Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Setitik Rasa


__ADS_3

Gadis itu menarik Arkana menjauh dari Kirana.dan memegang tanganya,


Kirana menatapnya dengan lekat tanpa melepaskan pandanganya dari mereka berdua.Arkana sesekali melirik kearah Kirana yang dibalas senyuman yang di buat semanis mungkin oleh Kirana, Agar tak kelihatan betapa hancurnya dia saat ini.


"sebenarnya Natasya itu siapa?kenapa dekat banget dengan Arkana?"Batin Kirana


Kirana terus mengusap lembut dadanya agar tak terbawah suasana saat ini.


Di hadapanya Arkana tersenyum sangat senang berbeda saat didekatnya, Kirana berdiri di samping Meja sambil mengengam gelas minuman yang sedari tadi tak di sentunya pandanganya terus terarah pada kedua sejoli yang sedang bahagia disana rasanya ingin sekali dia datang dan menarik Arkana dari Natasya,bukan kah itu tidak salah mengingat saat ini mereka telah resmi menjadi suami istri? tapi lagi Kirana tak bisa melakukan apapun langkanya kaku sepertinya kaki gadis itu telah di Ikat oleh rantai dengan kuat,suaranya pun hanya tertahan di tengorokan nya saja.


Air matanya menetes melihat Arkana, hatinya saat ini rasanya sesak seperti di sayat dengan silet perlahan tapi pasti menyayat dengan sempurna.


"ternyata seperti ini rasanya cemburu,ternyata seperti ini rasanya sakit hati mencintai orang yang tak mencintai kita, ternyata seperti ini rasanya Mengharapkan orang yang tak bisa kita gapai"Batin Kirana


"ternyata benar kata orang,kita memang bisa memilih siapa yang kita sukai tapi kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta bukan kah Tuhan sudah menyiapkan semuanya termasuk jodoh kita,mungkin saja saat ini Arkana masih belum merasakanya saja"Batin Kirana menguatkan Hatinya


Baru saja Kirana menguatkan hatinya namun sekarang semuanya tak ada gunanya. Dari kejauhan Bima menatap Kirana wajahnya berubah saat Kirana meneteskan Air matanya


"pedebah,,Ka gue akan beri lo pelajarna setelah ini" Batin Bima lalu berjalan menuju Kirana


Natasya tersenyum pada Arkana lalu memeluknya dengan erat di balas oleh Arkana.


"Ka, aku tau kau masih mencintai ku kan?karena aku masih sama seperti dulu masih mencintaimu"ucap Natasya


"aku masih sangat mencintaimu Nat, bahkan sangat" Ucap Arkana


"apa!!!!aku tidak dengar coba kamu ucapkan lagi" Pinta Natasya dengan suara lantang


"Aku masih sama seperti dulu Nat,masih mencintaimu dan sangat mencintaimu" Teriak Arkana Membuat semua mata memandang kearah mereka.


Deg....


Deg....


Deg....


Deg....


Kirana membulatkan matanya dan memundurkan langkanya hingga tertahan oleh dinding bangunan itu,hatinya terasa sesak,mulutnya menutup dengan rapat menahan tangisan yang akan pecah. Dengan sekuat tenaga dia menahan Air matanya


Bima menatap Kirana dengan senduh,lalu menghampiri Kirana lalu memnopang tubuh mungilnya saat kedua kaki Kirana tak lagi mampu menopang tubuhnya.


"Ki, gue bantuin lo"Bima menahan bahu Kirana lalu berjalan keluar dari gedung kampus dan duduk di bangku taman kampus.

__ADS_1


Tangisan Kirana pecah,sesekali bahu mungilnya bergetar menahan tangisanya.


Bima mengambil kepalanya lalu membenamkanya di dalam dada bidangnya.


"kak, apa salah ya Kirana jatuh cinta?apa kirana salah kalau Kirana cemburu?atau ka Kirana tidak pantas untuk di cintai?"Pertanyaan itu lolos dari bibir mungilnya.


Membuat Bima tersentak dan menatap Kirana dalam dalam.


"jangan bilang kalau lo....."Bima


Kirana membalas dengan anggukan tandanya Iya.


"Arkana...."Tangan Bima Mengepal


"lo ngak salah,Arkana yang salah, dia yang salah gue akan beri dia pelajaran"Ucap Bima dengan nada tinggi


"kak, Kirana mohon jangan ngomong ini ke Arkana, aku mohon sama kakak"Kirana menahan Bima agar tak memberitahu Arkana semuanya


Bima berdiri sejajar dengan Kirana lalu memeluknya erat. Arkana melihat Bima memeluk Kirana membuat Arkana menahan kepalan tanganya lalu berbalik dan kembali ke ruangan.


Setelah dua puluh menit berlalu Bima dan Kirana kembali ke gedung itu. Pandangan Kirana adan Arkana saling bertemu Arkana menatap Kirana dengan mata tajam namun tak di Gubris oleh Kirana. Ketiga sahabatnya datang menghampiri Kirana


"lo dari mana? gue udah cariin dari tadi"tanya Arini


"acieeee,,berdua?"tanya Tasya


"hemm,"Angguk Kirana dengan sedikit senyum


"ulu ulu ulu,,,to tweet nya"ledek Arina


Yang di sengaja karena Arkana sedang menatap Mereka saat ini


"rasain lu,emang enak?"Batin Arina


Sekarang Jam sudah menunjukan Pukul 23:00 acaranya sudah usai mereka perlaha semuanya kembali sekarang tinggal Arkana dan Kirana di parkiran sepanjang jalan dari gedung mereka berdua tak berbicara satu sama lain.Kirana masih marah pada Arkana sedangkan Arkana tidak tau kenapa mendiamkan Kirana seperti itu.


Saat Kirana membuka mobil dan hendak masuk seseorang memanggil Arkana


"Ka!!!"Panggil nya


"antar aku pulang ya,mobil aku tiba tiba mogok"pintanya pada Arkana


"tapi Nat, gue....."di potong oleh Natasya

__ADS_1


"ih,biasanya juga ngak nolak,papah juga mau ketemu kamu"rengek nya


"ini sudah larut, besok aja kesananya aku antar kamu saja dulu" Arkana


Natasya melirik ke arah Kirana


"oh ini sepupu kamu yang kamu ceritain keaku?"Tanya tasya


Membuat Kirana membulat kan matanya.


"sepupu?"tanya Kirana kembali


"iya, Arkana sudah ceritain semuanya padaku,kalian tinggal bareng karena Ayah kamu sudah meninggal dan sekarang Arkana yang jagain kamu kan?" Ucap Natasya


"........."kirana tak mengucapkan apapun dia membuka pintu mobil bagian belakang lalu duduk disana. Pandangan ya kosong. Kirana sama sekali tak memandang kearah mereka yang sedang bercanda,pandangan Kirana menatap langit malam yang gelap sama seperti perasaanya saat ini. Arkana melihat dari Spion Kirana berusaha menahan air matanya agar tak turun membasahi pipi cabinya itu.


"Yang, tau ngak saat aku di Amerika, aku sangat rindu kamu,tapi aku tahan agar aku tau kamu sebenarnya cinta sama aku atau engak tapi malam ini terjawab semuanya


Ternyata kamu masih Arkana aku yang dulu, makasih sayang"Natasya Mencium pipi Arkana sekilas membuat Kirana makin terisak .


Arkana turun membukan kan pintu untuk Natasya dan mengantarnya samapi depan pintu rumah nya Setelah itu Arkana kembali ke mobil dan melihat keara Kirana yang entah sejak kapan dia tertidur di kursi belakang.


Arkana menurunkan kursi depan mobilnya lalu mengangkat Kirana dan memindahkan nya kedepan.


"maafin gue"Gumamnya lalu mengecup kening nya sebentar lalu melajukan mobilnya


****


Arkana mengendong Kirana ke dalam rumah sampai di kamar lalu membaringkanya di kamar.


Entah kenapa saat ini dia ingin sekali berada di dekat Kirana.


Kirana terus menahan tangisanya agar Arkana tak mendengar nya, memang dari tadi Kirana hanya pura pura tidur. Arkana berbaring di samping Kirana dan memeluknya dari belakang.


"kenapa kamu jahat sama aku Ka?tolong jangan buat aku sakit.Jangan memberi harapan palsu padaku,jangan memberi kan ku ruang untuk masuk lebih dalam lagi,karena aku takut akan tersesat di dalam lagi karena perhatian mu padaku, tolong jangan seperti ini aku mohon jangan buat aku menaru harapan terlalu jauh pada mu"batin Kirana menahan Tangisan nya.


Malam semakin larut, mereka akirnya terlelap dan tidur bersama hingga pagi


Maaf up nya telat, 🙏🙏🙏


Buat readers ku maaf buat kalian nunggu terlalu lama.


..

__ADS_1


__ADS_2