Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
KAMPUS


__ADS_3

Kirana bangun cepat pagi ini, Menyiapkan sarapan pagi karena mertuanya saat ini sedang di rumah.


"kenapa bangun terlalu pagi?"Tanya Arkan masih dalam keadaan menutup matanya


Kirana tak menjawab pertanyaanya, dia turu kedapun dan menyiapkan beberapa bahan dan mulai memasak setelah setengah jaman memasak dia kembali ke kamar lalu membersikan dirinya. Arkana bangun dan duduk di tepi tempat tidur menunggu Istrinya itu kelaur dari kamar mandi.Setelah beberapa menit Kirana keluar dan melihat Arkana menatapnya.


"ada apa? kenapa menatap ku seperti itu?"Tanya Kirana


"tidak ada, hanya ingin saja" jawabnya lalu mengambil handuknya lalu ke kamar mandi sedangkan Kirana sibuk dengan mempersiapkan diri untuk kekampus setelah selesai dia pun turun keara bawah lalu ikut sarapa dengan mertuanya dan membicarakan sesuatu hal.


Di kamar


Arkana Pov


Ini mungkin balasa dari Tuhan untuk ku,mengingat aku sering menyakiti Kirana dan mengabaikanya bahkan saat ini pun dia mengabaikanku padahal ini hari ulang tahun ku.Masa kah dia tak mengingatnya? sudah lah lagi pula dia Amesia jadi mungkin itu penyebabnya.


Arkana pov end


Arkana turun dari kamarnya, dan berjalan terus melewati meja makan tak sedikit pun menatap ke arah Kirana atau pun kedua orang tuanya.


"eh, mau kemana? sini sarapan dulu" Ucap sang Ibu


"nanti di kantor saja," jawabnya singkat


"kalau begitu, tunggu Kirana selesai makan,hantar dia juga kekampus nya sekalian" ucap Sang Ayah


"tidak usa Ayah, Aku bisa pergi sendiri" sela Kirana


"itu, Ayah lihat. Dia sekarang bisa jalan sendiri lagi pula dia sudah bukan gadis SMA kan?" ucapnya lalu pergi


"dasar Arkana" Kata Ibunya


Arkana naik kemobil lalu pergi, dia melihat Kirana dengan cepat pergi menuju gerbang


Matanya membelalak saat melihat dengan siapa dia pergi. Bima iya saat ini Kirana memilih pergi kekampus di Hantar oleh Bima dari pada Arkana, Mata Arkana menatapnya dengan lekat rahang nya mengeras.Setelah Kirana pergi Arkana mengas mobil nya lalu pergi dengan kecepatan Tinggi membelah sudut kota itu.Untung saja jalan masih sepi sehingga tak cukup berbahaya.


"Apa ini balasanmu padaku Kirana? bahkan kau tak berbicara jika akan pergi denga Bima kepadaku? Arrregggggttt,,,,,,Kirana kenapa?bahkan Hari ini hari yang sangat ku harapkan kau yang mengucapkan nya pertama padaku, ternyata tidak, Ayah Ibu juga tidak mengucapkanya sama sekali" Arkana terus melajukan kendaraanya sehingga di rem nya mendadak Saat melihat Bima mengelus pucuk kepalanya. Arkana tak bisa menahanya saat iya ingin turun Bima dan Kirana keburu menghilang.


"ahhhh Shitt,,, kemana mereka? cepat sekali menghilang nya"Batin Arkana


Lalu dia masuk ke mobil dan pergi dari saja


Kirana keluar dari tempat persembunyianya bersama Bima Dari tadi Kirana menyadari Arkana mengikutinya dari tadi.


 


Kirana Bima dan ketiga sahabatnya pergi makan di kantin kampus.


 


"Kak Bima, kerja dimana sekarang?" Tanya Arina


"nerusin perusahan textil milik papa" Jawabnya singkat


"wow, jadi pengusaha muda dong hebat iii"puji Arini


"tidak juga, Itu punya Papa juga kan bukan usaha ku" Jawab Bima


Pria Tua itu datang menghampiri mereka, rahangnya yang tegas dengan hidung mancungnya membuat Aura ketampanany tak lekang oleh waktu dan seperti tak terlihat seperti Seseorang yang telah mempunyai kedua putri cantik yang sudah menginjak dewasa.


"Ehm, Kirana bisakan Papa berbicara dengan mu Nak" Tanya Pria itu Membuat Kirana menahan Amaranya dan mengeraskan rahangnya


Seakan mengerti Bima dan yang lainya pergi meninggalkan mereka berdua.


"apa yang ingin Anda bicarakan?"Tanya nya ketus


"Kiran, tolong maafkan Papa.Papa tau papa salah tolong berikan Papa kesempatan sekali saja Nak" Pinta Sang Papa

__ADS_1


"hem, enak sekali Anda berbicara seperti itu, setelah semua yang anda lakukan kepada Aku Ayah dan juga Ibu ku, kemana sikap ego mu sekarang? bukankah ingin menghabisiku? tinggal apa lagi?"Ucap Kirana


"Kirana, apa yang kamu katakan? itu dapat menyakiti Papa, Dia juga tidak tau semuanya ini jebakan semuanya Mama, Papa dan keluarga pak Wijaya juga Om Wiliam di jebak oleh Natasya dan Ibu nya" Jelas Karina


"hem, sekarang pun Kamu membela nya? tak heran karena kamu selalu bersamanya jadi wajar bisa membelah dia" Ucap Kirana Lagi


"Aku punya semua buktinya dan juga aku punya Orang yang sebagai saksi" Ucap Karina dengan tekanan


"Ayo Pah Kita pulang" sambung Karina


"Karena kamu Aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu" Batin Kirana


Ponsel Kirana berbunyi


Drit....Drit...Drit


"hallo, iya maaf ya kak udah nunggu lama, aku akan kesana" ucap Kirana dengan orang di seberang sana. Lalu pergi meninggalkan kantin


Kirana sampai di Rumah dengan tepat waktu.Semua hiasan pernak pernik telah memenuhi Rumah Arkana itu terlihat tulisan mengucapkan selamat ulang tahun disana


Kirana berlari dengan cepat menuju ruang tamu disana susah hadir Keluarga besae Arkana, sahabat Arkana dan juga Kirana


"Bun, Maaf Kirana telat" ucap Kirana dengan nafas s terengah engah.


"ngak apa sayang ini juga belum mulai kan, Arkana juga belum pulang.Dari tadi ponselnya tak bisa di hubungi" Jelas Ibu Arkana


"Biar ku hubungi kantornya"Ucap Kirana


Kirana menghubungi Kantor Arkana dan di jawab oleh Karyawanya.


"tolong sambungkan ke ruangan Pak Arkana" Pinta Kirana


"baik Bu" jawabnya


"Sayang, kamu dimana?" tanya Kirana


"Ka, pulanglah Kirana sendang tidak enak badan" Ucap Sang Ibu


Mendengar itu Arkana langsung bangkit dari tempat duduk nya dan berlari keluar.


Mendengar itu semuanya bersiap siap dirumah dan mematikan semua lampu yang ada di sana mendengar suara mobil itu mereka bersiap siap saat Arkana membuka pintu rumah itu.


"Kirana!!! kamu dimana? Kirana!!!" Panggil Arkana saat ingin berjalan kakinya tersangkut sesuatu.Saat itu pun lampu semua menyala di lihatnya hiasan dan juga pernak pernik di sekeliling rumah itu matanya tertuju pada Ucapan selamat ulang tahun.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur sehat selalu dan di mudahkan seegala urusanya" Ucap Kirana


"Kamu, Kamu udah ingat? gak amesia lagi?" tanya Arkana kawatir


"Sejak kapan aku Amesia?" tanya Kirana


"Kejutannnn" Datang lag Bima dan yang lain


"Maaf Ka untuk yang tadi siang, ngak bermaksud kok......"Ucapan Bima di potong Arkana


"Thanks Bro" ucap nya lalu memeluk Bima


"sama sama Bro" Jawab Bima


"Ini semua Ideh istri mu Nak, dia yang merencanakan semuanya dari jauh jauh hari" Ucap Ibu Arkana


Arkana berjalan menuju Kirana lalu mencubit kecil hidungnya.


"Istri bandel ya, habis ini aku akan hukum kamu" Bisi Arkana pada Kirana


***


Setelah pesta ulang tahun nya selesai Kirana dan Arkana kembali kekamar mereka.Teman teman Arkana dan Kirana pun juga telah pulang.

__ADS_1


Kirana masuk kekamar terlebih dahulu disusul Arkana lalu menutup pintu lalu menguncinya Kirana berbalik dan menatap sang suami.


"apa?" Tanya Kirana saat melihat mata Arkana penuh nafsu


"berikan kado ulang tahun untuk ku sayang"


"yak!! mandi lah dulu"


"tidak, aku sudah tak tahan"


Arkana berjalan menuju keara Kirana, melihat itu Kirana memundurkan langkanya hingga saat ini punggungnya tertahan oleh dinding kamar, Berniat untuk lari Arkana dengan cepat mengunci tubuh mungil Kirana sehingga saat ini jarak mereka sangat dekat.


Arkana mengangkat tanganya dan menyentuh leher Kirana membuat Bulu halus di tubuhnya terasa berdiri semua, benda lembut itu di daratkan di bibir Kirana dengan perlahan dia melumatnya dengan lembut semakin dalam semakin intim, tanganya merai kedua gunung kembar Kirana dan meremasnya dengan pelan sehingga desahan itu lolos dari mulut Kirana membuat Arkana semankin pana


"Ahhhhss" desah Kirana


Tak hanya itu, Arkana mulai mencium Kirana dari bibir turun ke leher lalu ke dada dan mendapati kedua gundukan kembar itu lalu megigit nya dengan pelan membuat Kirana meracau tak tahan.Entah dari kapan Arkana melucuti pakayan Kirana saat ini Kirana tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya


Melihat tubuh wanitanya itu Arkana melepaskan pakayanya seluruhnya.


Setelah itu iya meminta izin dari kirana untuk melakukannya.Setelah mendapatkan izin dari Kirana Arkana mengangkat Paha Kirana lalu membukanya.Perlahan di Arahkanya juniornya itu ke bagian intim Kirana.


Mengingat mereka baru melakukanya tiga kali


** *** Kirana masih sangat sempit sehingga Sesekali Kirana meringis menahan sakit di bawah sana membuat Arkana tak tahan melihatnya.Nafas Kirana memburu saat Arkana mengesek gesskan juniornya ke bagian intim Kirana.


"asssshhh Arkana cepat masuka, aku sudah tak tahan" racau Kirana membuat Arkana semakin tak tahan


"tahan lah sebentar, ini mungkin akan sakit tapi sstelahnya akan nikamat"bisik Arkana di tslinga Kirana


Arkana melakukanya denga perlahan dan sekali hentakan


Jlepp....


Seluru Junior Arkana masuk dan memenuhi Kirana. Tangan Kirana menarik spre kamar itu menahan sakit sekaligus nikamat yang tak tertahankan.Melihat itu Arkana mendiamkan nya sebenta sampai Kirana merasa baikan.


"Lakukan lah, aku sudah baikan" pinta Kirana


Arkana mengoyangkan juniornya perlahan membuat Kirana meracau kenikmatan.


"ahhahhaahh, Sayang" Kirana


"tahan lah,"


"arkaaaaa ahhh, ak ak aku mau keluar" setelah itu Kirana melakuakn pelepasan sedangkan Arkana belum. Di rasakan Arkana juniornya seperti di jepit. Arkana mengoyangkan juniornya didalam kirana dengan cepat membuat suara desahan mereka bergema di ruangan kedap suara itu


Sekali hentakan Arkana mengekuarkan semua cairanya didalam Kirana.Dirasakan nya sangat Hangat disana.Setelah itu ambruk di atas Kirana dan terlelap tanpa melepaskan tautan mereka sampai pagi.


Kirana terbangun dan menatap Arkana sejenak lalau mencium nya.


"jangan bergerak, atau nanti akan bangun siapa yang akan menidurkanya" ucap Arkana masih menutup mata.


"Yak!!! Arkana..."mata Kirana membelalak saat sesuatu di bawah sana terasa menegang di dalam


"Arkana!!!!!"


Dengan cepat Kirana mencabut nya dan pergi ke kamar mandi dengan tanpa busana. Membuat Arkana meringis


"sayang buka pintunya, kamu harus tuntaskan ini, kalau tidak akan sakit"ucap Arkana lalu Kirana keluar dari kamar mandi


"tuntas kan saja sendiri, dasa mesum" pekik Kirana


Terpaksa Arkana menuntaskanya sendiri di dalam kamar mandi.


🙏🙏🙏maaf kalau ngak seru ya


Selamat membaca😊😊

__ADS_1


Semoga suka


__ADS_2