Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 94


__ADS_3

Sabar tuan." Alex menahan Cakra untuk melangkah." Kita belum memiliki cukup bukti." 


Cakra terdiam dengan rahang yang mengeras, tangannya mengepal. Ingin rasanya ia menghabisi kedua orang yang ada di depannya. Andai bukan Alex yang menghalanginya, mungkin ia sudah menghabisi candra dan Alea saat ini juga.


Setelah candra dan Alea sudah berlalu pergi. Cakra lalu memukul dinding yang ada di depannya." Bangsat," umpat Cakra lalu berlalu meninggalkan Alex dan juga Bimo yang ada di sana.


***


Di sebuah ruangan kosong tampak seseorang sedang meringis kesakitan." Cepat katakan, siapa yang menyuruhmu." Cakra berucap dengan menatap pria yang ada di depannya.


Pria itu mengeleng." Saya tidak tahu apa-apa, tuan."ucap pria itu, tubuhnya sudah lemas dengan beberapa bekas luka lebam yang ada di wajahnya.


"Cepat katakan," Cakra mengarahkan sebuah revolver di depan pria itu.


"Cepat katakan."Cakra membentak kembali pria yang ada didepannya.


Pria itu lagi-lagi menggeleng


" Siapa yang menyuruh mui! Hah? Jawab? Ujar Cakra. Wajahnya sudah terlihat memerah.

__ADS_1


Tetapi pria itu sepertinya tidak takut dengan ancaman Cakra. Akhirnya Cakra menarik paralel dan menembak ke arah samping pria itu.


"Dor."


Cakra menembak sebuah guci antik di ruangan itu.


Melihat Cakra menembak guci, seketika pria itu bergidik ngeri.


"Cepat katakan, jika tidak, nasibmu akan sama seperti guci itu." Ucap Cakra sambil mengarahkan revolver itu tepat di hadapan pria itu.


"Cepat katakan!" Lagi-lagi Cakra membentak." Aku akan menghitung mundur, jika dalam hitungan mundur kau masih juga bungkam, jangan salahkan jika peluru di pistol ini menancap di kepalamu."


Pria itu Seketika bergidik ngeri mendengar ucapan Cakra.


"Baik. Aku akan mengatakannya." Jawab pria itu.


"Siapa? Cepat katakan!"lanjut Cakra 


"Tu...an Candra, tuan." Jawab pria itu, ia menunduk setelah mengatakan itu.

__ADS_1


Cakra menghampiri pria itu, kemudian berdiri tepat di depan nya kemudian Cakra mengapit kedua rahang pria itu kemudian berucap."bersiap kau akan menjadi saksi atas semua yang telah dilakukan candra.


" Pria itu mengangguk." Baik, tuan."pungkasannya.


Setelah mendengar jawaban pria itu, Cakra lalu berjalan keluar ruangan kemudian mengunci tempat itu.


Keesokan harinya. Cakra, Alex dan beberapa polisi berjalan masuk ke apartemen Mewah milik Candra, setelah melapor ke pihak resepsionis, Cakra pun berjalan menuju unit milik Candra.


Sesampainya di depan unit kamar milik Candra. Cakra memencet bel dari luar. Namun tak ada yang membukakan pintu untuknya. Cakra lalu menoleh ke arah Alex meminta jawaban. Pasalnya menurut informasi yang di dapat Alex  dari Bimo, Candra ada di unitnya.


"Tunggu, tuan. Saya akan menghubungi Bimo dulu." Ujar Alex merogoh sakunya kemudian mengambil ponselnya.


Sementara itu sepasang kekasih di dalam kamar sedang bergelut saling melampiaskan hasrat masing-masing. Sesekali wanita itu mengerang saat kekasihnya mempercepat gerakannya.


Sentuhan-sentuhannya yang dilakukan Candra membuat Alea terbang melayang. Mereka tak memperdulikannya bunyi bel yang terus berbunyi. Mereka hanya fokus untuk menuntaskan hasrat masing-masing.


"Aaaahhh. Lebih Cepat sayang." Ucap Alea saat Candra mempercepat gerakannya, hingga terdengar hentakan-hentakan dari pinggul keduanya akibat saling bertubrukan hingga Candra mengeluarkan lahar panasnya di dalam rahim Alea dan langsung tumbang di atas Alea. Ia menaruh kepalanya di punggung Alea sembari menetralkan nafasnya. Lama terdiam Candra kali on.


Ia bangkit dari posisinya kemudian menyeringai nakal." Sekalian lagi." Ucapnya

__ADS_1


Alea mengangguk dengan mata sayunya. Sebenarnya Alea sudah sangat kelelahan, ini bukan ronde pertama. Melainkan sudah Ronde yang kasian kalinya. Namun suara bel yang terus berbunyi mengalihkan perhatian candra untuk membuka pintu terlebih dahulu sebelum melanjutkan permainannya.


Cakra turun dari ranjang. mengambil celana pendek yang ada di lantai kemudian memakannya lalu berjalan ke arah pintu untuk membukanya.


__ADS_2