Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 157. season 2


__ADS_3

Nay, apa jalannya masih jauh?" Tanya Adrian. Saat ini Anaya mengajak Adrian mendatangi makam ibu Anaya. Adrian sesekali Meringis saat tidak sengaja kakinya tertusuk beberapa duri kecil dari tumbuhan yang ia injak.


"Sebentar lagi sampai, mas."ucap Anaya. Ia tersenyum saat melihat Adrian yang terus Meringis.


Setelah menempuh perjalanan dengan melewati hutan kecil. Kini Mereka tiba di sebuah pemakaman keluarga yang terletak dibawah kaki gunung.


"Mas, ini kuburan ibu." Tunjuk Anaya pada makan tua yang ada di depannya. Ia kemudian menekuk kakinya dan mencabut rumput yang tumbuh di pusaran ibunya.


Adrian terlihat ikut menekuk kakinya. Kemudian mendatangi makam mertuanya." Bu. Terima kasih sudah melahirkan Anaya. Aku janji akan menjaga Anaya dengan baik." Batin Adrian kemudian tersenyum.


Setelah makam ibu Anaya sudah terlihat bersih. Perlahan Anaya menabur bunga dan air mawar ke pusara ibunya di ikuti Adrian. 


Anaya kembali berjongkok dan memegang nisan ibunya." Bu, Naya rindu." Lirih Anaya.


Adrian yang ada di samping Anaya, mengusap punggung istrinya. memang berat rasanya kehilangan seorang ibu, Adrian juga pernah merasakan hal yang sama. Namun bedanya Adrian masih memiliki tahta dan kekuasaan sehingga ia tak perlu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Berbeda dengan Anaya. Ia harus berjuang untuk mencari dana untuk biaya sehari-hari dan menambah uang sakunya. Ia tidak mau merepotkan bibinya. 


Lama duduk di makam ibu Anaya, Anaya kemudian mengajak Adrian untuk pulang. Mereka berjalan sambil berpegangan tangan. Anaya pun sesekali tertawa saat menceritakan kenangan masa kecilnya.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di jalan raya. Di mana Adrian tadi memarkirkan mobilnya.


"Nay, nanti sore sepertinya kita harus segera kembali ke Jakarta, ada banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan." Pungkas Adrian.


"Harus nanti sore yah?"wajah Anaya terlihat sendu.


"Harus, sayang." Beberapa Minggu ini aku tidak fokus bekerja demi mendapatkan bukti yang dilakukan Siska."seru Adrian. Seketika ia tersenyum saat menangkap ketidak relaan Anaya untuk pulang ke Jakarta.


Adrian lalu maju dan memeluk Anaya." Kau tidak usah khawatir nanti kita akan kembali ke sini lagi." Ucap Adrian.


Mendengar ucapan Adrian, Anaya langsung tersenyum." Terima mas." Balas Anaya.


"Kok belum jalan, mas?"tanya Anaya. Ia menoleh pada Adrian yang saat ini terdiam.


"Aku sampai lupa, belum mengajakmu mengunjungi makam ibu."tutur Adrian.


"Apa kita akan ke makam ibu, mas sekarang?" Tanya Anaya.

__ADS_1


Adrian tersenyum kemudian menoleh. 


"Mas akan menyelesaikan semua urusan mas dulu, setelah itu kita berkunjung ke makam ibu." Kata Adrian.


"Lho mas, kenapa bukan sekarang saja?"ucap Anaya.


"Makam ibu bukan di sini Nay, ibu dimalamkan di Belanda. Di kampung halamannya. Ibu pernah berpesan jika ia berpulang ia ingin dimakamkan di sana." Ucap Adrian. Ya, saat ibu Adrian meninggalkan. Adrian memutuskan membawa ibunya ke Belanda untuk dimakamkan, karena sejak awal ibunya memang pernah berpesan jika ia berpulang, ia ingin dimakamkan di kampung halamannya.


.


.


.


.


Terima kasih yang masih mengikuti. gift untuk dukungan terbanyak akan di umumkan di tgl 1.

__ADS_1


mungkin novel ini akan tamat di awal bulan, jadi yang selalu mengikuti cerita receh saya, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih.🙏🙏


kalian juga bisa mengikuti cerita saya di novel yang satunya. berjudul Cinta dan dendam seorang bos mafia.


__ADS_2