Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 91


__ADS_3

Pukul tiga dini hari, mobil Cakra memasuki kediamannya. Ia memarkirkan mobilnya tepat di depan halaman rumah. Ia kemudian membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari dalam mobil. Ia mengernyit heran saat melihat Noureen baru saja keluar dari dalam rumah. Ia menghampiri istrinya.


"Sayang, apa yang kau lakukan disini, ini masih pukul 3 dini hari," Cakra melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


Bukannya menjawab, Noureen malah menghambur memeluk tubuh suaminya.


"Mas, gak kenapa-kenapa kan? Aku khawatir, mas. Sejak tadi aku mencoba menghubungi mas, tetapi ponsel mas tetap saja tidak aktif," Noureen melepas pelukannya menatap wajah suaminya yang tampak terlihat sangat lelah. 


"Maaf, sayang. Mas lupa mencharge ponsel, mas. Mas benar-benar sibuk hari ini. Banyak masalah yang terjadi di kantor," balas Cakra.


"Syukurlah, kalau mas gak kenapa-kenapa. Oh iya, masalah apa mas?"


"Nanti mas ceritain, ayo masuk, udara di luar sangat dingin." Cakra mengajak Noureen masuk kedalam rumah.


Noureen pun mengangguk dan mengikuti langkah suaminya menuju lantai dua kamar mereka.


Sesampainya mereka di dalam kamar. Noureen membantu melepas pakaian yang masih melekat di tubuh suaminya lalu memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor yang ada di sudut ruangan.


Sedangkan Cakra, masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hampir dua puluh menit Cakra berkutat di dalam kamar mandi, hingga akhirnya ia keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakan bathrobe dengan rambut yang masih terlihat basah. 


Melihat suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi seketika Noureen terpaku. Ia meneguk ludah nya kasar. Entah kenapa malam ini suaminya terlihat sangat tampan hanya dengan menggunakan bathrobe dan rambut yang terlihat basah.


"Sayang,"panggil Cakra. Ia menghampiri Noureen. Pasalnya tadi saat Cakra keluar dari dalam kamar mandi ia melihat istrinya melamun.

__ADS_1


"Ah, iya. Maaf, mas." Noureen berucap saat ia tersadar dari lamunannya. Ia lalu tersenyum kecut.


"Reen kau melamun? Kau ada masalah?" Tanya Cakra. Ia memegang tengkuk Noureen.


"Tidak ada, mas!"Elak Noureen. Dengan cepat ia menggeleng. Ia terlalu gengsi jika harus berkata jujur jika ia terpaku melihat tubuh sang suami.


"Yah sudah, mas tinggal sebentar." Cakra berjalan memasuki Ruang walk in closet setelah mendapatkan anggukan dari Noureen.


Noureen menghembuskan nafas lega lalu mengusap dadanya setelah melihat Cakra masuk kedalam walk in closet." Untung saja. Aku hampir saja Ketahuan,"


***


Sepasang suami istri itu kini sudah berada di ranjang. Cakra memeluk tubuh Noureen dan menyandarkannya di bahunya. Sesekali Cakra mengecup pucuk kepala Noureen. Memberi kehangatan pada sang istri.


"Hmmm,"


"Kau ada masalah apa?" Noureen mendongak melihat wajah suaminya.


"Nanti mas ceritain. Ini sudah pukul empat, sentar lagi pagi. Tidurlah, mas janji, nanti mas ceritain."


Noureen mengangguk dan tidak melanjutkan ucapannya. Ia tau jika saat ini suaminya sedang kelelahan.


Noureen pun mulai memejamkan mata dan di ikuti oleh Cakra di sampingnya. Mereka tidur sambil berpelukan.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Apartemen Citraland


Candra keluar dari dalam apartemen Citraland dengan kecepatan sedang mengunakan mobil Toyota Fortuner keluaran terbaru bersama dengan seorang wanita cantik. Ia memperlambat laju kendaraannya saat melewati pos security. Ia menengok sebenar, melempar senyum kepada security yang berjaga di pos pengamanan lalu melajukan kembali kendaraannya.


Tak jauh dari situ, sebuah mobil Inova berwarna hitam dengan jarak beberapa meter mengikuti mobil Candra.


"Hallo tuan, mereka meninggalkan apartemen." Ucap orang itu.


"Ikuti terus kemana ia akan pergi." Balas orang yang ada di seberang telpon.


"Baik, tuan!"orang itu lalu mematikan sambungan teleponnya.


Orang yang di sewa Alex pun mengikuti kemana mobil Candra pergi. Hingga akhirnya mobil Candra berhenti tepat di sebuah restoran. Ia memarkirkan mobilnya dan langsung keluar dari dalam mobil dengan menggandeng tangan kekasihnya berjalan masuk kedalam restoran. Sesampainya di dalam restoran Candra menarik kursi yang akan diduduki kekasihnya. Setelah kekasihnya duduk ia kemudian menarik kursi dan duduk di kursi yang ada didepan kekasihnya, hingga saat ini mereka duduk saling berhadapan.


Tak ingin di curigai. Bimo, orang suruhan Alex pun mengambil kursi yang berada di bagian pojok. Ia memakai kacamata dengan berpura-pura membaca koran. Namun, sebelumnya Bimo sudah menaruh Kamera kecil tepat di dekat vas bunga. Ia mengarahkan kameranya tepat ke meja yang saat ini di duduki oleh Candra. 


Trimakasih , ya. untuk kalian yang sudah mampir. maaf jarang up, saya ngak ada jaringan di perkebunan.🙏🙏🙏🙏


 


 

__ADS_1


__ADS_2