
***Tiga bulan kemudian***
Tiga bulan sudah Kirana berbaring dirumah sakit, masih berbaring dangan mata terpejam bibir nya selalu setiah menutup.
"Sayang, bangun lah Aku disini menjagamu apa kau tak kasihan padaku? tolong buka matamu Kirana, Aku mencintaimu Kirana tolong buka matamu please"Bisikan itu selalu Arkana ucapkan setiap saat menjaga Kirana
Ayah Arkana datang dan mengelus pundak putra sematawayangnya itu.
"Anaku, sabarlah terus berdoa semoga Kirana cepat sadar, kamu harus kuat Ingat Kirana selalu membutuhkanmu saat dia terluka bahkan selalu menyebut namamu, itu artinya Dia sangat mencintaimu jangan kawatir" Ucap Wijaya
"Yah, aku sudah banyak menyakitinya bahkan apa aku pantas di sebut suami olehnya? sementara sama sekali aku tak baik padanya"Arkana
Tanpa berbicara Ayah Arkana keluar dari sana lalu pergi dari rumah sakit.
*****
"Pah" Panggil Karina
"Masuklah"suruh Papanya
"apa keadan Papa baik?"Tanya Karina
"tolong katakan pada Papah apa yang papa tidak ketahui" Pintanya Pada Karina
Seseorang mengetuk pintu lalu membukanya
"Tuan, di luar ada Tuan Wijaya ingin bertemu tuan"kata salah satu PRT nya
"hem" jawab Wibowo
Karina dan Wibowo keluar menemui Wijaya yang sudah menunggunya di depat ruang tamu.
"Ada apa? bukan ka sudah ku balaskan dengan menyelamatkan dia, lalu apa lagi?" Ucap Wibowo sebelum mendengarkan perkataan Wijaya
"Segitu bencinya Kamu dengan Kakak ku Wibowo?" Tanya Wijaya
"kakak? apa maksud Tuan Wijaya adalah Tuan Wiliam?" Tanya Karina
"ya, kenapa kamu di butakan oleh dendam konyol mi itu? apa kamu tau? kamu hampir mencelakakan......."ucapanya di potong oleh Wibowo
"hentikan, saya tidak ingin mendengar, kalian semua sudah mengancurkan keluarga ku dan juga menghancurkan semuanya" Jelas Wibowo
"Apa katamu? ingat Wiliam tak pernah mengambil apapun dari mu.Dia hanya menolong orang yang kamu buang bersama calon putrinya karena termakan oleh omong kosong mereka yang tak menyukaimu bersama Nadin, apa kamu pikir Wiliam benar mengambil Nadin darimu? hah kamu salah besar bahkan dia tak berani mengungkapkan apa pun di hatinya karena Nadin sangat mencintaimu bahkan dia relah menjaga apa yang seharusnya kamu buat meninggal beberapa bulan yang lalu Wibowo"jelas Wijaya
"jangan membodohiku Wijaya, Aku tidak akan percaya padanmu" sela Wobowo
"yang di katakan Tuan Wijaya benar Pah, Maaf aku menyembunyikan semuanya dari mu, tapi hari ini Papah harus tau semuanya" Cela Karina
Karina berlari kekamarnya lalu mengambil sebuah kotak berisikan semua tentang Kirana dan sebuah CD, lalu Karina memutarnya dan menunjukanya pada Wijaya dan juga Wibowo
Dengan kagetnya Wijaya dan Wibowo melihat Foto dan Video yang tengah terputar itu.
Tubuh Wibowo ambruk seperti tak ada tenaga yang menopangnya Air matanya tumpah memenuhi pipinya namun tak mengurangi gari ketampananya disana.
Ya Diantara mereka bertiga Wibowolah yang paling tampan sehingga Karina dan Kirana mewarisi Visual yang sangat bagus darinya.
"Aku hampir saja membuat Anak ku meninggal, Karina Tolong hantar kan Papa ke sana" Pintah Wibowo
"Dari mana kamu mendapatkan ini? apa kau menyimpanya selama ini?" Tanya Wijaya
"Om, nanti akan saya jelskan tolong izinkan Papa bertemu Kirana" Pinta Karina
__ADS_1
"hem" angguk Wijaya
Tanpa berbikir panjang Karina membawah Papanya menemui Kirana. Setelah sampai di depan ruangan Kirana langkanya terhenti Air tak ingin berhenti mengalir di pipinya.
"Karin, Apa Kirana akan memaafkan Papa?" tanyanya setelah kakinya di urungkan untuk masuk
"Pah, apapun yang terjadi nanti kita pikirkan nanti, yang penting Papa masuk hem" Kata Karina
Wibowo masuk dan mendapati Arkana duduk disisi Kirana dan mengengam erat tanganya.Pandangan mereka bertemu tatapan Arkana tajam kepada Wibowo
"untuk apa anda kemari? belum merasa puas? mau mencelakainya lagi? ingat saya tak akan membiarkan anda mencelakai nya lagi" tekan Arkana
"Arkana tolong kasih kesempatan pada Papa buat bicara pada Kirana, hem"Pinta Karina
"gak"
"plis, kali ini saja jika papa melukainya lagi maka aku yang akan melaporkanya pada polisi" Ucap Karina
Arkana mengiyakanya lalu keluar dan meninggalkan Kirana dan Ayahnya itu
"Kirana sayang maafkan Papa, Papa tidak pantas menjadi Orang tua mu, Papa sudah sangat tidak pantas untuk menjadi Ayah untukmu bahkan Papa hampir saja membunuh mu, Kirana maafkan Papa telah membuang mu bersama Ibu mu, maafkan Papa untuk semuanya....Jika mau menghukum Maka yang harus di hukum itu Papa, bukan kamu yang menanggung semuanya, bangun nak biar papa saja yang sakit agar papa bisa merasakan semua derita yang kamu alami bersama Ibu mu Sayang bangun lah Papa ......." Kata katanya di potong oleh Kirana
"Jadi benar dugaan Kirana, Tuan Wibowo adalah Papa Kirana.Kenapa Papa melakukan semua ini pada Putri Papa? apa aku ini anak yang tidak di inginkan? atau aku ini anak dari hasil hubungan gelap Papa dan Bunda?
Apa kah Kirana....." katanya di potong oleh sang Ayah
"Sayang, kamu susah sadar? sayang kamu bukan anak dari hubungan yang kamu omongin tadi, Papa akan ceritakan semuanya nanti, terimah kasih sudah sadar" Ucap papanya dengan Penuh kegembiraan
"Saat Papa masuk, Aku sudah sadar" ketus Kirana
Wibowo memanggil semuanya lalu memanggil dokter
"Arkana Karina, sudah sadar, cepat panggil dokter" ucap Wibowo
"uhuk,,Uhuk,,,uhuk,, Yak!!! lepaskan Aku, apa kau mau membunuh ku? aku tidak bisa bernafas" pekik Kirana
" Aku hanya senang sayang, kau sudah sadar setelah koma tiga bulan, apa kau tau? aku sangat kawatir padamu tolong jangan tinggalkan aku.Aku sangat mencintaimu" ucap Arkana dengan lembut
"tunggu! mencintai ku?" tanya Kirana
"ya, kau juga mencintai ku, kita saling mencintai apa kau lupa?" Tanya Arkana
"Kamu siapa?" tanya Kirana
Semua kaget mendengar perkataan Kirana
Arkana memundurkan kakinya kebelakang.
"Kirana? apa kau tak mengenali Arkana? atau pun Kami?" Tanya Ibu Arkana
"Bunda, Aku tak mengenalinya, apa dia dekat denganku?"tanya nya lagi membuat Arkana keluar dari Kamar inap Kirana Karina mengejar Arkana
"Ka tunggu" ucap Karina mengentikan Arkana
"Ada apa? tak perlu menghibur ku mungkin ini hukuman karena Aku selalu menyia nyiakan Kirana selama ini" Ucap Arkana lalu pergi
"Dia mencintai kamu, jangan kawatir ini mungkin hanya Amesia jadi jangan kawatir tenangkan dirimu" ucap Karina
****
Saat Ini Arkana berbaring di Kamarnya, Setelah Kirana pulang dari rumah sakit Dia memutuskan akan sekamar dengan Kirana mulai saat ini, tak peduli dia mengingatnya atau tidak hanya saja dia tak ingin Kirana pergi darinya.
__ADS_1
Kirana memasuki kamar nya bersama Kirana dan tersenyum menatap Arkana lalu memalingkanya saat Arkana menatap nya.
"Aku lapar, Ambil kan makanan" pinta Kirana
"ambil saja sendiri, atau suru Ira yang bawakan" Kutus Arkana
" tidak mau, katamu aku istri mu kenapa tak menuruti istrimu ini?" Kirana
"ishh, sejak kapan kamu pandai berbicara?" tanya Arkana
"Aku bukan orang gagu, jadi aku bisa berbicara" Jawab nya
Arkana turun mengambilkan makanan untuk Kirana, setelah memakan semuanya Kirana terlelap lalu tertidur.Arkana berbaring disampingnya, Arkana mengangkat kepala Kirana sedikit lalu menaru lenganya di bawah mengalasi kepala Kirana Saat ini Arkana berbaring menghadap Kirana jarak mereka sangat dekat saat ini.
Cup..
Cup...
Cup..
Cup..
Arkana menciumi kening Kirana, kedua matanya, hidungnya lalu Bibirnya dengan cukup lama lalu tertidur.
*****
Kirana membangunkan Arkana untuk bersiap siap ke Kampus
"Hei, bangun Kamu tidak ke kampus?"Tanya Kirana sambil mengoyangkan Banhu Arkana .
"kamu terlalu lamah di rumah sakit, jadi tidak tau kalau suami mi ini telah lulus kamu saja yang kampus sana" Ucap Arkana masih menahan kantuknya
"lagian aku ke kantornya kan jam 8 ini masih jam 6 kan? kemarilah Aku merindukan mu" Arkana menarik Kirana hingga Kirana berada diatas tubuh Kekar Arkana.Kirana berontak ingin bangun namun di kunci oleh lengan kekar Suaminua itu terpaksa dia berbaring di atas dada bidang nya membuat jantungnya berdegup kencang darah Kirana rasanya berdesir keras dan mengalir dengan kencang saat Arkana mulai *** kedua gundukanya itu membuat Kirana mendesah menahan nikmat yang di perbuat Arkana.
"apa yang kamu lakukan?" tanya Kirana
"aku kan sudah bilang Aku merindukan mu jadi lakukan apa yang belum kita lakukan" Arkana
saat kirana akan berbicara Arkana melumat bibirnya dengan lembut dari Bibir, leher hingga turun ke bawah mendapati kedua gundukannya lalu meremasnya Kirana tak dapat menahanya. Setelah Arkana merasa tidak tahan Iya meminta izin pada Kirana untuk menyentuhnya lebih dan meninta lebih dari apa yang mereka lakukan saat ini.Kirana menganguk tanda setujuh. Mereka melakukanya dengan Tiga ronde membuat Kirana terlunglai dan berbaring lemas di samping Arkana yang juga sudah melepaskan tautan mereka dan berbaring.Arkana menatap Kirana
"terimah kasih Sayang" ucapnya lalu mencium kening Kirana
"kenapa jahat padaku?" Kirana
"kamu itu istri ku, jadi sudah sewajarnya melakukan Morning Sex kan? lagi pula Ini baru kali kedua kan setelah Aku yang memerawanimu?" Goda Arkan
"Yak!!! Apa yang kau katakan? kita pernah melakukanya?" tanya Kirana
"kenapa?ah iya aku lupa kamu lahi amesia" Arkana
"sudah aku akan mandi, mau kekantor hari ini kamu tidak usa ke kampus besok saja" Arkana lalu pergi kekamar mandi membersikan diri
ookkk sampai sini dulu ya maaf upnya telat soalnya lagi bayak kerjaan jadi telat upnya🙏🙏🙏🙏
***OH IYA KEMARIN ADA YANG BILANG ARKANAYA NGAK COCOK YA KALAU YG ITU
BAGAIMANA KALAU YANG INI JADI VISUAL
ARKANA WIJAYA
👇👇👇***
__ADS_1