Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 57


__ADS_3

Malam berganti pagi. kedua pasangan yang baru saja mengulang lamaran sekaligus malam pertama itu belum juga terusik dari tidurnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Mereka masih setia dibawa gulung selimut tebal Tanpa sehelai benang dengan posisi saling menempelkan kulit satu sama lain.


Tak lama Noureen mengerjap. setelah kesadaran nya terkumpul, ia kemudian membuka matanya. Bibir merahnya tersenyum menatap wajah Tampan pria yang tidur sambil memeluk erat tubuhnya.


Tak lama Noureen teringat kejadian semalam yang membuatnya sangat merasa bahagia. Ia kemudian melihat cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Lalu Ia melepaskan cincin pernikahannya dan memindahkan cincin yang semalam Cakra sematkan di jari manisnya. Ia menukar posisi cincinnya.


Noureen lagi-lagi tersenyum saat menatap cincin pemberian Cakra semalam. Entah kenapa rasanya cincin yang diberikan Cakra semalam lebih berkesan ketimbang cincin pernikahan yang cakra sematkan di hari pernikahan mereka. Menurut Noureen Ada makna tersendiri yang terkandung didalamnya.


Saat Noureen fokus menatap cincin berlian pemberian sang suami sambil tersenyum, perlahan ia menggerakkan pahanya, tiba-tiba ia merasa pahanya menyentuh suatu benda yang mengeras dibawah sana. Ia kemudian mengintip sedikit melalui celah selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh telanjangnya.


Noureen terperangah saat melihat milik Cakra yang sudah ON. Ia kemudian mengalihkan tatapannya menatap wajah sang suami. Betapa terkejutnya Noureen saat mendapati pria di sebelahnya sudah membuka matanya sambil tersenyum genit ke arahnya.


Mata Noureen membulat lalu membuang wajahnya ke sembarang arah. Ia jadi salah tingkah Seperti orang yang sedang ketahuan mencuri.


Cakra mengulum senyum lalu menarik tubuh Noureen agar lebih menempel dengan tubuhnya.


" Mas jangan macam-macam, ini masih pagi." Ucap Noureen saat tubuhnya semakin menempel pada benda keramat yang bersembunyi di dalam gulungan selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.


" Siapa yang ingin macam-macam sayang, mas hanya ingin memeluk tubuhmu lebih erat." Ucap Cakra lalu tersenyum genit. di otaknya sudah tersusun rapi sebuah strategi untuk membuat benda keramatnya off.


Perlahan Cakra mengecup leher Noureen dan menghembuskan nafas pelan disana. Membuat Noureen geli.


" Mas, sudah ah. aku ingin membersihkan tubuh ku dulu." Ucap Noureen berusaha bangkit dari posisi berbaringnya.


" Nanti saja sayang, mas masih ingin berbaring." Jawab Cakra semakin mempererat pelukannya.


" Mas berbaring saja, aku saja yang membersihkan tubuh terlebih dahulu." Ucap Noureen. Ia sangat paham jika semakin lama berbaring. pasti dirinya akan berakhir dengan olahraga pagi.


" Nanti saja bersih-bersihnya sayang." Ucap Cakra semakin menempelkan tubuhnya.


Perlahan tangannya meraba dan mengusap seluruh bagian tubuh Noureen.


" Mas sudah ah, kita mandi yuk. Lalu kita sarapan. Pasti mas sudah laparkan,? Mas mau makan apa." Ucap Noureen mencari alasan agar bisa terbebas pagi ini.


" Mas ngak mau apa-apa, mas gak lapar, mas hanya ingin memelukmu." Ucap Cakra sambil memejamkan matanya lalu tangannya meremas bagian terfavoritnya.

__ADS_1


" Sudah ah, jangan macam-macam mas ini masih pagi. Semalamkan kita sudah melakukannya.


" siapa yang Mau sayang, mas hanya ingin memelukmu., lagian gak apa-apa Sayang kalau mas mau, mau sepuluh kali sehari juga gak masalah, gak ada yang berani. Kita kan sudah sah. Lagi pula tubuh ini milik ku. Jadi kapanpun aku mau boleh kan." Ucap Cakra kembali mengecup leher Noureen.


Noureen menghela nafas, ia pasrah, karena apapun yang ia ucapkan selalu ada sanggahan dari Cakra yang membuatnya kalah telak.


Lama kelamaan tangan Cakra semakin liar melalang buana, ia kini sudah pasrah. Lagian benar apa kata Cakra. mereka sudah sah dan kapanpun Cakra mau itu sah-sah saja.


Cakra tersenyum penuh kemenangan saat Noureen tak menolaknya lagi. Perlahan ia mencium bibir Noureen, lalu Noureen membalas ciuman Cakra. lidah mereka saling mengait satu sama lain membuat tubuh keduanya semakin berdesir hebat. Tak lama Cakra melepaskan ciumannya. Lalu menatap wajah sang istri.


" Sayang apa aku boleh melakukannya lagi." Ucap Cakra. walau bagaimanapun ia harus meminta izin kepada Noureen.


Noureen mengangguk.


Cakra lalu tersenyum.


Tapi sebelum Cakra memulai permainan. terdengar Noureen bersuara.


" Mas, apa boleh kali ini aku yang memimpin permainan." Ucap Noureen tanpa malu.


Ini kali pertama Noureen berani, biasanya selalu Cakra yang memimpin permainan, Noureen hanya pasrah. Tapi kali ini ia meminta memimpin permainan.


Noureen lalu bangkit dan menindih tubuh Cakra. Perlahan ia meraba dada bidang sang suami.


" Sayang panggil Cakra.


" Noureen lalu mendongak.


" Apa benar kamu bisa." Tanya Cakra seolah mengejek. Sekarang ia bukan nafsu lagi tapi tersenyum geli melihat tingkah sang istri.


Noureen terlihat mengerucutkan bibirnya. Ia lalu bangkit. Ah, yah sudah mas, gak usah. Aku sudah ngak berselera." Ucap Noureen perlahan menjauhkan tubuhnya.


Cakra tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sang istri.


Noureen lalu mengambil bantal yang ada di sampingnya dan melemparkannya ke arah sang suami.

__ADS_1


" Mas awas saja kalau besok-besok kamu mau. Pokoknya untuk beberapa hari kedepan kamu ngak mendapatkan jatah apapun." Ucap Noureen geram menatap wajah Cakra.


Cakra menciut mendengar ucapan Noureen.


" Reen maafkan mas, mas cuma bercanda." Ucap Cakra kembali meraih tubuh sang istri.


" Pokoknya ngak, yah ngak mas, siap suruh tadi menertawakan ku.


" Reen tadi mas cuma bercanda, apa kamu tidak lihat. Sejak tadi dia bangun, dan belum tertidur kembali. Ia mencari seseorang yang bisa menidurkannya." Ucap Cakra melas.


" Aku bilang ngak, yah ngak mas.


" Reen mau yah, mau yah, dia minta ditidurkan.


" Aku sudah ngak berselera mas.


" Kamu cukup berbaring saja, nanti mas saja yang bekerja keras menidurkannya." Ucap Cakra lagi.


Noureen tak menjawab.


Cakra tersenyum, karena ia tahu diamnya Noureen pertanda bahwa Noureen mengiyakan permintaan Cakra.


Cakra lalu membaringkan tubuh Noureen dan…..


Dan Hanya mereka berdua yang tahu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya...


.


.


.


Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah. kerena beberapa hari lagi, kita ada gift untuk dukungan terbanyak di awal bulan.


dan maaf kalau Author jarang up, soalnya Author banyak kerjaan di dunia nyata. Trimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2