
ย
Rumah itu memang tidak besar dan tidak megah, namun bangunan dengan corak dan modelnya sangat indah nan elegan.
ย
di rumah kecil itulah Kirana dibesarkan oleh seorang yang sangat hebat.
Kirana membaringkan kedua buah hatinya karena saat ini mereka sudah tertidur di kamar yang sama dengan Kirana, Dia membaringkan si kembar didalam Box Bayi yang cukup untuk dua bayi didalamnya, tempat itu adalah bekas Kirana waktu masih Bayi.
"Tempat ini masih rapi, tante Ani menjaganya dengan baik, makasih Tan"
"Banyak sekali kenangan disini yang belum bisa Aku lupakan, tempat dimana Ayah mengajarkan Ku pertama kali berjalan, mengajarkan ku pertama kali makan sendiri dan masih banyak lagi, Ayah Kiran rindu Ayah, Apa Ayah menyadari kedatangan Kiran? Ayah---"Batin Kirana
Dia terus berjalan menyusuri setiap sudut ruangan itu sesekali Dia meraba benda benda yang ada disana, hal itu mengingatkan Dirinya pada sang Ayah.
Kirana menujuh halaman belakang rumah
ayunan itu masih ada dan tetap utuh lalu Dia berjalan kearah sana.
"Yah, Kirana mau di ayun sama Ayah---"ucap Kirana lirih berharap yang di panggil Ayah datang dan mengayun nya.
namun tidak ada seorang pun yang datang membuat Kirana menutup matanya dan mengusap benda bening yang sedari tadi membasahi pipi nya yg cabi itu.Lamunan Kirana saat tetangga rumahnya menegurnya.
"Eh,Nak Kirana? Kapan datang? kesini barenga Suami ka?"Tanya Ibu itu
"Eh, Ibu. datang nya kemarin Bu, engak Suami saya lagi kerja dab sibuk saya cuma datang dengan kedua anak saya"Jawab Kirana
"Oh gitu, selamat datang kembali Nak. Oh iya Ibu permisi ya mau ke sawah"Pamit Ibu itu
"Iya Bu, silahkan"Jawab Kirana lalu masuk kembali kedalam rumah
***
Arkana tengah sibuk dengan pekerjaanya
Permasalahnya dengan Rani sudah selesai.
Masalah nya sekarang lebih rumit dari masalah nya dengan Rani, sekarang selama dua bulan ini Kirana tak mengabarinya dan tidak memberitau dimana dia sekarang
bahkan kepada kedua orang tuanya pun tidak di beritahukan keberadaanya.
Tangan Arkana meraih sebuah bingkai foto yang ada diatas meja, senyuman manis itu terukir di bingkai yang berukuran sedang itu.
"Kamu dimana sayang? kenapa seperti ini? kenapa Kamu menghukum Aku seperti ini? tolong beritahu aku dimana Kalian bertiga berada, Aku merindukan Kalian--"Arkana
Suara knop pintu terdengar seseorang masuk.
"Ka, gimana? sudah dapat kabar tentang mereka?"Tanya orang itu
"Belum Kak, sama sekali belum, Aku harus cari mereka keman lagi---"Lirih Arkana
"Apa sebaiknya Aku kembali ke rumah Arina aja ya?"Batin Karina
"Aku akan paksa Dia buat ngaku dan ngomong Kirana ada dimana"sambung Karina
"Emang gak ada gitu tempat yang biasa Kalian datangi selain tempat yang disini, misalnya di luar Jakarta gitu?"Tanya Karina
"Ada, tapi itu gak mungkin Karena sekitar dua bulan yang lalu Tante Ani menjual Rumah Ayah Kirana yang di Labuan Bajo katanya Dia mau pake berobat makanya dia jual"Jelas Arkana
"Masa sih? Eamang segampang itu ya Kirana mau jual, Aku tau betul Kirana tidak akan menjual kenangan bersama Ayah nya itu, gak mungkin Ka--"Karina
__ADS_1
"Awalnya Aku gak percaya juga, tapi ada bukti tanda tangan Kirana disana, atau apa mungkin Kirana ngejual rumah itu buat pergi jauh dari si--"Arkana
"Gak, Ka Aku tau Kirana itu seperti apa, jadi kita tetap selidiki ini"Karina
"Sudah Aku urus, bahkan Aku urus anak buah ku buat jadi mata mata disana, tapi emang mereka gak ada disana Kar"Arkana
"Terus gimana? mereka kemana dong?"Karina
"Aku juga gak tau, Aku bingung Kar"Arkana
"Ya udah, Kamu jangan kawatir Aku,Mama, Papa dan semuanya bantuin Kamu kok, tenang saja ya"Karina
"Makasih Karina"Arkana
"Sama sama Arkana, ini demi kebahagiaan Kamu, Bukan demi yang lain Kamu bahagia Aku ikut bahagia"Batin Karina .
Setelah itu Karina pergi dari ruangan Arkana.
Saat ini Karina bekerja sama dengan Arkana
dan mereka adalah rekan bisnis.
Arkana terus memandangi foto sang istri sesekali foto itu di elusnya,
"Kamu dimana sih sayang, jangan hukum Aku seperti ini, Aku tidak bisa hidup tanpa kalian tolong beri tau Aku kalian dimana. Aku janji setelah ini semua akan baik baik saja, Kita akan hidup bahagia tanpa ada yang menganggu Aku janji Ki, asalkan Kamu beri tahu Aku Kalian dimana. Aku rindu kalian"Lirih Arkana
*****
Rumah kecil itu di hiasi dengan berbagai macam pernak pernik warna pink dan hitam juga putih, Kirana sibuk mempersiapkan semuanya dengan bahagia, Ani tante kirana menghampiri Dia.
"Kirana, Tante boleh bicara padamu?"Tanya Ani
"Ada apa tan? apa sangat penting?"Tanya Kirana
"Maaf tan, Aku lagi gak ada waktu buat bahas Dia"Jawab Kirana
"Nak, kenapa tidak coba dengarkan penjelasanya? apa Kamu kesini Dia sudah tau? apa Kami sudah dengarkan semua penjelasanya? Kira---"Ani
"Aku sudah dengar dari mulut Rani Tan, Aku sudah tidak bisa percaya sama Arkana.Dia sudah menghianati Ku Tan----"Kirana
"Dari Rani? Kamu percaya gitu saja? Kirana sini tante beri tau kamu, Rani pasti menyukai Arkana kan? kalau orang suka pada seseorang itu hal apa pun akan dia lakukan termaksuk menghancurkan kepercayaan seseorang dengan kebohongan.Tante yakin dia pasti berbohong"Ani
"Sudah lah tan, Aku males lagian anak anak ku bahagia sekarang"Ketus Kirana
"Bahagia? Kirana tolong jangan egois sekarang mereka bahagia karena mereka masih kecil bagaimana jika mereka sudah besar? mereka bertanya Dimana dan siapa Ayah mereka? apa yang akan kamu jawab? tolong pikirkan mereka dimasa yang akan datang"Ani
"......" Kirana
"Tante bukan nya mau ikut campur, tapi ini tugas tante buat ingatin Kamu Ki, pokonya senang atau pun tidak Arkana akan datang kesini besok, Ini acar besar si keluarga Kita Ki"
Setelah itu Ani pergi tinggalkan Kirana dan kembali ke kamar si kembar.
"Sayang, Oma tidak akan biarkan Kalian besar tanpa Ayah, biarpun Bunda kalian keras kepala Oma akan tetap beritahu Ayah kalian jika kalian ada disini, Cucu Oma tenang saja Bunda akan baikan sama Ayah Oma janji" Ucap Ani sambil mengelus pucuk kepala si kembar. Kirana yang melihatnya dari luar kamar terdiam dan merenungkan semuanya
"Tante benar, tak seharusnya Aku pergi tanpa mendengarkan penjelasan Mas"Batin Kirana
*****
Karina kembali ke rumah Arina dan menanyakan Kirana ada dimana dan dengan siapa iya tinggal.
"Maaf, bukanya saya gak mau beritau, tapi Kirana tidak mau keluarga nya tau dia dimana?dan dengan siapa dia tinggal"Arina
__ADS_1
"Kalau kamu beritau nanti akan ku beri sesuatu yang berharga anggap saja hadia"Tawar Karina
"Maaf, saya bisa beli apa yang saya mau, jadi saya tidak terpengaruh dengan apapun tawaran mu" Adrina
"Bagaimana jika foto dan video ini saya kasih ke polisi? Kamu akan di tahan karena membantu Dia untuk kabur"Karina memperlihatkan video itu
"Apa apan Kamu? Kamu mau mengancam ku?"Tanya Arina
"Bukan mengancam, hanya saja cara kecil untuk membuat mu membuka mulut" Angku Karina
"Licik Kamu Karina sangat Lici--"Arina
"Tutup mulut Mu, Atau akan ku--"Karina
"Kasihan Kirana punya saudari busuk seperti ku"Arina
"Jangan banyak bicara cukup lakukan saja apa yang saya perintahkan, dan video ini akan saya hapus"Tawar Karina
"Maafkan Aku Ki,(Batin Arina)Baik lah akan ku lakukan"Arina
"Nah, gitu dong" Karina
*****
Deringan ponsel Arkana berbunyi sebuah pesan disana.
"***Nak, datanglah kealamat ini Kirana dan anak mu ada disini"
Tante Ani***
Mata Arkana membukat besar, senyuman bahagia terlihat disana. Karina masuk kedalam ruangan bersama Arina
"Ka, kamu harus dengar sesuatu ini tentang Kirana"Karina
"Aku mau pergi, jadi ceritanya nanti saja" Arkana
"Tunggu dulu, dengarin Dia dulu Aku yakin kamu tidak akan percaya tentang ini" Karina
"Apa? jelaskan"Arkana
"Sebenarnya Kirana saat itu datang di rumah, dan setelah dua minggu dia pergi bersama seorang lelaki dan bersama anak kalian, Aku tanya dia kemana tapi tak ada jawaban dari mereka berdua"Jelas Arina dengan air mata yang menetes
"Apa? maksud kamu Kirana kabur dengan laki laki lain? lalu yang----"Arkana
"Yang? yang apa?"Tanya Karina
"Bukan apa apa. Kenapa Kamu tega pada Ku Kirana, Apa salah Ku pada Mu kenapa kamu seperti ini"Arkana
"Sabar Ka, Aku ada kok buat Kamu, jangan sedih Kirana memang tidak tau terimah kasih sudah mendapatkan cinta Mu lalu dia pergi dengan selingkuhanya begitu saja, memang kurang ajar anak itu"Ucap Karina memperkeru suasana
"Aku akan kesana, Akan ku buktikan bahwa semuanya benar atau salah, saat ini aku tidak bisa percaya pada siapa pun saat ini"Batin Arkan
"Mampus kau Kirana, Arkana akan membenci mu dan Arkana akan menjadi milik Ku"Batin Karina
******
Hari pemberian nama kedua anak Arkana dan kirana akan di laksanakan besok. Semoga Arkana datang ya dan gak dia halangi oleh Karina.
***HALLO SAYA KEMBALI๐๐ MAAF YA MEMBUAT KALIAN MENUNGGU LAMA, TERIMAH KASIH UNTUK YANG SUDAH MENUNGGU AKU SAYANG KALIAN๐๐๐
silahkan dibaca semoga suka๐๐๐
__ADS_1
saraghaeo๐๐๐๐***