
Malam semakin larut. Sepasang suami istri yang tertidur di ranjang empuk King size itu saling berpelukan. Sesekali Cakra mengusap lembut perut buncit sang istri.
"Sayang, apa perutmu sering sakit?"tanya Cakra. Tangannya terulur mengusap lembut perut buncit Noureen.
Noureen menggeleng"tidak!"jawab Noureen.
"Apa ini berat?" Lanjut Cakra.
"Berat sih, iya. Tapi ini memang sudah kodratnya sebagai seorang wanita. Harus mengandung dan melahirkan bayinya,"balas Noureen.
"Kau ikhlas menjalaninya?"
"Aku sangat ikhlas, mas. Disinilah salah satu letak kesempurnaan seorang wanita jika ia bisa mengandung dan melahirkan bayinya. Apalagi bisa melahirkan bayi untuk suami yang ia cintai.
Seketika cekra tersenyum. Kemudian menenggelamkan wajah Noureen ke dada bidangnya. ia kembali teringat perlakuannya dulu pada Noureen.
Ia dengan teganya bermain api dengan Alea di saat ia sudah berstatus suami dari wanita yang mengandung benihnya saat ini.
Tiba-tiba Hening. Saat ini pikiran Cakra sedang berputar kemasa lalu ketika mereka baru saja menikah.
"Sayang," panggil Noureen. Membuat lamunan Cakra buyar.
"Hmmmm," jawab Cakra. Ia hanya berdehem.
"Apa, mas. Sudah menyiapkan nama untuk bayi kita?" Tanya Noureen. Saat ia sedang menikmati aroma maskulin yang keluar dari tubuh Cakra.
"Balum, sayang, mas sampai lupa" jawab Cakra.
Noureen seketika mendongak.
"Gimana sih, mas. Nyiapin nama anak juga Sampai lupa," ucap Noureen. Menatap wajah sang suami yang tepat berada di Atas kepalanya.
"Maaf, sayang, mas lupa," ucap Cakra kembali memeluk tubuh Noureen.
Ya, karena kesibukan Cakra, dan masalah pada kandungan Noureen, membuatnya lupa untuk menyiapkan nama untuk calon bayinya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.
Tak lama terdengar suara deru nafas Noureen pelan dan sangat teratur. Itu tandanya saat ini ia sudah berada di alam bawa sadarnya.
__ADS_1
Dengan pelan Cakra mulai melepaskan pelukannya dari tubuh Noureen. Ia bangkit dan berjalan ke arah nakas mengambil sesuatu yang bisa menenangkan sedikit pikirannya.
Cakra berjalan ke arah pintu, membuka pintu dengan sangat perlahan. Saat pintu sudah terbuka. Ia keluar lalu menutupnya kembali.
Cakra lalu berjalan ke halaman belakang.
Sesampainya di halaman belakang, ia mendudukkan tubuhnya ke kursi yang ada disana. Ia menatap langit malam yang nampak terlihat cerah malam ini.
Ia kemudian mengeluarkan sebatang rokok dari tempatnya. Menyalakan lalu mengisapnya.
Sesekali terlihat asap mengepul saat Cakra baru saja menghisap rokoknya.
Ini kali pertama Cakra merokok, setelah lama ia tak pernah menyentuh rokok lagi. Ia baru akan merokok ketika ia punya masalah yang sangat serius.
***
Matahari telah nampak dari arah timur, menyilaukan seluruh penjuru dunia. Yang Sebelumnya gelap karna adanya sinar rembulan.
Mata Noureen mengejap. Perlahan ia membuka matanya. Tatapannya langsung tertuju pada Cakra yang saat ini masih setia memeluknya dibawa selimut tebal.
Dengan pelan Noureen melepaskan tangan Cakra yang saat ini masih memeluk pinggangnya.
Saat pelukan Cakra terlepas, ia buru-buru bangkit dari berbaringnya. Lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya.
Setelah Noureen membersihkan tubuhnya. Ia keluar dari kamar lalu berjalan Menuju dapur untuk membuat sarapan untuk Cakra.
Sesampainya Noureen di dapur. Ia menyapa Bi ima yang saat ini berada di dapur untuk menyiapkan sayuran yang akan di masak oleh Noureen.
"Pagi, Bi! Sapa Noureen.
"Pagi, non! Jawab bi Ima.
"Bi, sayur dan lauk apa saja yang ada di kulkas?"tanya Noureen lagi saat menghampiri Bi ima yang sedang mengeluarkan beberapa sayuran dan lauk segar yang ada di kulkas.
" Bahan yang ada. Hanya kangkung, touge, jagung dan ikan kakap,non, " jawab bi Ima yang mulai memindahkan bahan makanannya keatas kitchen counter yang ada di dapur.
__ADS_1
" Ya udah Bi. Kita masak kakap asam manis dan sayur cak kangkung saja." Lanjut Noureen
Bi Ima pun mengangguk. Kemudian mulai membersihkan seluruh bahan makanan yang ada disana, mulai dari sayur dan lauknya.
Setelah Bi Ima membersihkan semuanya, ia lalu menyerahkan kepada Noureen.
Noureen mulai menyalakan kompor, menuangkan Minyak dan mulai memasukkan ikannya ke dalam wajan. Lalu berpindah untuk meracik bumbu-bumbunya.
Ketika Noureen sibuk meracik bumbu-bumbunya, tiba-tiba saja sebuah tangan kekar sudah memeluk pinggangnya dengan sangat posesif.
"Mas! Kau mengagetkanku," tutur Noureen saat tangan Cakra menelusup masuk kedalam pakainya.
Cakra tak menanggapi, ia malah menyandarkan kepalanya di pundak Naureen. Tangannya dengan lancang sudah meremas kedua buah dada Noureen yang saat ini sudah membesar. Mungkin dikarenakan adanya peningkatan kadar hormon selama kehamilan. Misalnya hormon estrogen dan progesterone serta hormon prolaktin yang memicu produksi ASI
"Mas!"Noureen menoleh kebelakang menatap wajah Cakra yang masih terpejam." Dilihat bi Ima, mas." Noureen kembali berbisik ke arah Cakra.
Namun lagi-lagi Cakra tidak menanggapi. Ia malah membuka matanya. Menatap ke arah Bi Ima.
"Bi Tolong lanjut, aku dan istriku ada urusan penting yang harus aku selesaikan Sekarang."ucap cakra
Seketika bi Ima mengangguk. Ia mengulum senyumnya saat melihat Tingkah kedua majikanya.
Tak lama, Cakra lalu membawa Noureen masuk kedalam kamar mereka.
"Mas, kau apa-apa sih! Malu tau! Tutur Noureen saat mereka sudah berada dikamar.
"Tidak apa-apa sayang, siapa suruh dia ada disana," jawab Cakra acuh.
Noureen kemudian memutar bola matanya jegah. Bisa-bisanya suaminya menanggapi dengan santainya.
Tak lama Perlahan Cakra mulai memeluk Noureen, membaringkannya di kasur dan mulai ******* bibir Noureen yang saat ini begitu menggoda di matanya.
Setelah puas Cakra berpindah m*ncium l*her Noureen hingga meninggalkan beberapa bekas kemerahan disana.
Merasa tak tahan Cakra kembali ******* b*bir Noureen, tangannya tak tinggal diam, tangannya ikut mengapsen kedua benda favoritnya itu.
hingga mereka melakukan penyatuan dan akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
__ADS_1
Di luar kamar. Bi Ima yang sedang memasak terkikik geli saat sesekali terdengar d**ahan dari arah kamar majikannya.
Ya saat ini kamar Cakra dan Noureen berpindah turun kelantai bawah.