agak tenang saat ini.


Arkana melepaskan pekukanya lalu memencet hidung Kirana sontak membuat kirana berterikan Kesakitan.


"ahhuuu, sakit,,,,,,"pekik Kirana


Arkana mendekat kan mukutnya ke telinga Kirana lalu berbisik.


"teriakan mu seperti kemarin malam kita, sexi bikin gue jadi pengen lagi"goda Arkana lalu berlari pergi meninggalkan Kirana


"Yakkk!!! Arkana Wijaya,, apa katamu?" teriak Kirana lalu mengejar Arkana hingga ke lantai dua,


Arkana berhenti berlari saat sahabatnya ada di depan pintu menatapnya penuh tanya padanya.


"apa?lagian pintu lu kagak di kunci"Bima


"Kena kau,aku dapat kan"Ucap Kirana memeluk Arkana dari belakang yang sedang mematung menatap lurus kedepan, Kirana memiring kan kepalanya menatap ke arah pintu yang juga sedang memantung.Kirana buru buru melepaskan pelukanya dari badan Arkana Tatapan Bima tajam menatap tangan Kirana yang memeluk Arkana dari tadi lalu di paling kan saat kirana berbicara


"m,,ma,,maaf"Liri kirana lalu menuju ke dapur


Bima,Arya dan Dito mengandeng Arkana ke kamar Arkana dan menanyakan semuanya.mata mereka melotot saat melihat Kamar Arkana dengan warnah yang cerah dan indah mereka masuk kedalam dan meminta penjelasab dari Arkana.

__ADS_1


Arkana menjekaskan semuanya dari awal mereka menikah hingga saat ini,tapi dia tak menceritakan bahwa dia telah memerawani Kirana karena ini adalah perivasi mereka berdua orang lain tidak boleh tau meskipun sahabatnya.


Di balik pintu Kirana yang membawah minuman dingin untuk mereka mendengar semua penjelasan Arkana Hingga kata kata Arkan membuat nya hampir ambruk di depan sana.


"lo cinta sama dia?"tanya Bima


"apa si lo, pertanyaan lo aneh banget"jawab Arkana


"lo jawab aja susah"lanjut Bima


"ngak lah, gue cuma terikat janji sama Ayah dia"jawab Arkana


"lo akan hidup seterusnya kek gini?"tanya Dito


"gue ngak tau,tapi gue sudah janji"Arkana


"kan bisa lo jagain tanpa harus menikah"Arya


"gue pusing"Arkana mengacak kasar rambut nya


Pasalnya saat ini ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.


Mendengar perkataan Arkana Kirana mencoba untuk menguatkan dirinya mencoba membuat kaki yang menopang tubuhnya menguat karena saat ini rasanya lemas semua setelah mendengar Perkata Arkana


Mencoba membuat senyum palsu lalu masuk membawahkan minuman mereka meletakanya lalu keluar


"tunggu,"Bima


Kirana tak menghiraukanya dan pergi meninggalkan mereka, membuat Arkana kebingungan,Saat ini Kirana masih takut kekamarnya di putuskan nya untuk berenang saja agar perasaanya sedikit tenang.


Arkana keluar berencana mengambil snack dan mencari Kirana dia tau saat ini Kirana sedang tidak mood namun tak mendapatinya


Arkana kembali kekamar dan mendapati sahabatnya tengah menatap kekuar kearah kolam lebih tepatnya.


"we gila,dari baju ukuran big size aja bodinya keliatan banget,montok lagi"Arya


"dasar ngeres"ucap Biman diiringi pululan kecil di jidat Arya


"tapi gila emang body nya goals banget,siapa juga yang bisa tahan lihatnya"Dito


"ini lagi satu,mau gue sepak lo hah?"Bima


"ya ela elu,kek lu ngak naksir aja"arya


Arkana kembali ke bawah dan benar saja dia mendapati Kirana tengah berenang dengan baju tembus pandang sehingga mencetak semua yang ada padanya.


Rahang Arkana mengeras lalu memberikan handuk kimono padanya lalu menariknya kedalam.


Heheh up lagi. Kepanjangan ya😄sengaja aku buat panjang supaya bacanya lama😂😂


Jangan lupa baca,komen dan klik love agar dapat notif ya. Terus klik bintang nya biar Aing semangat nulisnya

__ADS_1


Terimahkasih🙏🙏🙏


__ADS_2