Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 122. season 2


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Adrian melalui ponsel. Kini Anaya berjalan masuk menuju ruangan dimana di sana sudah ada Adrian yang duduk di sofa menunggunya.


Saat sampai di depan ruangan yang pintunya tak sepenuhnya tertutup. Anaya langsung mengetuk, tak lama ia mendapatkan sahutan dari dalam. Ia kemudian masuk, berjalan pelan, tanpa memikirkan apapun kecuali uang 1M yang akan ia pinjamnya pada Adrian.


Adrian menyungingkan senyum. Menyandarkan bokongnya kebelakang lalu menaikkan satu kakinya bertumpuk dengan kaki yang satunya.


"Duduklah,"ucap adrian menatap Anaya yang masih berdiri dihadapannya.


Anaya kemudian mendudukkan bokongnya di kursi seberang dimana saat ini Adrian duduk,  hingga saat ini mereka duduk saling berhadapan.


"Ada keperluan apa kau mancariku?" Ucap Adrian tersenyum. Ia mengerakkan telunjuknya mengetuk-ngetuk ujung sofa.


"Aku kesini berniat meminjam uang padamu. Paman ku dituduh menggelapkan uang perusahaan sebesar 1M," ucap Anaya menunduk sambil meremas kedua tangannya.


" Wow, itu bukan uang sedikit, kau mau menggantinya dengan cara apa? Bekerja seumur hidup pun kau belum tentu mendapatkan uang sebanyak itu," balas Adrian masih tersenyum sinis.


Mendengar ucapan Adrian, Anaya kemudian merosot turun dari kursi kemudian bersujud di kaki Adrian,"aku mohon, pinjamkan aku. Aku bersedia bekerja untuk anda seumur hidup ku, melayani semua permintaan mu." Ucap Anaya menangis sesenggukan.


Adrian tersenyum sinis


"Benarkah itu? kau akan melakukan semua permintaan ku? Tanpa terkecuali?


"Anaya mengangguk.


"Bangun, layani aku sekarang! setelah itu, aku akan memberikan uang yang kau minta.


Anaya kemudian mengangguk Seketika ia langsung bangkit, berdiri dihadapan Adrian. Ia mengusap air matanya.


"Bersiaplah, bersihkan tubuhmu lalu ganti pakaian mu. Aku tidak berselera menyentuhmu dalam kondisi buruk seperti ini." Ucap Adrian dengan sinisnya.


Setelah mendengar perintah dari Adrian, Anaya langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum melayani Adrian.


Di dalam kamar mandi, tak henti-hentinya Anaya mengeluarkan air mata. saat ini, ia seperti seorang wanita panggilan yang sedang menjual tubuhnya pada laki-laki hidung belang.


"Tuhan, maafkan aku, maafkan segala kesalahanku," Gumam Anaya dengan air mata yang terus mengalir.


Sejam berlalu, Anaya keluar dari dalam kamar mandi Dengan tubuh yang terlihat sangat segar. Saat ini, ia hanya Mengenakan handuk karena hanya ada handuk di dalam kamar mandi.


Anaya berjalan sambil menunduk.

__ADS_1


"Kau sudah selesai," tanya Adrian, yang duduk di sofa sambil bermain dengan ponselnya.


"Anaya mengangguk.


Adrian langsung melemparkan lingerie tipis tepat di depan wajah Anaya. "Tunggu aku di kamar," ucap Adrian lalu bangkit. Berjalan ke arah kursi kerjanya.


Setelah mendengar ucapan Adrian, tanpa pikir panjang Anaya langsung masuk kedalam kamar pribadi milik Adrian yang ada di dalam ruangannya.


Setelah sampai di dalam kamar, Anaya langsung mendudukkan tubuhnya di kasur.


Tak lama Adrian masuk ke dalam kamar.


"Kau Minum itu! aku tidak ingin gadis murahan sepertimu mengandung darah dagingku," ucap Adrian. Melemparkan pil kontrasepsi didepan wajah Anaya.


Anaya menerima pil itu. Ia menyeka air matanya setelah mendengarkan ucapan Adrian.


"Sebegitu rendahnya kah aku?," Lirih Anaya.


setelah meminum pil itu, Anaya kembali duduk di ranjang.


" sudah?" tanya Adrian.


Anaya kembali mengangguk.


Adrian lalu berjalan ke arah Anaya. menarik handuk yang dikenakan Anaya, hingga saat ini Anaya juga terlihat tampak polos.


Anaya tidak melawan. ia pasrah dengan apa yang akan dilakukan Adrian saat ini. hingga tanpa aba-aba, Adrian menangkup kedua pipi Anaya dan mengarahkan wajah Anaya untuk ******* senjata miliknya.


Anaya pun mengikuti kemauan Adrian, ia ******* senjata milik Adrian. Adrian memejamkan matanya, merasakan kenikmatan yang saat ini ia rasakan. hingga, saat ia akan mencapai puncak, ia Semakin menekan kepala Anaya untuk semakin memperdalam isapannya, hingga lahar Adrian tumpah didalam mulut Anaya.


setelah senjata Adrian terlepas, ia kemudian berpindah mendorong tubuh Anaya. ia mengecup kecil leher Anaya.


Adrian tersenyum miring. melihat air mata Anaya yang mulai mengalir.


***


Setelah puas menikmati tubuh Anaya, kini Adrian bangkit. Ia kembali memakai pakaiannya lalu berjalan keluar dari kamarnya lalu melangkahkan kakinya menuju ke mini bar yang ada di dalam ruangan apartemennya.


Saat sampai di depan minibar, Adrian langsung membuka kulkas yang ada di sana. Ia mengambil sebotol Vodka dengan kadar 58% lalu mendudukkan tubuhnya di kursi barstool dan langsung menyeruput Vodka yang ada di tangannya tanpa menuangkannya ke dalam gelas.

__ADS_1


setelah menyeruput Vodka yang ada di tangannya. Adrian menyeringai kemudian. Ia lalu mengambil ponselnya. menghubungi seseorang. Saat panggilan tersambung Adrian langsung bicara.


"Besok, siapkan pernikahan ku. Pernikahan sederhana tanpa mengundang siapapun kecuali orang terdekat.


"Baik tuan.


Setelah mendengar jawaban dari orang itu, Adrian langsung mematikan ponselnya. Ia Berdiri. lalu berjalan masuk kedalam kamarnya. Saat sampai di dalam kamarnya, ia menatap ke arah ranjang. Di sana Anaya masih menangis sambil meringkuk di dalam selimut tebalnya. Adrian tak memperdulikannya, tak ada rasa iba sedikitpun.


Adrian lalu mendekat." Besok kita akan menikah, jadi kau bersiaplah."ucap Adrian. Lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi tanpa mendengar jawaban dari Anaya. toh ia tahu, bahwa Anaya tak akan menolaknya sesuai kesepakatan mereka.


Setelah sampai di dalam kamar mandi, Adrian membuka seluruh pakaiannya. Lalu berdiri dibawah guyuran shower, ia memejamkan matanya. hingga ia teringat akan penghianatan Clara padanya.


Flashback on.


Adrian berlari keluar dari lift sambil tersenyum ia membawa buket bunga menuju ke unit apartemen apartemen milik kekasihnya, Clara.


Hari ini ia berencana untuk melamar Clara. Setelah sekian lama mereka menjalin hubungan, akhirnya Adrian memantapkan hatinya untuk melamar Clara, wanita yang ia pacaran selama beberapa tahun belakangan.


Hingga akhirnya Adrian sampai di depan unit milik Clara, senyum bahagia terpancar di wajahnya. ia lalu menekan kode PIN digital door lock apartemen milik Clara. Tak lama pintu terbuka, Adrian lalu masuk, ia mencari keberadaan kekasihnya. hingga pergerakannya terhenti tepat di depan kamar clara yang hanya tertutup separuh. 


Rahangnya seketika mengeras, kedua tangannya mengepal, mendengar obrolan kedua pasangan yang sedang dipenuhi gairah didalam sana.


"Sayang, apa kau benar-benar mencintai pria bodoh itu?" tanya Ferdian. Pria yang saat ini sedang bercumbu dengan Clara.


"Tentu saja tidak! aku hanya mencintai mu,"jawab Clara diiringi ******* yang keluar dari bibirnya.


" lalu, kenapa kau belum meninggalkannya,"tanya Ferdian lagi.


"Itu karena aku masih membutuhkan uang nya,"jawab Clara. Diikuti gelak tawa kedua.


Hingga akhirnya Adrian menendang pintu kamar itu. Tampaklah Clara dan fardian yang masih dalam posisi telanjang.


Clara dan Ferdian terperanjat kaget, Clara lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.


Apa-apaan kau, masuk kedalam kamar orang Tanpa permisi," ucap Ferdian setelah memakai celana boxernya. Ia menghampiri Adrian.


Adrian yang saat ini diselimuti emosi, seketika mengepalkan tangannya. Memberi Hadian Ferdian sebuah Bogeman yang langsung mengenai wajahnya. Ferdian tersungkur ke lantai. tak lama, Ferdian kembali bangkit lalu membalas pukulan Adrian, hingga saat ini Adrian juga ikut tersungkur di lantai. Ferdian maju lalu kembali memukul Adrian, saat tenaga Ferdian habis terkuras, Adrian lalu membalikan tubuhnya. hingga saat ini Ferdian yang berada di bawah. Adrian memukul wajah Ferdian tanpa ampun.


Clara yang melihat itu, lalu berlari. ia mendorong tubuh Adrian." Keluar kau," ucap Clara berteriak.

__ADS_1


"Aku juga tidak sudi berlama-lama disini! mulai saat ini, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi!" balas Adrian lalu meninggalkan apartemen milik Clara.


Flashback off.


__ADS_2