Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 46


__ADS_3

Setelah Cakra dan Noureen selesai dengan rutinitas panasnya. Cakra lalu mencium kening Noureen dan mengusapnya.


" Istirahatlah sayang, mas akan membersihkan diri dulu, setelah itu mas akan menyelesaikan berkas yang dibawa Alex tadi," ucap Cakra tersenyum menatap istrinya.


Noureen mengangguk, sambil tersenyum, lalu memejamkan matanya. 


Cakra bangkit dari kasur dan berjalan masuk menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu, tiga puluh menit kemudian, Cakra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan  bathrobe, lalu berjalan ke arah tempat penyimpanan pakaian yang biasa ia gunakan ketika ada acara mendadak, yang perlu ia hadiri. Setelah siap dan rapi, Cakra lalu keluar dari kamar menuju kursi kebesarannya. 


Setelah mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya, Cakra mulai membuka satu persatu berkas yang ada di hadapannya. Ia membaca dengan teliti setiap lembaran, lalu menanda tanganinya.


Saat sibuk dengan tumpukan berkas yang ada dihadapannya, terdengar seseorang mengetuk dari balik pintu ruang.


Tok


Tok


Tok


Cakra kemudian mengalihkan pandangannya ke sumber suara, lalu menekan tombol yang ada dihadapannya.


" Masuk," ucap Cakra, lalu kembali fokus pada tumpukan berkasnya.


Terlihat pintu terbuka menampakkan Alex yang masuk ke ruangan tersebut. Alex berjalan masuk menuju Meja kebesaran tuannya, dan duduk tepat di kursi yang ada di hadapan tuannya


" Ada apa Lex," tanya Cakra pada asistennya tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas yang ia tanda tangani.


"Maaf tuan, apa berkas yang tadi saya antarkan sudah selesai ditanda tangani." Ucap Alex sungkan.


" oh iya Lex, tunggu sebentar, aku masih membacanya. sepertinya ada laporan angka budget yang tidak sesuai.

__ADS_1


"Baik Tuan," ucap Alex sambil mengulum senyum, saat ini ia sedang fokus pada rambut basah Tuannya. Alex seketika larut dalam lamunannya.


Seketika Cakra mengakat pandangannya, ia menatap asistennya yang sedang melamun sambil tersenyum-senyum.


" Lex," panggil Cakra menatap heran pada asistennya. Cakra mengerutkan keningnya. Ada apa dengan asistennya.


Tiba-tiba Cakra tersenyum, lalu menggebrak meja.


" Lex," panggil Cakra mengagetkan asisten.


Alex lalu terperanjat kaget, saat mendengar suara gebrakan meja itu tepat dihadapannya. Alex kemudian mengusap dadanya. untung saja ia tak punya riwayat penyakit Jantung, kalau tidak. mungkin saat ini ia sudah dilarikan ke rumah sakit.


" Maaf tuan, maafkan saya. Saya ta...di,,,,. ucapan Alex terpotong, ia tak tahu harus memberikan alasan apa pada tuannya, ia tidak mungkin berbicara jujur kalau ia sedang melamun karna rambut basah Tuannya. A...nu tuan.


" Anu apa Lex," ucap Cakra tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada tumpukan berkasnya.


" Alex tersenyum kikuk sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Lex lain kali fokus. cepat cari pasangan. biar kamu tidak sering melamun yang tidak-tidak. Cakra lalu menutup berkasnya. Semuanya sudah aku tanda tangani, aku akan pulang sekarang. 


" Baik tuan," jawab Alex menundukkan badannya.


***


Ditengah jalan, saat Cakra fokus menyetir menuju jalan pulang, Noureen melihat seorang pedagang siomay yang mangkal di pinggir jalan. pedagang itu sedang menyiapkan pesanan untuk pelanggannya. asap mengembul di atas panci, membuat air liur Noureen tak terbendung, hasratnya ingin menikmati makanan itu saat itu juga.


" Mas," panggil Noureen menatap ke arah Cakra.


" Iya sayang," jawab Cakra tersenyum dengan tangan satunya terangkat mengusap kepala sang istri dan kembali fokus menyetir.

__ADS_1


" Mas aku lapar," ucap Noureen melas sambil mengusap perut.


" kamu lapar yah, tunggu. mas nyari restoran yang enak. Kamu mau makan apa."? Tanya Cakra


Noureen mengeleng.


" Aku tidak ingin makan di restoran mas. aku maunya makan siomay," ucap Noureen nyengir.


" Siomay.?


Noureen mengangguk.


"Iya mas, siomay Bandung yang dekat perempatan tadi, sepertinya enak," ucap Noureen sambil membayangkan betapa nikmatnya saat siomay itu masuk kedalam mulutnya bersama bumbu kacang.


" Tidak, tidak sayang. kita makan di restoran saja. Makanan pinggiran begitu tidak sehat untuk kesehatan mu dan calon bayi kita.


Noureen terdiam, ia tak melanjutkan ucapannya, ia menahan sesak yang menghinggapi dadanya. Cakra pun fokus menyetir menuju restoran langganannya. Beberapa menit kemudian Cakra lalu memarkirkan mobilnya di salah satu restoran terkenal. Saat mobil sudah terparkir sempurna, Cakra keluar lalu berlari ke samping untuk membukakan pintu untuk Noureen. Saat pintu terbuka Cakra menelan salivanya saat melihat wajah sang istri.


.


.


.


🍂 Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote karena di awal bulan dan diakhir kisah author akan bagi-bagi hadiah menarik, untuk dukungan terbanyak. cek @pengumuman di atas☝️


🍂oh iya, author mau ngumumin kalau Author ada novel satu lagi, judulnya ( bukan salah takdir, author putriyani mursalim) diakhir kisah, author bakal kasi hadiah menarik lagi. untuk dukungan terbanyak 1, 2, 3, 4. dan untuk dukungan terbanyak 1, hadiahnya 1 set lipstik implora terbaru sama dengan ( 12 warna).


salam sayang dari author 😘😘😘

__ADS_1


 


__ADS_2