
Kirana dan Arkan kembali tinggal hanya berdua di rumah.Mertuanya kembali melakukan perjalanan bisnis mereka keluar Negeri, Pagi ini Kirana menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat kampus.Arkana turun dari atas dan menuju dapur.
"hemm, harum masak apa Dek?" Tanya Arkana
"Nasi goreng kesukaan Mas" Jawab Kirana
Arkana berdiri menuju kearah Kirana yang sedang memasak nasi goreng itu, di peluknya istrinya itu dari belakang dan menaru dagunya di bahu mungil Kirana.
"kenapa si Mas? manja banget pagi ini" Ucap Kirana
"ngak kenapa napa, cuma mau gini aja tiap pagi bahagia banget" Jawab Arkana
tangan Arkan beranjak naik ke payu dara Kirana dan Meremasnya sejenak membuat Kirana mendesah.
"asshhhh,Mas nakal banget sih tanganya" Ucap Kirana sembari memukul kecil tangan Arkana membuat Arkana tertawa kecil.
"heheh maaf Dek, habisnya kamu kalau desah sexi banget jadi pengen terus Mas jadinya" goda Arkana sambil memcium leher sang istri
"ihhh,, jauh jauh sana Mas, jangan mulai pagi pagi aku mau ngampus" Usir Kirana
"ngak pp kan sekali aja" Goda Arkana
"apa!! ngak.udah rapi aku Mas masa iya mau berantakan lagi, tau kan kalau kamu mainya kan anu....."Perkataan Kirana di potong Arkana
Dia membalikan tubuh mungil Kirana lalu mecium bibir mungilnya dan melumatnya sebentar lalu menciumnya dalam sangat lama sebelum mengakirinya.
"i love you Ki" ucap Arkana tepat di telinga Kirana
"siapa yang ngajarin kamu? tapi aku suka" Tanya Kirana
Cup..
Cup..
Cup..
Cup..
Kirana membalas kecupan Arkana dengan dengan mengecup Kening,mata,hidung dan bibirnya.
"kamu sweet sekali Dek" Arkana mencium kening Kiraan
"udahan ah mesra mesranya, ntar ngak ngantor kamu"Ucap Kirana
"Mas kan bos nya, biar dateng telat juga ngak apa"Jawab Arkana lalu duduk makan
"bandel banget ni Bapak Bos, jadi contoh buat bawahan dong Mas" Ucap Kirana sembari mencubit pipi suaminya pelan
Mereka sarapan tak lama sekitar lima belas menitan selesai lalu menuju mobil dan berangkat ke kampus Kirana lalu Arkana ke kantornya.
Setelah sampai Kirana turun dan Arkana turun mengikuti nya lalu menarik kedua tanganya dan mengengam nya lembut.
"Dek, jaga diri baik baik,jaga mata dan jaga hati mu untuk Mas ya, Ingat hanya untuk Mas" Kata Arkana lembut
"iya Mas, hati Adek hanya untuk Mas Kok, tenang aja hem" Jawab Kirana polos membuat Arkana gemes lalu mencubit hidung runcing miliknya.
"auhhhh, Sakit Mas gimana sih" liri Kirana .
"aduh, sakit banget ya Dek, maafin Mas ya" Ucap Arkana sambil memeriksa hidung Kirana.Dia melihat Kirana tertawa lalu muncul lah ide gilanya.Arkana berhenti dengan kegiatanya lalu menaru kedua tanganya di pinggang sambil menatap Kirana yang terus tertawa. Dia menarik Kirana kedalam pelukanya lalu mencium bibirnya dan melumatnya sebentar dengan lembut membuat Kirana membelalakan matanya dan menyudahi kegiatan mereka Karena saat ini semua mahasiswa dan mahasiswi tengah melihat kearah mereka.
"itu hukuman buat istri yang ngerjain suami nya" ledek Arkana lalu mengusap pucuk kepala Kirana dan menyurunya masuk ke kampus
"Sana masuk ntar telat"lanjutnya
__ADS_1
Kirana masuk ke kampus dan Arkana masuk ke mobil lalu pergi dari sana. Sepanjang koridor kampus mahasiswa perempuan terus mengosipi Kirana hingga di kelas pun masih ada yang mengosipinya.
"Ki, sini cepatan" Panggil Arina
"cie sweet banget kamu" Ledek Arini
"apa sih" jawab Kirana
"eh, gimana Tas hubungan kamu sama Kak Arya?" tanya Kirana
"kemarin dia lamar aku, dan mungkin bulan depan akan nikah" Ucap Tasya
"seriusan? wah pantesan dari tadi senyum senyum terus bahagia rupanya" ledek Arina
"kamu gimana Arina udah Kak Bima udah ngungkapin?" Tanya Kirana
di balas gelengan Arina
"dia keknya punya cewek deh" liri Arina
"udah ah, males gue bahas ini kantin yuk" ajak Arina
*****
Arkana sedang istrahat dia ruanganya.Ponselnya berbunyi
"Hallo" ucap Arkana
"Ah, Papa ada apa pah?"Tanya Arkana lagi pada nya
"oh iya pah, kebetulan saya lagi sengang kita,
Ok baiklah" sambung nya.
"wow, siapa dia cakep banget, wah suka banget gayanya senyum nya wow" semua yang keluar dari mulut mahasiswi itu sama
Sementara Kirana dan yang lain tak mengubris nya.
ponsel Kirana berdering.
pesan dari Arkana tentunya.
Mas Arkaπ
Dek, jangan lupa makan siang ya, soalnya tadi mas lihat kamu agak pucat. Mas juga lagi makan ni. Ingat harus makan I love you
ππ
Kirana membacanya dengan senyum manis.
"huh pasti dari Mas Arkan iya kan?"ledek Arina
"haahaha apa sih Na" elak Kirana
" serasa dunia milik berdua, yang lain ngekos" sambung Arini
"dasar jomblo siri" Ledek Tasya
"apaan, Arini itu gak jomblo kan udah ada kak Dito" ceplos Arini
Membuat semua menatapnya penuh tanya
"iya iya iya maaf ya udah gak jujur sama kalian, sebenarnya aku udah pacaran sama kak Dito pas kita semester 1" jelas nya
__ADS_1
"dan lu sembunyiin dari gue kembar lu" tanya Arina
"ya maaf" Liri Arini
Orang itu datang menghampiri meja Kirana dan yang lain. Kepala Kirana rasanya pusing sekali rasa ingin muntah tapi tak mau munta sesekali dia memijat kepalanya Mungkin Kirana masuk angin saat ini.
"Ki, kamu kenapa?" tanya Tasya
"gak tau Tas, pen munta dan pusing juga aku" jawab Kirana
"eh, muka lu pucat banget, gue antar pulang ya" tawar Arina
"gak usa, cuma pusing bentar doang nanti juga baikan" sela Kirana
"Boleh gabung" kata pria itu.
"silahkan" Arina
Cowok itu duduk dan menatap Arina lalu tersenyum
"bangkek, senyum nya manis banget gue gak bisa di giniin" Batin Arina lalu memalingkan pandanganya.Kirana pun tak sadarkan diri seketika membuat sahabatnya kawatir.
"Eh, kenapa ni? kok pingsan?" tanya cowok itu sembari menopang Kirana
"kak bantuin angkat ya, bawah ke mobil saya kita bawah ke dokter" pinta Tasya
Arini menelfon Arkana memakai ponsel Kirana.
***Via telvon
Arkana :Hallo....
Arini :Kak, Kirana pingsan dan kami bawah dia kerumah sakit
Arkana : Kirim alamatnya saya akan kesana***
Via telfon selesai
Arini mengirim alamat rumah sakitnya pada Arkana. Mereka semua duduk di depan ruangan Kirana dan Arkana datang menghampiri mereka.Pria itu duduk di kursi menunggu.
Dia melihat Arkana datang.
"Arini, gimana keadaan Kirana?"tanya Arkana
"tenang dulu kak, kita tunggu dokternya keluar dulu"Kata Arina
Arkana duduk di kursi, pria itu menatap pria yang baru datang itu dengan lekat.
"Kak Arka" Tegur Cowok itu
Arkana menoleh
"Kingsa"tegur Arkana
"jadi, Itu Kak Kirana?" tanya nya
"hem,"jawab Arkana
"cantik ya, cocok sama Kak Arka" puji Kingsa
Sampai sini dulu ya. Ntar malam up lagi deh
ππππselamat membaca
__ADS_1