
Setelah pulang dari makam sang ayah, Noureen tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan, ia mampir ke kantor Cakra terlebih dahulu.
Ia sengaja tidak memberitahu cakra, bahwa dirinya akan mampir ke kantor. ia berniat memberi surprise pada sang suami.
Setelah taksi yang ditumpangi Noureen berhenti tepat di depan lobi perusahaan, Noureen kemudian memberikan beberapa lembar uang kepada sopir lalu keluar dari dalam mobil.
Ia kemudian melangkah masuk ke dalam perusahaan menuju lift khusus petinggi perusahaan. seperti biasa, saat melewati lobi, semua karyawan tersenyum lalu menunduk hormat padanya.
Beberapa menit kemudian, Noureen keluar dari dalam lift, lalu berjalan Menuju meja sekretaris suaminya." Sin, tuan ada?"tanya Noureen saat menghampiri meja sekretaris suaminya.
"Ada Bu, tapi...tuan sedang ada tamu,"jawab Sinta. Terlihat sedikit gugup. Pasalnya tadi Cakra berpesan bahwa tidak ada yang boleh mengganggunya.
"Ya sudah, sin. aku tunggu di sini saja," ucap Noureen. lalu duduk di sofa yang ada di depan ruang direktur.
Saat sibuk berselancar dengan ponselnya, terdengar pintu ruangan Cakra terbuka. Noureen tersenyum lalu matanya beralih menatap pintu yang baru saja terbuka. Ia melihat Cakra keluar dari dalam ruangannya dengan seorang wanita bertubuh seksi, tinggi, cantik, putih, body bak gitar spanyol . mereka berdua berhenti di depan ruangan, Wanita itu pamit untuk pulang, tapi sebelum pergi, wanita itu memperbaiki tata letak jas yang dipakai oleh cakra lalu mencium pipi kanan dan kiri Cakra sekilas lalu pamit untuk pulang.
__ADS_1
Cakra tersenyum menatap kepergian wanita itu. Saat ia hendak berbalik untuk masuk ke ruangannya, matanya tiba-tiba melihat Noureen yang sudah diam mematung sambil menatap tajam ke arahnya.
Seketika Cakra menatap ke arah Sinta. Sinta lalu menunduk.
Dengan cepat Cakra lalu menghampiri Noureen lalu memeluknya." Sayang, sejak kapan kamu disini." Tanya Cakra merangkul tubuh sang istri. Namun, Noureen menepisnya
Bukannya menjawab, ia malah berbalik bertanya pada Cakra.
"Siapa wanita itu?" Tanya Noureen. Bersedekah menatap kearah Cakra.
"Ngak udah banyak alasan, mas. Untuk apa dia menciummu kalau hanya sebatas teman. Pasti kalian ada hubungan spesialkan?" Tanya Noureen masih menatap tajam ke arah Cakra.
"Sumpah sayang, wanita tadi hanya teman kuliahku dulu! ia hanya mampir sebentar, suaminya sedang melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia. kami hanya ngopi sambil ngobrol, sayang. Tidak lebih dari itu! Balas Cakra. Ia meyakinkan sang istri.
Namun, Noureen tampaknya tidak begitu yakin, ia kembali meneliti Cakra dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dan benar saja, tak ada yang aneh dari penampilan suaminya. Noureen kembali bertanya.
__ADS_1
" Tapi tadi dia menciummu, mas! "ucap Noureen lagi, masih menatap tajam kearah Cakra
"Sayang...dengar, mas! Kamu tahu sendirikan budaya di luar dengan di Indonesia itu beda.
"Aku faham itu, mas! Tapi ini di Indonesia bukan di luar," tegas Noureen. Ia kemudian mengambil tasnya dan berniat pergi. Namun, buru-buru Cakra menahannya.
"Kamu mau kemana?tanya Cakra, menahan tubuh Noureen.
"Aku mau pulang, mas! Aku lelah," balas Noureen. membuang wajahnya kearah lain.
"Tunggu dulu, ayo kita keruanganku,"ucap Cakra lagi hendak menarik tangan Noureen
"Untuk apa lagi, mas,"jawab Noureen.
"Ikut mas dulu! Setelah ini kamu boleh pulang," lanjut Cakra. Tanpa menunggu jawaban Noureen Cakra lalu mengangkat tubuh Noureen.
__ADS_1
"Aaakkkk," pekik Noureen dalam gendongan Cakra. Secepat kilat Cakra lalu membawa Noureen masuk kedalam ruangannya. Sinta yang berada disana tersenyum, lalu mengeleng kepala saat melihat perdebatan antara bos dan istrinya.