Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 70


__ADS_3

Lama menatap wajah Noureen, Cakra lalu menyadarkan tubuhnya di kursi. Sudah dua jam Naureen tertidur. Namun belum juga ada pergerakan dari Noureen.


Akhirnya Cakra memilih memejamkan mata. Tak lama kemudian seorang suster datang menghampiri brankar Noureen.


"Suami nyonya Noureen?"


"Benar sus, saya suaminya," balas Cakra mendongak melihat ke arah suster yang tengah berdiri di samping brankar istrinya


"Ini kwitansi, silahkan bapak urus biaya administrasinya. Setelah itu kami akan memindahkan nyonya Noureen ke ruang perawatan.


"Baik sus," Cakra menerima kertas yang diberikan oleh seorang suster padanya. Lalu kembali menatap wajah sang istri. Ia mengusap lembut punggung tangan Noureen. Kemudian tersenyum."mas tinggal dulu, yah,"lanjut Cakra lalu melangkah keluar Menuju ruang administrasi.


Hampir sejam Cakra berada di ruang administrasi, untuk mengurus semua persyaratan administrasi yang diperlukan pihak rumah sakit. Cakra memilih kamar VVIP yang terletak di lantai tiga dengan berbagai macam fasilitas. Ia ingin Noureen merasa nyaman selama ia di rawat di rumah sakit.


Setelah Cakra mengurus semua administrasi Noureen, ia kembali ke ruang UGD.


Sesampainya di rumah UGD ia melihat beberapa suster sudah Mulai memindahkan Noureen keruang perawatan yang terletak di lantai  tiga. Cakra lalu menghampiri mereka dan ikut mendorong brankar Noureen menuju kelantai tiga.


***


Pukul tujuh pagi, Noureen mengerjapkan matanya, ia melihat sekeliling ruangan lalu beralih menatap Cakra yang tertidur di samping brankar sambil memegangi tangannya.


Noureen tersenyum, tangannya terangkat mengusap lembut rambut sang suami.


Seketika Cakra langsung terbangun saat merasakan tangan Noureen mengusap kepala.


"Kamu sudah bangun, sayang? Maaf tadi aku ketiduran," ucap Cakra tersenyum ke arah sang istri.


"Tidak apa-apa mas. maaf aku membangunkammu," balas Noureen merasa tak Enak.


" Upsss, jangan ngomong seperti itu, ini sudah kewajiban ku sebagai seorang suami," balas Cakra. Ia mengusap-usap punggung tangan Noureen.


Saat mereka sibuk mengobrol, salah satu petugas rumah sakit masuk sambil membawakan nampan yang berisi sarapan untuk Noureen.


"Pak, ini sarapannya," ucap orang itu.


"Trimakasih,"balas Cakra saat menerima nampan yang berisi makanan.


Petugas itu lalu mengangguk, kemudian meninggalkan ruang perawatan Noureen.


Setelah petugas itu pergi, Cakra lalu menyimpan nampan itu di atas nakas. 


lalu kembali berdiri di sisi brankar." Sayang, kamu sarapan dulu, yah. Mas, yang suapin,"


Seketika Noureen mengeleng.


Cakra mengerutkan keningnya.


"Loh? Kenapa sayang,"


"Aku ngak suka makanan rumah sakit, mas. Rasanya hambar,"


"Tapi kau harus sarapan sayang, kasian bayinya.


"Ngak, mas. aku ngak mau, rasanya pasti hambar.

__ADS_1


"Jangan ngomong gitu,"


"makan dikit, ya. Mas, suapin."bujuk cakra


Cakra lalu mengambil mangkok yang berisi bubur yang ada di atas nampang. Ia lalu mulai menyuapkan bubur itu pada Noureen.


Lagi-lagi Noureen mengeleng


"Ngak mau, mas. Rasanya pasti hambar.


"Reen, makan sayang, dikit aja, kasian bayinya.


"Akkkk," ucap Cakra saat mengarahkan sendoknya pada Noureen.


Noureen mengeleng.


"Dikit aja, sayang."


Dengan sekuat tenaga Cakra terus membujuk Noureen, dan akhirnya Noureen mulai membuka mulutnya.


"Gimana rasanya sayang?" Tanya Cakra menatap serius expresi wajah Noureen yang sedang mengunyah.


"Lumayan, Mas. Ngak terlalu buruk," balas Noureen mengunyah. Ia tersenyum kemudian."oh, iya. mas sudah sarapan belum?" Tanya Noureen.


"Belum, sayang. nanti Alex ke sini membawa pakaian ganti beserta sarapan untuk ku.


Noureen mengangguk. lalu kembali menikmati setiap suapan yang diberikan Cakra padanya.


Saat Cakra sibuk menyuapi Noureen, terdengar ada seseorang yang mengetuk dari luar.


"Masuk" ucap Cakra.


Saat pintu terbuka tampaklah wajah Alex yang tersenyum. Alex masuk sambil menenteng paper bag di tangannya.


"Selamat pagi, tuan, nyonya." Ucap Alex menyapa bos dan nyonyanya.


Cakra hanya mengangguk, sedangkan Noureen tersenyum sambil membalas sapaan asisten suaminya.


"Pagi pak Alex," ucap Noureen tersenyum ramah kepada Alex.


Setelah menyapa kedua atasannya. Alex melangkah Menuju sofa. Tak ada pembicaraan antara Cakra dan Alex. 


Cakra masih tetap saja menyuapi Noureen. Hingga pada suapan terakhir , Noureen menggeleng.


"Sudah, mas. Perutku sudah sangat kenyang," Noureen menolak suapan terakhir yang diberikan cakra padanya.


Cakra kembali tersenyum saat melihat wajah Noureen yang tampak polos. Sungguh saat ini, istrinya terlihat begitu sangat cantik di usia kehamilan yang menginjak 7 bulan.


Cakra kemudian meraih gelas yang ada di atas nakas lalu memberikannya pada Noureen.


Noureen menerima gelasnya, lalu meminumnya hingga tandas.


"Terima Kasih, mas." Ucap Noureen saat menyerahkan gelasnya pada Cakra.


"Iya, sayang." Balas Cakra. Tangannya terangkat kembali mengusap-usap punggung tangan Noureen.

__ADS_1


"Sayang, kau istirahat saja dulu. aku ingin menemui Alex"ujar Cakra, ia bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju sofa.


***


Pukul sembilan pagi. Seorang suster masuk di ruang inap Noureen.


Ia menghampiri Cakra yang duduk di samping brankar.


"Selamat pagi pak."


"Pagi sus,"


"Pak, tolong bapak tanda tangan di sini. setengah jam lagi kami akan membawa ibu Noureen ke ruang dokter spesialis akreta untuk dilakukan fetomaternal


"Baik sus," Cakra lalu menerima kertas yang dibawa oleh suster. kemudian ia menandatanganinya.


Setelah Cakra menandatangani kertas itu. Suster Pun keluar dari ruang inap Noureen.


Seketika Noureen menunduk. Matanya sudah mulai mengembung. 


Cakra yang melihat itu lalu memegang tangan Noureen.


"Sudah, tidak apa-apa sayang. Semuanya pasti baik-baik saja."


Cakra meraih tubuh Noureen, memeluk Noureen. Mengusap punggung Noureen. Tadi sebelum suster masuk, Cakra sudah memberitahukan semua masalah kandungan yang dialami Noureen. hingga saat suster masuk expresi Noureen tampak biasa saja tidak ada terkejutan.


"Kamu yang tenang sayang, kita sama-sama berdoa. semoga semuanya baik-baik saja.


"Tapi mas, bagaimana dengan mamah dan ibu, apa sudah di bertahui" tanya Noureen masih dalam dekapan Cakra.


"Nanti setelah kita memeriksanya, setelah itu kita beritahukan pada mereka,"balas Cakra masih memeluk tubuh Noureen.


Noureen mengangguk. lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Cakra.


Cakra lalu menatap wajah Noureen. Tangannya terangkat untuk mengusap air mata sang istri.


"Kau pasti kuat sayang. jangan takut, mas ada disini menemenimu setiap saat,"ujar Cakra. Ia mengecup pucuk kepala Noureen lalu berpindah turun ke perut Noureen. 


"Kamu yang sehat yah. Beri mommy kekuatan." Ucap Cakra. Lalu mengecup perut Noureen.


Seketika perut Noureen bergerak. Bayinya menendang.


Cakra tertawa, matanya berbinar. Kepalanya terangkat menatap wajah sang istri.


"Sayang bayinya bergerak,"


"Iya, mas. Itu artinya dedenya mengiyakan ucapan papanya,"


Cakra mengangguk lalu kembali mengusap perut Noureen.


Tak lama seorang suster masuk dengan mendorong sebuah kursi roda.


"apa nyonya sudah siap? sekarang sudah waktunya kami mengantar nyonya keruangan Dokter subspesialis fetomaternal,"ujar perawatan wanita yang mendorong kursi roda.


"sudah, sus,"jawab Noureen tersenyum lalu mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2