Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 67


__ADS_3

Setelah sampai di ruangannya Cakra lalu mendudukkan Noureen di kursi kerjanya. Ia lalu membuka laptop yang ada di atas meja kerjanya, kemudian ia menyalakannya.


Beberapa detik kemudian, tampaklah rekaman cctv yang ada di ruangan Cakra. Ia memutar rekaman CCTV itu, ia lalu mempercepat rekamannya, hingga ia berhenti tepat saat Aurora masuk ke ruangannya. Di rekaman CCTV itu jelas Cakra dan Aurora hanya mengobrol dan minum kopi, tidak ada yang lebih dari itu.


Seketika Noureen menunduk, ia merasa bersalah, karena tadi ia sempat curiga pada Cakra. Cakra yang melihat Noureen menunduk seketika tersenyum, ia lalu memegang dagu Noureen lalu mengangkatnya hingga saat ini mereka saling menatap.


Terlihat mata Noureen sudah mengembung."mas, maafkan aku, tadi aku sempat curiga pada mu." Ucap noureen.


"Tidak apa-apa sayang. Mas faham itu, andai mas jadi kamu, mas pasti akan melakukan hal yang sama."balas Cakra. Seketika itu, kedua tangannya menangkup kedua pipi Noureen. saat ini wajah mereka sangat dekat hanya sekitar lima sentimeter. tak lama Cakra lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Noureen hingga mereka berciuman cukup lama, sesekali Cakra ******* bibir itu, bermain-main di sana, tanpa sadar tangan Cakra menyibak dres yang dikenakan Noureen, tangannya dengan liar menyusup masuk ke dalam dua benda kenyal yang menjadi favoritnya itu. Suara d*sahan pun kian meremang hingga terdengar memenuhi seluruh ruangan itu.


Setelah mereka puas berci*man Cakra berpindah turun ke leher, ia menci*m kecil leher Noureen hingga meninggalkan beberapa tanda kemerahan disana. Suara d*sahan keduanya pun tak terbendung hingga akhirnya Cakra mengangkat tubuh Noureen untuk berpindah masuk ke dalam kamar pribadi miliknya. ia akan bermain di sana agar mereka lebih leluasa bercinta

__ADS_1


***


Cakra menatap wajah Noureen yang kini tengah bersandar di dadanya, ia kemudian tersenyum kala melihat Noureen yang tertidur Sangat pulasnya. Cakra Mengecup pucuk kepala Noureen sekilas. Lalu membisikkan kata cinta. Ya, Tadi setelah mereka melakukan penyatuan dan berakhir dengan mencapai kenikmatan bersama kini Noureen tertidur.


Setelah mencium pucuk kepala Noureen, perlahan Cakra bergerak, memindahkan kepala Noureen ke bantal lalu menyelimuti tubuh Noureen yang masih Terlihat sangat polos. Tak ingin mengganggu tidur sang istri dengan perlahan Cakra bergerak berpindah lalu bangkit dari ranjang. Ia kemudian memungut satu persatu pakaian yang tercecer di lantai. lalu masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya kembali.


Dua jam kemudian, saat Cakra sibuk memeriksa beberapa file di mejanya, Noureen keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang sudah rapi, wajahnya tampak segar dengan rambut yang terlihat basah.


"Mas,"panggil Noureen. Ia kemudian menghampiri Cakra. Memeluk leher suaminya, lalu menciumnya.


"Mas," panggil Noureen lagi.

__ADS_1


"Hmmm,"jawab Cakra lagi. Matanya fokus pada tulisan dan angka yang berjejer di atas lembar putih yang akan ditandatangani olehnya.


"Mas,"panggil Noureen lagi. Wajahnya sudah terlihat sangat kesal, saat Cakra masih sibuk dengan beberapa file di tangannya.


Noureen mendengus, kemudian melepas tangannya lalu melangkah menuju sofa. Namun, Saat Noureen Hendak melangkah, tangannya sudah dicekal oleh Cakra." Kamu mau kemana sayangnya," tanya Cakra, mendongak menatap Noureen yang terlihat sangat kesal.


Noureen tak menjawab.


Cakra kemudian menarik tangan Noureen. Lalu, mendudukkannya di atas pangkuannya. Ia kemudian mengecup pipi Noureen sekilas lalu tersenyum. " Kamu marah, ya?"tanya Cakra. Tangannya bergerak mengelus pipi Noureen.


Noureen menggeleng," maaf karena sudah mengganggu pekerjaanmu, sebaiknya aku pulang saja." Ucap noureen. Ia menunduk. merasa bersalah, karena telah mengganggu pekerjaan Cakra.

__ADS_1


Melihat wajah Noureen menunduk seketika Cakra mencubit dagu Noureen. ia faham apa yang sedang dirasakan Noureen saat ini." Mas tidak merasa terganggu, Sayang. Mas malah senang," ucap Cakra. Mencium pipi naureen sekilas.


Noureen tersenyum, wajahnya seketika bersemu mendengar ucapan Cakra yang begitu manis. 


__ADS_2