Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Kabar Bahagia


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Kirana, setelah itu keluar dan menanyakan keluarganya.


"Keluarga atau Suami dari pasien ada?"Tanya dokter


Arkana bangkit dari tempat duduk rumah sakit.


"saya Dok, gimana keadaan istri saya Dok apa dia baik baik saja?"tanya Arkana menghujani banyak pertanyaan pada Dokter itu


"Istri anda tidak kenapa kenapa, hanya saja butuh istrahat yang banyak,karena saat ini Istri Bapak sedang mengandung dan memasuki usia kandungan Tiga minggu,saya sudah kasih vitamin tolong di tebus"ucap Dokter lalu pergi meninggalkan mereka.


Arkana dan sahabat Kirana masuk melihat keadaan Kirana di luar hanya Kingsa sendiri.


"Ternyata Dia kakak Ipar ku hufft"Batin Kingsa lalu ikut masuk kedalan ruangan rumah sakit tempat Kirana.


"Dek, gimana keadaanmu? apa udah baikan? jangan bangun tetap berbaring" Arkana melarang Kirana bangun saat dia mulai membangunkan badanya.


"Aku kenapa Mas?" tanya Kirana


"Dek, kamu ngerasa ngak"Tanya Arkana


"apa Mas?"tanya Kirana balik


"kapan tamu bulanan kamu terakir datang?"Tanya Arkana


"astaga, Mas aku telat tiga minggu harusnya kan....."kata katanya terhenti saat melihat Arkana tersenyum sontak tangan mungil nya mengelus perurnya yang belum terlalu buncit itu.


"Iya dek, kamu hamil.Anak pertama kita dek"ucap Arkana bahagai


Kirana menatap Arkana bahagia air matanya jatuh membasahi pipi cabinya itu.


"cup cup cup jangan nangis dong bumil cu, nanti deby nya ikut nangis"ucap sahabatnya lalu memeluk Kirana.Kingsa maju dan memberi selamat pada sepupunya itu


"kamu utang penjelasan Mas tentang Kingsa"ucap Kirana


Arkana menjelaskan tentang sepupunya itu kepada mereka.

__ADS_1


"Kak, aku duluan ya, banyak urusan di rumah"pamit Kingsa


"Arina mau barengan gak?"Ajak Kingsa


"udah sana, lagi ada yg mau"ledek Arini


Kingsa dan Arina pulang bersama sedang kan Arini dan Tasya pulang berdua.


*****


Arkana dan Kirana sampai di rumah, Arkana mengendong Kirana kekamar dan membaringkanya di kamar lalu membuka sepatunya dan turun kedapur membuatkanya makanan. Kirana yang melihatnya hanya tertawa begitu antusiasnya sang suami menyambut calon penerus Arkana Wijaya itu.


Kirana meraih ponsel Arkana yang terletak tak jauh dari tempat iya berbaring.Di cek nya satu persatu satu nama di panggilan masuk membuat Kirana mengeraskan rahang dan membukat kan matanya.


"Untuk apa Dia menelfon Mas Arka?"Tanya Kirana.Arkana masuk kedalam membawah susu hangat untuk istrinya.


"Dek, bangun Mas bawain susu hangat ayok di minum"kata Arkana


"Mas, mandi dulu ntar kalau mandi malem sakit"Pinta Kirana dengan membuka matanya perlahan dari tidur bohonganya.


Setelah Arkana selesai Kirana pun memasuki kamar mandi dan membersikan dirinya. Arkana melihat ke arah gelas susunya sudah habis.


Dua puluh menit kirana selesai memersikan dirinya.


"sini"panggil Arkana


"kenapa si Mas?"tanya Kirana


"baring disini"Arkana menunjuk tempat itu sedari tadi tanganya di rentangkan Kirana perlahan naik dan berbaring dialasi tangan Arkana. Arkana menarik tanganya sehingga posisi Arkana dan Kirana saat ini saling berhadapan sangat dekat bahkan Kirana dapat merasakan deruan nafas lembut dari Arkana sesekali Arkana meniupkan nafasnya lembut kearah Kirana membuat Kirana memejamkan matanya sesaat lalu terbuka.


"Mas nakal kamu ihh" ucap kirana lalu mencubit hidung Arkana


"Dek,tadi Mas telfon Ayah terus ngasih tau kalau kamu lagi ngisi,dan kamu tau? mereka akan pulang besok"Ucap Arkana


"astaga Mas, kan Mereka lagi perjalanan bisnis gimana sih" Oceh Kirana

__ADS_1


"mereka lebih memili pulang dan melihat perkwmbangan calon cucu mereka"jawab Arkana


"dan aku kasih tau Papa juga, kamu tau dia sangat senang dengar berita ini"lanjut Arkana


"Papa?" tanya Kirana


"iya, Papa Wibowo"kata Arkana


Kirana melepaskan pelukanya dari Arkana lalu membalikan badanya.Arkana memeluk Kirana dari belakan lalu mengusap bahu istri nya dengan lembut.


"Yang, coba dengarin Mas sebentar saja, Plis Mas Mohon"Pinta Arkana


Lalu Iya membalikan badan Kirana dan memegan kedua pipi Kirana lembut.


"Apa kamu tau? Papa sangat menyesal atas semuanya, dia sudah sesali atas keegoisanya di masa lalu dia sudah mengakui semua kesalahanya apa kamu tak ingin memberikan kesempatan padanya? sekali saja Yang"Pinta Arkana


"Mas yang dia lakukan padaku dan Bunda juga Ayah sangat kejam, apa itu sikap seorang Ayah?" Lirih Kirana


"Yang, jangan nangis dong ntar aku nangis juga Mas mau kamu maafin Papa. Mas tau Papa salah tapi biar gimana pun dia tetap Papa kamu sayang, Mas ngak mau di kata Suami yang gagal mendidik Istrinya, kamu mau Mas di katai seperti itu?" Ucap Arkana


"Mas, aku ngantuk mau tidur aku tinggal ya capek soalnya" Kirana membalikan badanya membelakangi Arkana


"Sayang, Papah melakukan semua itu karena ada alasanya, ya meskipun tidak masuk akal tapi yang namanya cinta mau gimana lagi semua yang di lihat pun akan jahat jika wanitanya dekat dengan pria lain" Ucap Arkana lalu membelakangi Kirana


"kamu ngak paham Mas gimana sakitnya aku dan Bunda di buang, Aku masih dalam perut Bunda Mas, apa aku salah jika marah?" Batin Kirana lalu terisak membuat Arkana berbalik dan memeluknya erat.


"Maafin Mas dek,Mas ngak maksa kamu buat Maafin Papa, tolong jangan nangis Dek" Pinta Arkana Membuat Kirana semakin terisak.


Sampai sini dulu ya.


Maaf yang udah nunggu lamaπŸ™πŸ™πŸ™


Tugas numpuk jadi up nya agak terlambatπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Semoga suka ya

__ADS_1


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2