Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Orang Baru


__ADS_3

Kirana bangun dari tidurnya,di lihatnya sekeliing tak ada orang.Pemandangan sangat baru yang dilihatnya.


"dimana aku?"gumam Kirana sambil memegangi kepalanya


Pintu kamar terbuka seorang pria paru baya memasuki ruangan itu.Garis wajanya sangat tegas dengan hidung yang mancung membuat siapa pun yang melihatnya menolak untuk lupa bahwa dia adalah pria tua yang mungkin saja usianya sudah setengah abad lebih.


"kamu sudah sadar?"tanya nya datar


"emm,saya dimana?apa Tuan yang membantu saya tadi?"tanya Kirana


"tadi kamu pingsan dijalan kebetulan saya lewat jadi saya bantuin dan bawah kerumah saya"jelasnya singkat


"terimah kasih Tuan"Kirana berterimah kasih


"pulang lah,Ayah mu pasti kawatir padamu"pinta Tuan Wibowo


"ayah?atau mungkin......."Kirana belum selesai bicara namun di potong oleh Wibowo


"tadi dia menelfon dan menanyakan keadaan mu"sambung Wibowo


***Flasbeck on**


Gadis itu tengah berbaring di kamar tamu sang empunya rumah.Iya dia adalah Tuan Wobowo.Dia adalah dulunya bersahabat dengan Wiliam dan juga Wijaya tapi entah kenapa sekarang menjadi tidak segitu akrab lagi hanya bertemu saat ada bisnis saja.


Wibowo menutup tirai kamar itu agar tak ada cahaya masuk menggangu gadis itu.


"ini tidak mungkin,kenapa dia sangat mirip dengan mu?apa dia...Tidak mungkin ini hanya kebetulan saja"batin Wibowo


Wibowo mengangkat selimut itu sedikit hingga menutupi tubu mungil itu gadis itu


Deritan suara ponsel di samping meja membuatnya pensasaran siapay yang menghubungi gadis itu.Di raihnya ponsek itu nama yang tak asing di layar ponsel gadis itu


"oh jadi dia anak gadis nya"gumam Wibowo


Wibowo memencet tombol jawab lalu menaru benda lempeng itu di dekat telinganya Terdengar suara seorang pria yang sebaya denganya sedang bertanya keadaan Gadis itu,namun Wibowo tak menjawab dengan sepata katapun wajanya memera menahan amara akan kejadian beberapa tahun silam.


Dia meletakan ponsel gadis itu lalu keluar dari kamar itu*.


******


Kirana keluar dari kamar itu menuju ruang tamu dan berpamitan dengan pria itu lalu pulang.


"om akan menghantarmu pulang"tahan Wibowo


"ngak usa Om,aku bisa pulang sendiri"ucap Kirana tak ingin merepotkan

__ADS_1


"tak apa,om juga akan keluar jadi tunjukan saja jalanya"


Mereka pun berangkat dalam perjalanan suasana hening dari mereka tak ada yang membuka suara untuk berbicara. Hingga tanpa mereka sadari mobil itu berhenti di pekarangan rumah Wijaya


"sudah sampai turunlah"sahut Wibowo membuat Kirana terkejut


"Terimah kasih banyak om sudah mengantar saya"Ucap Kirana


"tidak apa apa,masuk lah."pinta Wibowo


"mengapa kamu sangat mirip dengannya"batin wibowo


Kirana membuka pintu utama dengan pelan berharap Arkana sudah tidur dan tak menyadari jika iya pulang jam segini


Mengingat sejarang Jam menunjukan pukul 23:00.


***Ceklek***


Pelan pelan dia membuka lalu jalan dengan pelan menuju kamar nya. Tiba tiba lampu yang tadinya mati semua menyala seketika.


Pria dengan tubuh kekar dengan garis waja yang emang tampan di lihat dari kejauhan berapa kilo meter pun tetap kelihatan Tengah memangku tanganya kedadanya.


Kirana dengan kikuk berjalan perlahan melangka hingga sejajar denganya di tangga lalu dengan cepat menyelip dan berencana kabur dan masuk kekamar,namun gagal


"Mau kemana lo?"Arkana


"masuk kamar"jawab Kirana dengan polos


"lo kira bisa seenak jidat lo maen masuk aja?lo udah bikin gue susah hari ini,lo bikin papa marah sama gue.Lo juga udah bikin semua orang nyalahin gue hari ini.So lo harus gue hukum"Arkana memasang Smirk di bibirnya


"kamu mau apa?"Kirana memundurkan dirinya hingga dirinya mentok dan tertahan oleh tangga lante dua itu


"Yakkk!!!! kamu mau apa Arkana?tolong lepaskan,jangan lakukan apa pun atau aku akan....."Kirana belum selesai bicara Arkana melumat bibirnya kasar membuat kirana membelalakn matanya dengan sekuat tenaga dia memberontak tapi tetap saja dia kalah dengan kekuatan seorang Arkana.


Dengan sigap Arkana menarik tengkuk Kirana mendorongnya agar memperdalam lumatanya yang sedari tadi dia berusaha membuat Kirana membuka mukutnya namun tetap menutup nya dengan rapat.


Entah apa yang Arkana lakukan dia akan membuat gadisnya itu akan takut padanya nantinya,entah kenapa nafsunya sudah tidak tertahan lagi hingga dia berani melakukanya saat ini,dia pun tak salah to mereka sudah sah menjadi suami istri sekarang jadi tak salah jika dia menginginkan tubuh Kirana.


Tangan Arkana menyusup ke dalam baju Kirana yang entah kapan kancingnya terbuka


Lalu *** kedua gundukan itu membuat Kirana mendesah dengan sigap dia menelusuri rongga mukut Kirana yang sudah terbuka itu.


Arkana melakukanya ciumanya dari bibi,leher dada hingga sesekali membuat jejak kepemikikanya dia kedua gundukan Gadisnya


Kirana tidak memberontak saat ini dia juga tengah menikmati sentuhan sentuhan Arkana

__ADS_1


tanpa sadar Sekarang Kirana di baringkan di Kasur King Size milik Arkana.Tanpa melepaskan tautan bibir Arkana menuntun Kirana untuk membuka semua bajunya


Tanpa Arkana sadari Air mata kirana menetes


bukan karena dia tak ingi seperti ini hanya saja dia telah berjanji akan memberikan mahkotanya pada pria yang iya cintai dan akan melakukanya pada pria yang iya inginkan.Bukan kita tak ingin Arkana tapi apa adil jika yang menyimpan perasaan hanya Kirana? saat ini dia akan memberikan makotanya pada pria yang belum tentu atau bahkan tidak mencintainya sama sekali.


Suara Kirana mengema di ruangan kedap suara itu saat Arkana memasukan miliknya dengan sekali hentakan di milik Kirana membuat kirana menangis seseguhan


Arkana menatapnya dalam lalu menenangkan Kirana tanpa melepas tautanya di bawah sama .


Darah segar mengalir di bawah sana.Dengan perlahan Arkana mengerakanya kali ini dengan lembut.


*********


Pagi hari Arkana bangun dan mendapati kirana berbaring di dekatnya, wajanya sangat pulas diam diam dia melukis senyum disana


"terimahkasih kirana"


Cup


Cup


Cup


Arkana mencium kening,mata dan bibir Kirana lalu pergi membersikan diri di kamar mandi.


"hoaaaaammm,aduh kenapa badanku sakit semua,kirana mencoba mengumpulkan ingatanya tetang apa yang dilakukannya semalam bersama Arkana Matanya melotot


"apa kah aku dan Arkana......"ucapanya terhenti saat Pintu kamar mandi terbuka


Kirana menatap Arkana dengan penuh tanya


"apa?bukanya kau juga ingin?jadi terimalah aku juga tidak akan meninggalkamu jika sudah terkuka karena ulah ku"ucap Arkana sedikit mengoda


kirana berdiri dan menyingkirkan Spray berdiri menahan perih di bawah sana dan berdiri


"Yak!!!pakai dulu bajumu,apa kau ingin adiku ini terbangun lagi dan membuat mu tak bisa jalan?"Ucap Arkana


Kirana menatap tubuhnya yang polos tampa sehelai benang pun.lekukan tubuhnya membuat Arkana menelan ludah nya dengan paksa.


"huaaaaaa,,,kamu jahat, kamu merebut semuanya"kirana menangis lalu menarik selimut yang ada bercak darahnya lalu memasuki kamar Mandi Dengan terpaksa dia berjalan menahan rasa sakit yang masih nyeri di bagian Intim nya.


Di dalam kamar mandi dia berendam membersikan sebagian sisa darah yang melekat pada nya.


1 jam kemudian.

__ADS_1


__ADS_2