Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 68


__ADS_3

Pagi hari sekitar pukul 03.30 Noureen terjaga dari tidurnya, keringat dingin membasahi sekujur dahinya, bersamaan dengan itu rasa sakit menjalar di area perut bagian bawahnya. 


"Sa...kit, ma….s." ucap Noureen terbata, dengan tangan satunya meremas selimut yang ia gunakan. Sedangkan yang satunya lagi meraba tubuh Cakra yang sedang tertidur pulas.


Tak lama Cakra terbangun, ia menyipitkan matanya, menatap sang istri.


" Kamu kenapa, Reen?" Tanya Cakra dengan suara serak khas bangun tidur. Lalu kembali terdiam sesekali ia masih memejamkan matanya. Ia belum sepenuhnya sadar akan kondisi sang istri saat ini.


"Sa...kit, ma...s," ucap Noureen masih terbata. Ia mengigit bibir bagian bawahnya untuk menahan rasa sakit yang semakin lama semakin bertambah.


" Oh sakit," ucap Cakra dengan entengnya dan kembali membaringkan tubuhnya di kasur. tak lama kemudian ia tersadar, lalu membuka matanya, dengan cepat ia terbangun.


"Apanya yang sakit, Reen?" Tanya Cakra, wajahnya sudah terlihat khawatir.


"Parut ku sakit, mas."Jawab Noureen. Memegang perutnya.


"Jangan-jangan kamu mau melahirkan,"ujar Cakra

__ADS_1


Noureen menggeleng." Belum waktunya, mas. Kandungan ku baru menginjak sekitar 30 Minggu.


" Aaakkkk, sakit, mas!" Teriak Noureen. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya.


Tanpa pikir panjang, akhirnya Cakra memutuskan untuk membawa Noureen ke rumah sakit." Sabar, ya, sayang! Kita kerumah sakit sekarang," ucap Cakra menenangkan Noureen, padahal saat ini, hatinya  juga sedang ketar ketir melihat kondisi Noureen. Namun, ia tetap berusaha tenang.


Cakra turun dari tempat tidur. Ia kemudian.memakai jaket dan mengambil dompet serta ponselnya yang ada di atas nakas. Lalu berjalan ke sisi bagian samping ranjang lalu mengangkat tubuh Noureen untuk dibawa ke rumah sakit.


Hampir dua jam Cakra membela Jalan ibu kota Menuju rumah sakit sayang bunda yang terletak di jakarta pusat. Saat Sampai di rumah sakit, Cakra memarkirkan mobilnya tepat di depan Unit gawat darurat, sehingga saat Cakra turun dari mobil, dengan cepat seorang suster sudah datang menghampiri mobilnya dengan mendorong sebuah kursi roda.


Suster itupun mengangguk. Kemudian memanggil salah satu rekannya untuk menolong memindahkan Noureen ke kursi roda.


"Biar saya saja sus," ucap Cakra lalu mengangkat tubuh Noureen memindahkannya ke kursi roda.


saat Noureen sudah duduk di kursi roda, salah satu suster itu mendorong kursi Noureen menuju ke unit gawat darurat. sesekali terdengar rintihan keluar dari bibir Noureen bersamaan dengan itu ia meremas kuat tangan Cakra yang juga sedang menggenggam tangannya.


saat Sampai di depan unit gawat darurat, sala satu dari suster itu menahan Cakra didepan UGD.

__ADS_1


" bapak tunggu dulu disini! istri bapak akan kami periksa terlebih dahulu." ucap salah seorang suster itu. ia berbicara dengan sangat sopan.


"tapi sus...!


"bapak tunggu disini yah, nanti setelah dokter memeriksa kondisi istri bapak, bapak boleh masuk." lanjut suster itu hendak mendorong kursi Noureen masuk kedalam. Namun, sebelum Noureen masuk kedalam, Cakra menahannya." tunggu sebentar sus," ucap Cakra . ia kemudian mendekat ke arah Noureen, lalu menghujani Noureen ciuman di seluruh wajahnya." kamu pasti kuat sayang. demi anak kita." ucap Cakra lagi, Lalu kembali mengecup pucuk kepala Noureen.


Noureen mengangguk, lalu tersenyum.


Cakra menatap Noureen yang didorong masuk kedalam ruang UGD hingga pintu ruangan itu tertutup tanpa cela.


.


.


.


.Jangan lupa, like, komen, vote. giftnya di awal bulan yah.

__ADS_1


__ADS_2