
Hari terus berganti, saat ini janin yang dikandung Noureen sudah menginjak empat bulan, Noureen sudah tidak merasakan mual lagi. hanya saja nafsu makannya lebih meningkat dari biasanya.
Setelah Cakra berangkat ke kantor, Noureen kembali masuk ke dalam dapur. hari ini ia berencana masak makan siang untuk Cakra dan mengantarkannya ke kantor.
Dengan telaten ia meracik semua bumbu-bumbu masaknya. tampak Bu Ratna datang menghampiri menantunya.
" Sayang kamu masak apa?." Tanya Bu Ratna tersenyum hangat.
" Masak gulai mah, untuk makan siang mas Cakra." Jawab Noureen tersenyum lalu kembali sibuk memotong-motong sayurannya.
" Mau mamah bantu.?
" Gak usah mah, dikit lagi selesai kok. Sisa direbus." Tolak Noureen lalu tersenyum dan kembali sibuk dengan masakannya.
" Ya sudah kalau mamah gak boleh bantu. Oh iya Reen. bukannya kandungan kamu sudah menginjak empat bulan yah." Tanya Bu Ratna. Sambil mencicipi kue bawang yang ada diatas meja.
" Sepertinya iyamah, memang kenapa mah?," Tanya Noureen menghentikan aktivitasnya.
" Mamah berencana akan mengadakan walimatul hamli ngapati syukuran 4 bulanan kandungan kamu Reen, ini kan cucu pertama mamah, mamah pengen semua orang mendoakan yang terbaik untuk calon cucu mamah."jawab Bu Ratna antusias. Dan kembali sibuk menikmati kue bawangnya.
Noureen mengangguk" terserah mamah saja, Noureen dan mas Cakra ngikut aja mah." Noureen tersenyum dan kembali menyelesaikan masakannya.
Setelah masakannya matang, Noureen berjalan ke arah kitchen set kemudian membukanya dan mengambil kotak makan yang ada disana. Lalu kembali ke depan kompor dan mulai mengisinya.
Noureen menatap kotak bekal yang telah siap di atas meja makan sambil tersenyum." Semoga mas Cakra suka dengan masakannya." Gumam Noureen tersenyum lalu ke atas untuk bersiap-siap.
__ADS_1
***
Pukul sebelas siang setelah mobil yang ditumpangi Noureen berhenti tepat di lobi perusahaan, ia kemudian keluar dari mobil sambil menenteng kotak bekal yang disiapkan untuk Cakra lalu berjalan memasuki kantor. Noureen disambut oleh resepsionis dengan senyuman manis. Karena mereka tau siapa Noureen. Noureen adalah istri dari pemilik perusahaan yang mereka tempati sekarang bekerja.
" Selamat siang nyonya." Sapa gadis cantik yang bertugas di meja resepsionis.
" Siang, apa tuan ada di ruangannya." Tanya Noureen saat tiba di depan meja resepsionis.
" Tuan ada di ruangan nyonya."jawab gadis itu sambil tersenyum.
" Baiklah, aku ke atas dulu." Ucap Noureen.
" Mau kami antar nyonya."
" Tidak usah, kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian," Noureen kemudian melangkah meninggalkan meja resepsionis dan berjalan memasuki lift.
" Permisi sin, apa tuan ada di ruangannya.? Tanya Noureen saat tiba di depan meja sekretaris suaminya.
Sinta yang sibuk memeriksa berkas-berkas di hadapannya seketika menoleh. Dan mendapati nyonya pemilik perusahaan sudah berdiri di depannya.
" Tuan cakra masih di ruang meeting nyonya," jawab Sinta berdiri dari posisi.
" Kira-kira Sampai jam berapa yah sin.
" Kurang tau nyonya.
__ADS_1
" Kalau begitu aku tunggu di dalam ruangan saja, kamu boleh lanjutkan pekerjaanmu." Noureen kemudian masuk kedalam ruangan Cakra sambil menenteng kota bekal untuk Cakra. Setelah itu, ia duduk di sofa yang ada di sana. Noureen bersandar sambil mengusap-usap perutnya. tak lama Noureen tertidur karena lelah menunggu dan tak bisa berbuat apa-apa.
Sejam kemudian Noureen terbangun, ia menatap kursi kerja suaminya, tapi yang empunya belum juga menampakkan batang hidungnya. Noureen bangkit dan berjalan keluar ruangan. Tepat saat Noureen keluar dari ruangan tampak Cakra yang juga keluar dari ruangan meeting bersama rekan kerjanya. Cakra lalu menghampiri Noureen.
" Sayang kamu disini," tanya Cakra memeluk Noureen lalu melepas.
" Reen kenalkan ini rekan kerja mas," ucap Cakra menoleh kebelakang dimana rekan kerjanya berdiri.
Seketika Noureen tersenyum." Mas Rio ." Ucap Noureen saat mengenali siapa rekan kerja suaminya.
" Noureen." Ucap Rio rekan kerja Cakra sambil maju memeluk Noureen
Cakra mengernyit. " Kalian saling kenal." Tanya Cakra heran saat melihat keduanya akrab.
" Iya mas kami saling kenal, kami sempat beberapa kali bertemu. Mas Rio ini anak rekan bisnisnya Ayah dulu." Jawab Noureen sambil tersenyum menatap Rio.
Terlihat ada kekesalan di wajah Cakra saat melihat sang istri akrab dengan pria lain. Namun buru-buru ia tepis. Ia terus menahan perasaannya dengan raut wajah tenang meskipun saat ini hatinya sangat panas.
.
.
.
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah. kerena beberapa hari lagi, kita ada gift untuk dukungan terbanyak di awal bulan.
__ADS_1
dan maaf kalau Author jarang up, soalnya Author banyak kerjaan di dunia nyata. Trimakasih🙏🙏🙏