Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Maaf


__ADS_3

Β 


***Dua bulan kemudian***.....


Sudah Dua bulan Kirana berbaring ditempat tidur Rumah sakit, tidak banyak perubahan yang terjadi namun sang Suami menemaninya dengan sabar hati menjaga, merawat dan membersikan dirinya . Waktu yang harusnya dia habiskan bersama kedua anak nya menjadi sedikit bahkan sangat jarang.


Β 


Siang itu tepatnya pukul 12 siang Arkana duduk di samping Kirana dan memegangi tangan istrinya dengan erat sesekali Dia menciumi pundak tangan Kirana itu.


"I love you so much Ki" Ucapnya setelah mencium tangan Kirana lalu berdiri dan mencium keningnya.


"Kamu jangan kawatir sayang, Aku akan menjagamu disini sampai kapanpun, harusnya Kamu tak mengalami ini Ki.Aku tidak bisa melihat Kamu menderita seperti ini sudah banyak penderitaan yang kamu alami saat bersama Ku, andai saja sakit mu bisa di bagi, Aku bersedia menanggung semuanya untukmu Sayang. Andaikan waktu bisa di ulang kembali Aku ingin memperbaiki kesalahan kelasahan yang telah ku lakukan kepada Mu Ki"Ucap Arkana


Ponsel Arkana berbunyi. Arkana meraih saku celananya dan mendapatinya dan berdiri menjauh dari Kirana sedikit jauh melihat nama yang ada di ponsel itu yang tak lain dan tak bukan adalah sang Ayah.


Tangan kecil itu bergerak sedikit demi sedikit


matanya bergerak seakan berusaha untuk membuka matanya, namun mendengar pembicaraan dari Arkana membuatnya menahan gerakanya itu.


"Yah, tidak bisa seperti ini dong, Kirana belum sadar dan aku tak akan menikahi Rani tanpa persetujuan Kirana, dan lagi aku tak mencintai Rani Yah"Ucap Arkana


"Tapi Yah, Aku tidak mau menghianati Istri ku Yah, Aku pun tidak yakin anak di dalam kandungan Rani itu anak ku Yah, tapi gak bisa gitu Aku tidak ma---"Arkana


Percakapan sang Ayah dan Anak itu berakir


Arkana kembali ke kamar Kirana dan duduk di samping sang istri.


Arkana duduk dan mendapati pipi Kirana basah dan matanya terlihat sembab.


"Sayang, apa yang terjadi? apa kamu bisa mendengar Ku? Sayang bangun lah" Ucap Arkana


"Penghianat, dasar penghianat Kamu Arkana, Aku tak akan memaafkan mu, setelah sadar Aku akan membawah Anak anak ku bersama ku, penghianat Kamu Arkana------"Batin Kirana


Kirana bersusa paya menahan agar tangisanya tak pecah, Dia tak ingin terlihat sedih di depan lelaki yang sangat Dia cintai yang telah tega menghianatinya.


Suara knop pintu terbuka, benerapa orang masuk dan membawah buah buahan.


"Hai bro, gimana keadaan Kirana?"tanya Arya


"Ya seperti yang kalian lihat sekarang, tak ada perubahan"Arkana


"Oh ya Ka, gimana si ceritanya kok Kirana bisa kekgini" Tanya Tasya


"Ceritanya panjang, nanti lah Aku ceritakan kekalian di lain waktu"Arkana


"Eh, Ku dengar Si Bima dah mau nikah ya?"Tanya Arkana


"Ho'o , calon istrinya sedang hamil, biasa bocor duluan"Arini

__ADS_1


"Hahahahaha Kamu gak pake pengaman apa ya Bim?"Tanya Arkana


"Gak lah Ka, calon nya Bima cantik gile makanya gak pake pengaman biar gak kabur kabur"Ledek Dito


"Apaan sih kalian, gosipin mulu. Kita mau jenguk orang sakit apa mau gosip disini" Bima


Sekarang jarum jam menunjukan pukul 2 Siang.


"Eh pada gak laper ni? ayok makan lah"Ajak Dito


"Aelah perut mu dari SMA sampai sekarang gak berubah ya To, masih aja kek gentong" Ejek Arkana


"Semua boleh berubah Ka, asal urusan perut jangan Iya kan Yank"Dito menyenggol Arini


"Acieee senggol, senggolan sekarang ma, gak mikirin yang jomblo apa?" Celetuk Arina


"Eh, kalian makan aja gi biar Kirana Aku yang jagain"Tawar Arina


"Widih tumben amat baek"Ledek Dito


"Pergi gak, Ku selepet ni pake sand---"Arina


"Ya udah, gak usa galak Kita pergi kok"Bima


"Gak papa Kiran lu jagain? takutnya ngerepotin Kamu Na" Arkana


"Ka, Aku ini sahabat Kirana, jadi gak usa kawatir ok" Arina


Mereka semua keluar dari kamar inap Kirana dan menuju kaferia dekat Rumah sakit itu.


*****


Arina mendekati Kirana dan mengengam tangan sahabatnya itu dengan erat.


"Ki, bangun dong ini Aku datang jenguk Kamu loh, kasian banget Kamu Ki banyak banget tantangan hidupnya" Arina


Tangan itu berbalik dan mengengam tangan Arina.


"Ki-----"Arina


"Suuuuut,,,,jangan kencang kencang Ar, Aku mohon"Kirana


"Ki,,, loh sadar? apa Arkana tau? Arkana harus tau tentang in----"Arina


"Jangan Ar, Aku gak mau dia tau, Aku gak mau siapa pun tau Aku sudah sadar,,,Aku mohon sama Kamu jangan beritahu Akana"Pinta Kirana


"Tapi Ki, Asal Kamu tau, Dia itu menjaga Kamu dengan sepenuh hati Dia harus tau kamu sudah sadar pasti Dia akan senang


Aku akan menelf----"Arina

__ADS_1


"Stop Ar, Aku sudah bilang jangan beritau Dia, ya jangan beritau Dia. Penghianat seperti Dia tak pantas untuk kesadaran Ku"Kirana


"Ki, Kamu kenapa egois sih? Penghianat kata mu? Ki apa kamu tau, selama dua bulan ini Kamu terbaring lemah disini siapa yang menjaga Kamu? Arkana Ki, Arkana, atas dasar apa Kamu menyebut Dia penghianat Ki?" Bentak Arina


"Kamu gak akan mengerti Ar, Ngak akan mengerti"lirih Kirana


"Apa yang Aku tidak mengerti? Kamu yang tidak mengerti dengan kesetiaan Arka---"Kata Arina di potong oleh Kirana


"Setia kata Mu? Apa dengan mengahamili wanita lain saat Seorang istri yang sedang sekarat setia kata Mu Ar? Apa itu kesetiaan yang Kamu tau? Aku hancur Ar Aku sakit Ar sakit--"Kata Kirana sambil terisak


Arina menghampiri Kirana yang saat ini sedang memeluk kedua lutut nya diatas kamar rumah sakit.


"Ki, maafin Aku. Aku gak tau Arkana melakukan hal yang menjijikan seperti itu, maafin Aku Ki" Arina memeluk Kirana dengan erat


"Jangan nangis Aku ada disini untuk Mu, Aku akan menemanimu"Arina


"Ar, bisa janji sesuatu padaKu?"Tanya Kirana


"Apa?" Arina


"Jangan beritahu Arkana dan yang lainya soal ini, dan tolong bawah Aku dari sini Ar"Pinta Kirana


"Gila ya Kamu Ki? Gimana kalau Arkana curiga?"Arina


"Tolong Aku Ar, plis jauhkan Aku dari Arkana dan semua keluarga Ku, Mereka semua membohongi ku Ar, Plissss tolong Aku"Pinta Kirana dengan memohon


"Kalau mau besok baru bisa, malam ini Kamu harus seperti biasa agar mereka tidak curiga bisa kan?" Pinta Arina


"Baiklah"Jawab Kirana


Pintu Kamar Kirana terbuka, Arkana dan yang lainya masuk.


"Ar makasih ya dah kagain Kirana"Arkana


"Iya sama sama , santai aja namanya temanan"ketus Arina


"Kami pulang dulu ya, besok besok jenguk lagi"Bima


Mereka semua pulang tinggal lah Kirana dan Arkana disana.


"Penghianat Kamu Arkana, ternyata Orang yang begitu Aku hormati dan Aku sayangi tega seperti ini pada Ku, Apa yang kurang dari Aku Arkana Apa? kenapa tega seperti ini pada Ku"Batin Kirana


***HALLO SAYA KEMBALI MAAF BANGET YA MEMBUAT KALIAN MENUNGGU TERLALU LAMAH.


Maaf juga karena updatenya lama, kemarin banyak tugas dari Kampus dan tempat kerja jadi gak sempat kasih kabar ke kalian


Maaf sudah membuat kalian menunggu terlalu lama.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Semoga kalian suka bacanya

__ADS_1


Novel gaje ku ini😊😊


Selamat membaca😊😊***


__ADS_2