Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 164. season 2.


__ADS_3

Siska buka." Teriak Mery di depan kamar putrinya.


Mery terus menggedor-gedor kamar Siska, Namun sepertinya Siska tidak menghiraukannya. Satu persatu benda terdengar di banting. Hal itu membuat Mery semakin khawatir.


"Dad. Apa yang harus kita lakukan?" Mery terlihat panik. Sesekali dia membujuk putrinya agar mau membuka pintu.


"Tenang mom." Aku akan mencari orang untuk membantu ku mendobrak pintu Siska. 


Pak sutoma berjalan keluar dari rumah. 


Dari dalam kamar terdengar siska yang berteriak histeris.


"Siska, kau tidak apa-apa kan." Mery terlihat kembali' mengetuk.


"Pergi." Siska kembali berteriak histeris.


Ya, tadi, setelah menabrak Anaya, ia menyuruh orang untuk mencari tahu kondisi Anaya. Ternyata Anaya hanya mendapatkan luka ringan dan hal itu membuatnya menjadi frustasi.


Pak sutoma masuk ke dalam rumah. Membawa dua orang security yang sering berjaga di depan rumahnya.


"Kalian dobrak kamar ini." Titah pak Sutomo pada kedua security.


Mereka mengangguk dan langsung mendobrak pintu kamar Siska.

__ADS_1


Pintu kamar Siska terbuka. Mery langsung masuk ke dalam kamar putrinya. Dia menutup mulutnya kaget, saat melihat semua benda yang ada di kamar putrinya sudah hancur berantakan di lantai.


"Sis, ada apa dengan mu, Nak?"


Mery menghampiri putrinya lalu memeluknya. Terlihat wajah Siska memerah dengan keringat mengucur di tubuhnya.


"Dia milikku, dia milikku, dia milikku." Racau Siska sambil tertawa.


"Sis, sadar, nak." Bu Mery menepuk-nepuk pipi putrinya." Ada apa dengan mu.


Siska terus meraung-raung menyebutkan kata milikku.


Pak sutoma yang berdiri tidak jauh dari mereka langsung menggusar wajahnya." Ini semua karena Adrian, aku harus memberi pelajaran pada anak itu." Seru pak Sutomo.


Sedangkan di tempat lain, Adrian sedang meneliti CCTV yang ada di tempat kejadian saat Anaya tertabrak. Ia terlihat fokus menatap layar laptopnya. Di sana terlihat jelas saat Anaya mulai keluar dari mall dan melaju sangat Pelang, tiba-tiba ada sebuah mobil melaju kencang dan langsung menabrak motor Anaya.


Tak lama ia teringat jika ia pernah melihat mobil itu di rumah pak Sutomo saat mengantar Siska pulang.


Adrian terlihat mengepalkan tangannya." Tidak salah lagi, ini pasti perbuatan Siska." Adrian berdiri dari duduk. Namun terdengar ponselnya berdering. Ia lalu mengangkat panggilan itu, seketika matanya memerah saat mendapatkan informasi dari Erwin.


Setelah mematikan sambungan teleponnya. Ia lalu menghubungi seseorang." Kumpulan semua bukti. Aku ingin dia mendapatkan hukuman setimpal atas segala perbuatannya." Titah Adrian.


***

__ADS_1


Beberapa mobil berjalan beriringan. Mereka berhenti di sebuah rumah mewah milik pak sutoma. Setelah mereka keluar dari mobil, Mereka lalu melangkah memasuki halaman ruam pak Sutomo. Adrian terlihat mengetuk. Di sampingnya sudah berdiri beberapa orang.


Pintu terbuka. Wanita berusia sekitar lima puluh tahun itu tampaknya tersenyum menyambut kedatangan tamunya.


"Cari siapa ya, pak?"


"Saya mencari Siska!"


"Oh, non Siska. Tunggu sebentar pak, saya panggilkan dulu." 


Wanita itu pergi meninggalkan mereka.


Sesampainya bibi di depan kamar Siska. Ia mengetuk. Mary keluar menghampiri wanita itu.


"Ada apa?" Mery memberi isyarat pada bibi.


"Non Siska ada tamu, Bu.


"Siapa?"


"Bibi juga tidak tahu." Mery mengangguk. Dia lalu berjalan menuruni tangga. Dia hendak menemui orang yang mencari Siska.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2