
Beck Home.
Arkana dan Kirana kembali dari acara lamaran teman sekolah mereka.Mereka memasuki mobil didalam mobil suasana mendadap hening.
Suara berat dari sebelah membuyarkan lamunan Kirana.
"Dek, kenapa kok melamun ada masalah?" Tanya Arkana
"Ahh,,Ngak ada kok Mas"jawab Kirana singkat
"Terus kenapa dari tadi diem aja? boong kamu ya, pasti ada sesuatu cerita sama Mas" Arkana
kirana menarik nafas perlahan.
"Cuma sedikit mengingat masa lalu mas, saat Rani mencoba merebut Mas juga Bima dari Aku dan Arina"
"Kenapa kok bisa sampe kepikiran lagi? Dia gangu kalian apa gimana biar Mas jadikan dia onde onde"Arkana
"Apa sih Mas orang serius di bercandain terus,jadi males kan cerita" ngambek
"Ya habisnya Kamu sih, uda tau masa lalu eh masih mikirin kan Mas Uda---"Arkana
"Udah buruan pulang si kembar pasti nangis"Kirana
Mobil sampai di halaman rumah Kirana turun di depan halaman Arkana memarkirkan di garasi.
"Loh kok lampu ruang tamu nyala sih"(batin Kirana)
"Eh Bunda," lanjut kirana
"Kalian dari mana?"Tanya mertua Kirana
"Tadi ada acara teman SMA Bun, diundang sekalian reunian"Jawab Kirana
Arkana masuk kedalam dan menyalami Kedua orang tuanya.
"Ayah, Bunda dari tadi datang nya?" Arkana
"Baru aja Ka, ayo duduk dulu" Bunda Arkana
Kirana melihat mata mertuanya sembab.
"Bunda nangis? kenapa Bun?" Tanya Kirana sembari memyentu kedua pundak Mertuanya itu
"Bun, ada apa si?"Tanya Arkana
"Ki kamu yang sabar ya, Bunda tau kamu pasti sabar ini cobaan dari Tuhan untuk mu.Bunda dan Ayah masih ada dan akan mencintai mu"
"Apa sih Bun, kenapa ngomong kek gitu? ada apa?" tanya Kirana
"Mama, Papa dan Karina... Mer---"
"Kenapa dengan mereka? oh iya bukan kah mereka akan pulang hari ini, harusnya sih sudah sampai sekarang"Kirana
Dania memeluk Kirana dan berbisik di telinga Kirana
__ADS_1
"Pesawat yang mereka tumpangi jatuh korbanya tidak ada yang selamat begitu pun dengan Mam---"Dania
"Ngak Bun, tadi pagi Mama bicara pada ku akan pulang dan menjenguk cucu nya Bun, ini pasti Bohong kan Bun?" Kirana terisak badannya merosot ke lantai ruang tamu
Dan tak sadarkan diri.
*Kamar Kirana*
"Auhh, kenapa sakit sekali kepalah ku, Mas--"Kirana tersadar dan memanggil Arkana. Untungnya Arkana saat itu telah selesai membersikan dirinya.
"Dek, sudah sadar Kamu?" Tanya Arkana lalu berjalan mendekati Kirana dan duduk di samping tempat tidurnya.
"Mas, tadi aku mimpi buruk Bunda datang dan memberitau Kirana kalau Mama, Papa dan Karina kecelakaan saat mau pulang ke Indonesia, Aku takut Mas, Aku ta---"Isak Kirana
"Sayang, sini Mas peluk dulu"
Kirana memeluk Arkana dengan erat, Arkana mencoba menenangkan Kirana sebelum memberitau nya kembali. Biar bagaimanapun Kirana harus mengetahuinya Arkana menganguk dan memantapkan hati untuk berbicara.
"Ayah dan Bunda memang benaran datang dan kabar itu pun--"
"Cukup Mas, cukup,,, Aku sudah paham sekarang"Potong Kirana
Dania masuk kedalam kamar Kirana dan mendapati Kirana dengan terisak isak menangis.
"Bun, kenapa Mama sama Papa jahat sama Kirana, kenapa mereka pergi saat Kirana sedang bahagia? kenapa mereka melakukan semua ini pada Kirana? baru saja Kirana mendapati kebahagiaan penuh, Mereka pergi selamanya dari Kirana. Apa salah Kirana Bunda" Ucap Kirana dengan tangisan yg semakin deras
"Suuut, sayang Kirana,,, jangan berbicara seperti itu Nak, Hidup maupun mati sudah di takdirkan untuk setiap manusia meskipun dengan cara yang kadang diluar perkiraan Kita sebagai manusia, ini sudah kehendak Yang Kuasa Nak, jangan seperti ini, Bunda dan Ayah ada disini untuk mu hemm"Dania
"Aku mau sendiri dulu Bun, bisa kan?" Kirana Kirana mencoba menenangkan dirinya
"Bisa sayang, ya udah Bunda keluar dulu ya"
*Kirana Pov*
Pertama Ayah, sekarang Mama, Papa dan Karina
kenapa tidak adil, kenapa selalu seperti ini Aku hanya inginkan kebahagian seutuhnya gak minta lebih Tuhan. Kenapa, kenapa????
Aku hanya minta sedikit kebahagiaan untuk Ku, hanya sedikit------ keluh Kirana dengan masih terisak
*Kirana Pov end*
Dania dan Wijaya berpamitan kepada Arkana untuk pulang pasalnya subuh mereka akan melakukan perjalanan Bisnis mereka.
*Pagi Hari*
__ADS_1
Kirana merabah kasur di sampingnya orang yang Dia cari tak ada membuat Kirana memaksa membuka matanya yang sudah bengkak itu.
"Sakit banget mata ku ini, Mas kemana sih masa iya ke kantor kan lagi libur" Kirana
Kirana berjalan ke kamar mandi dan membersikan dirinya, ditatap wajah nya di cermin kamar mandi wajah lusuh dengan mata yang bengkak membuatnya kembali terisak dan menangis di Kamar mandi cukup lama. Setelah beberapa saat selesai mandi keluarlah Kirana dan mendapati bubur Ayam serta es cream kesukaanya di atas meja serta kedua buah hatinya membuat Kirana menahan isakan tangis nya dan berusaha membuat senyum di bibir mungilnya itu.
"Hei Boy, lihat Moomy sudah selesai mandi, lamah ya Moomy mandinya?" Arkana berusaha membuat Istrinya itu tersenyum dengan mengajak jagoan kecilnya itu berbicara
Meskipun dijawab oleh bahasa Bayi dari Anaknya itu.
Kirana menarik nafasnya dalam berjalan menujuh buah hatinya dan duduk di samping Arkana.
"Padahal Moomy baru selesai mandi kalian datang dan ganguin Moomy, kan Moomy pengen bobo lagi ihh" Kirana menyubit Pipi Arkana.
"Moomy, Ini Daddy bukan Reichel dan Rachel" ucap Arkana sambil mengelus pipinya yang terasa sakit di cubit sang istri.
Kirana tertawa melihat raut wajah Arkana yang menurutnya sangat mengemaskan.
"Lagian pagi pagi udah rameh aja ganguin Mommy ya kan sayang nya Moomy" Ucap Kirana sembari mengelus kedua pipi Bayi kembarnya.
"(Tersenyum lah Sayang, Mas gak bisa lihat Kamu murung terus, sakit Mas lihat kamu sedih)" Batin Arkana
Kirana mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
"Oh Iya Mas, Bunda sama Ayah semalam gak nginep?" Tanya Kirana dengan suara yg sedikit serak
"Gak Dek, katanya sih mereka mau melakukan perjalanan bisnis, tau kan Dek Bunda sama Ayah kek gimana dari dulu" Jawab Arkana
"Itu juga kan demi masa depan Kamu Mas, bersyukur lah Kamu Mas Masih Punya Mer---"Kirana
"Eh, uda uda ya, Mas gak mau Kamu sedih lagi ayok sini makan bubur Mu sebelum dingin, abis itu makan Ice Cream nya"Arkana memotong pembicaraan Kirana
Setelah selesai mengeringkan rambutnya Kirana duduk di meja dan memakan bubur nya beberapa sendok lalu mengambil ice cream favoritnya itu lalu menyantapnya.
"(Hemm Sabar Dek, Mas tau Kamu kuat) lihat lah Moomy Kalian, Kalau soal Ice cream makan ngak bagi sama Daddy"Ledek Arkana
"Iss Daddy belinya cuma satu, ya pasti untuk moomy ya kan?" Kirana
"Hari ini mau kemana?"
Ponsel Kirana bergetar
"Halo" Kirana
"Iya Pak, saya sendiri ada apa ya Pak?" tanya Kirana
"Jadi,,Maksud Bapak ngak ada yang selamat gitu? Baiklah Pak. Terimah kasih atas informasinya" Kirana menutup percakapanya denga orang di balik ponselnya
Kirana terduduk di kursi kamar,tanganya menutup muka dan menangis dengan kencang, Arkana yang melihat itu berdiri langsung memeluk Kirana mengusap air mata istrinya itu.
__ADS_1
"Udah Mas Aku kuat kok, jangan kawatir hem" lirih Kirana
Maaf ya sudah membuat kalian menunggu terlalu lama.Terimah kasih karena sudah membaca Novel Ku🙏🙏🙏 semoga suka selamat membaca😊😊