Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 61


__ADS_3

Acara wisuda pun selesai.


dari kejauhan terlihat Anaya datang menghampiri Noureen. Anaya melambaikan tangan lalu menghampiri sahabatnya dengan senyum yang tak kalah manisnya.


" Selamat yah Reen, akhirnya kamu lulus." Ucap Anaya memeluk sahabatnya.


"Terima Kasih ya nay," balas Noureen saat pelukan mereka terlepas.


" Gimana ponakan onty, sehat?" Tanya Anaya mengusap perut Noureen yang sudah terlihat berisi.


" Sehat onty." Jawab Noureen dengan suara khas bayi.


Kini mereka berdua tertawa.


" Tunggu.. tunggu.." ucap Anaya merogoh sakunya.


Anaya kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


" Reen kita foto yuk." Ucap Anaya.


Noureen kemudian mengangguk.


Mereka berdua lalu berselfie ria. Saling tertawa saat melihat hasil jepretan Mereka.


" Reen hapus, hapus, aku terlihat jelek. ulang-ulang, ulang Reen.


" kamu baru nyadar kalau kamu jelek." ejek Noureen tertawa.


seketika wajah Anaya cemberut.


" yah udah kita foto lagi, maaf nay aku cuma bercanda.


Anaya kemudian nyengir, sini Reen biar aku saja yang fotoin.


mereka kini sibuk berselfie ria.

__ADS_1


Tak Lama terdengar suara maskulin dari arah belakang datang menghampiri mereka. Seketika Noureen dan Anaya saling mengalihkan tatapannya ke sumber Suara.


"Selamat yah Reen atas gelar barunya." Ucap Rio sambil menyerahkan buket bunga ke arah Noureen.


" Terima Kasih mas. eh mas Rio tau aku wisuda dari siapa." Tanya Noureen sesaat setelah mengambil buket bunga yang diberikan padanya kemudian tersenyum manis.


" Dari Tante Citra, kebetulan kemarin aku bertemu dengan Tante Citra saat menghadiri undangan ulang tahun PT. Nirwana Group.


Noureen mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Oh iya, mas kenali ini sahabatku, Anaya.


" Nay, ini Mas Rio, anak rekan bisnisnya ayah.


Mereka lalu saling bersalaman sambil tersenyum satu sama lain. tatapan Anaya terus menatap ke arah pria tampan yang ada di hadapannya.


Noureen kemudian menatap ke arah sahabatnya, lalu menyenggolnya.


"  Nay, udah natapnya." Ucap Noureen berbisik membuyarkan lamunan Anaya.


Dari jauh terlihat sepasang mata menatap ke arah ketiga manusia yang sedang duduk sambil mengobrol, sesekali terlihat tawa dari mereka, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


Tiba-tiba ada rasa panas dari tubuh Cakra, entah kenapa setiap ia melihat Noureen dan Rio rasa cemburu mendominasi pikirannya. Ia merasa kalau Rio mempunyai perasaan pada istrinya. Namun, buru-buru ia menepisnya, membuang jauh perasaan itu. Mana mungkin Rio menyukai Noureen yang jelas-jelas sudah memiliki suami.


" Sayang." Panggil Cakra dari arah belakang. Cakra kemudian merangkul tubuh sang istri. Seolah ingin memberitahukan status sebagai suami dari wanita yang sedang ia rangkul.


Noureen tersenyum kemudian.


Tatapan Cakra beralih pada lengan sang istri yang memeluk sebuah buket bunga mawar merah.


" Sayang bunganya cantik, dari siapa." Tanya Cakra tersenyum berusaha menyembunyikan kecemburuan.


" Dari mas Rio mas," jawab Noureen tersenyum sesekali menghirup wangi dari bunga mawar yang di pelukannya, membuat Cakra semakin terbakar cemburu.


"Cih apanya yang harum, aku bisa membeli seluruh isi toko bunga yang lebih cantik dari itu." Ucap Cakra membatin.

__ADS_1


" Mas." Panggil Noureen membuyarkan lamunan Cakra.


" Maaf sayang." Ucap Cakra tersenyum kecut.


" Mikirin apa sih," tanya Noureen.


" Gak, mas ngak mikirin apa-apa.


Seketika Cakra mengalihkan perhatian. Ia menatap ke arah Anaya dan Rio yang masih berdiri dihadapannya, tersenyum sambil memperhatikan mereka berdua.


" Terimakasih kalian sudah Hadir," ucap Cakra menyalami Anaya dan Rio secara bergantian.


" Sama-sama pak Cakra." Ucap Rio


Noureen menyimak. Di dalam hati ia bisa merasakan kekakuan antara Rio dan suami saat ini. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa kalau Cakra sedikit berubah. Suaminya lebih kekanak-kanakan apalagi menyangkut pria lain walaupun hanya sekedar teman.


" Oh iya, setelah ini kalian ada acara ngak," tanya Noureen.


" Kalau aku, gak ada sih Reen. ngak tau kalau mas Rio.' jawab Anaya.


" Gimana mas Rio." Tanya Noureen.


" Ngak ada sih Reen." Jawab Rio


" Pas kalau gitu. Setelah ini kami ada acara makan siang. Kalian ikut yah. Bukan begitu mas." Ucap Noureen tersenyum sambil menatap ke arah suaminya. Noureen sedikit menggertakkan giginya seolah memberi isyarat agar Cakra mengiyakan ucapannya.


" Iya sayang, kalian boleh ikut." Jawab Cakra tersenyum.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf saya baru up, habis mudik ke garut, renovasi rumah di sana.🙏


__ADS_2