Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 132. season 2


__ADS_3

Setelah Mereka sampai di kamar, Anaya langsung menghempaskan tangannya dari tangan Adrian, ia menatap wajah Adrian dengan penuh murka " apa maksudmu berkata seperti itu pada paman dan bibi?" Tanya Anaya.


Adrian tidak menjawab. Ia malah menyudutkan tubuh Anaya ke dinding."kita memang pengantin baru, kau saja yang tidak mau mengakuinya." Adrian berucap. Kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Anaya, Anaya memejamkan mata. Namun saat jarak wajah Adrian dan Anaya begitu dekat, Adrian Langsung terkekeh.


Saat mendengar Adrian terkekeh. Anaya Membuka mata. Ia mengertakkan Giginya. Kemudian mendorong dada Adrian yang masih mengungkungnya." Kau Jangan Coba-coba mendekat." Seru Anaya. Ia berjalan dengan menghentakkan kakinya. Bisa-bisanya Adrian mempermainkannya. Tetapi sedetik kemudian ia tersenyum. Ternyata Adrian bisa bercanda juga.


Anaya kemudian membuka lemari mengambil handuknya dan juga handuk Adrian dan meletakkannya di ranjang. Setelah itu Anaya keluar dari kamar berjalan ke kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya. Ya di rumah bibi Anaya Hanya ada satu kamar mandi. Dan itu dipakai oleh semua penghuni rumah.


Setelah membersihkan tubuhnya, Anaya masuk ke dalam kamar. Pakaiannya sudah berganti, saat ini Anaya sudah menggunakan piama. Piama yang dulu ia sering gunakan sebelum ia menikah dengan Adrian.


Saat Anaya sampai di kamar, Adrian sedang duduk di kasur ia sedang menunggu Anaya masuk ke dalam kamar." Nay." Panggil.


Anaya menoleh." Ada apa?"


"Aku ingin membersihkan tubuhku. Kamar mandinya di mana?"Tanya Adrian.


"Di luar, dekat dapur sebelah kiri."


Adrian mengangguk. Ia kemudian berdiri dari kasur. Kemudian mengambil handuk yang tergeletak di kasur. Setelah itu, ia berjalan keluar dari kamar.


Hampir dua puluh menit saat Adrian keluar dari kamar, pria itu kembali dengan tampilan segar. Ia hanya memakai kaos dalam dengan handuk di pinggangnya. Ia kemudian menutup pintu kamar Anaya. Dan berjalan mendekat ke arah kasur. Namun, baru saja ia akan membuka handuknya, Anaya langsung beringsut mundur." Apa yang akan kau lakukan." Seru Anaya.


"Aku ingin melepas handukku."balas Adrian.


"Jangan mendekat! Jangan coba - coba mendekat! Apa yang akan kau lakukan. Kau ingin berbuat mesum yah?" Tuding Anaya.

__ADS_1


Adrian malah tersenyum dan semakin mendekat. Ia menahan tubuh anaya dengan satu tangan."Kenapa jika aku ingin berbuat mesum? Kau istriku?" Bisik Adrian


Anaya mendorong tubuh Adrian." Kau jangan coba-coba mendekat." Seru Anaya lagi.


Adrian kembali terkekeh. Saat ia akan kembali membuka handuknya, lagi-lagi Anaya berteriak, Anaya dengan cepat menutup wajahnya mengunakan kedua tangannya. Namun Adrian tidak memperdulikan teriakan Anaya. Ia membuka handuknya. Perlahan Anaya mengintip dari sela jarinya. Ia melihat Adrian sudah mengunakan celana.


Anaya menghembuskan nafas Lega.


"Kau kenapa?" Tanya Adrian. Ia sudah merebahkan tubuhnya di kasur. Menetap Anaya yang saat ini duduk sambil memeluk kedua lututnya.


Anaya mengeleng. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur kemudian membelakangi tubuh Adrian. Ia menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya.


Lagi-lagi Adrian menggeleng melihat tingkah Anaya. Setelah itu ia mulai memejamkan matanya.


Perlahan Anaya mengambil guling dan meletakkannya di antara mereka. Anaya tidak ingin hal serupa yang pernah terjadi antara dirinya dan juga Adrian terulang kembali. Setelah merasa cukup aman. Anaya kembali membaringkan tubuhnya. Namun sedetik kemudian guling di sampingnya berpindah menjadi tubuh Adrian. Anaya membelalakkan matanya. Kemudian memundurkan tubuhnya." Kau mau apa? Mengapa guling yang aku taruh di sini sudah berpindah?" Tanya Anaya. Adrian tidak peduli. Ia malah menarik tubuh Anaya ke dalam pelukannya.


"Lepas," titah Anaya." Jika kau tidak mau melepaskan pelukan mu, aku akan berteriak." Ancam Anaya.


Adrian tersenyum." Kau berteriak saja. Tidak akan ada yang datarmng. Mereka tahu kau istriku." Balas Adrian.


Anaya kembali bernafas berat, pria di depannya begitu pandai bersilat lidah. Entah apa yang diinginkannya.


"Lepas, aku mengantuk." Anaya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Adrian. Tetapi Bukannya melepas, Adrian semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku akan melepaskanmu, tapi dengan satu syarat.

__ADS_1


Anaya mendongak," apa syaratnya?"


"Kau cium aku." Adrian berucap tanpa ada rasa malu. Entah mengapa ia begitu senang saat membuat Anaya kesal.


Terdengar helaan nafas keluar dari mulut Anaya.


"Kau ingin di cium di bagian mana?"


Adrian menunjuk bibirnya


Perlahan Anaya Mulai mendekatkan birirnya. Tak lama bibir mereka saling bersentuhan. Tak mau kehilangan kesempatan Adrian langsung menekan tengkuk Anaya dan langsung ********** secara rakus. Setelah berhasil mencium bibir Anaya, Adrian melepas pungutannya.


"Sangat manis." Seru Adrian tepat didepan Anaya.


***


Waktu Sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Mata Adrian masih Engan untuk terpejam.


pria itu tetap saja terjaga. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Adrian juga sudah merubah posisi tidurnya. Namun ia tetap meraup kesadaran.


Saat ini pikirannya sedang mengembara. Ia memikirkan hubungannya dengan Anaya. Sejujurnya perlahan-lahan Adrian sudah merasa nyaman dengan Anaya. Namun, Adrian masih ragu. Apakah Anaya sudah mencintainya apa belum. Mengingat sebelum Anaya sudah memiliki kekasih.


saat sibuk memikirkan hubungannya dengan Anaya. Adrian melihat sebuah bingkai foto di meja yang ada di kamar Anaya. walaupun samar-samar karena lampu tidur, namun pria itu dengan jelas tahu jika itu foto kedua orang tua Anaya.


.

__ADS_1


__ADS_2