Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Rahasia terungkap


__ADS_3

 


Pertu Kirana sudah sangat besar, Dua bulan lagi Dia akan melahirkan buah cintanya dengan Arkana entah itu Perempuan atau pun Laki laki Mereka tak mempermasalahkannya.


 


Arkana sibuk memakai kan dasi nya sementara Kirana masih berbaring di kasur berat badanya saat ini sedikit menurun.


"Mas, kenapa gak bangunin Aku"Ucap Kirana berusaha bangun dari tidurnya


Arkana berjalan kearah nya dan menahan pundak sang Istri


"Kamu istrahat saja, ini pekerjaan mudah kok Aku bisa melakukanya hem"Ucap Arkana lembut


"Tapi Mas,---"


"Udah, Kalian istrahat yang banyak biar gak kecapean Mas gak mau terjadi apa apa sama kalian bertiga. Mas mau berangkat kerja dulu kalau mau makan itu dimeja Mas dah siapin ya,Mas berangkat dulu Love you" Ucap Arkana lalu pergi


"Mas, andai saja Mas tau yang sebenarnya"Lirih Kirana


Kirana melakuan kegiatan kecil didalam kamarnya agar kakinya tidak kaku dan tidak bengkak.


Tiba tiba badanya tersungkur kelantai, rasa sakit yang hebat Dia rasakan perlahan Kirana memutar posisinya hingga terduduk dilantai perutnya terasa sangat keram saat ini sakitnya tidak ingin berhenti malah menjadi jadi sakitnya, Kirana mencoba berteriak denga suara yang lemah agar siapapun yang ada di luar sana mendenganrkanya.


"Siapa diluar sana,tolong Aku---"Lirih Kirana


Tangannya teruas memegangi perutnya yang semakin sakit itu.


"Perut Ku, kenapa sakit sekali? awhh siapa diluar sana? tolong Aku--"Lirinya semakin tak tahan.


Ira sedang berjalan di tangga menuju kamar Kirana berniat menghantarkan Jus Wortel untuk Kirana langkanya terhenti saat mendengar tangisan yang pecah dari dalam Kamar. Ira segera berlari dan membuka pintuh kamar.


"Ya Tuhan Ny, Apa yang terjadi? kenapa banyaj darah disini?Tanya Ira


"Ira, tolong Aku bawah aku kerumah sakit Ira, tolong selamatkan Anak Anak ku Ir--"Lirih Kirana lalu tak sadarkan diri


Ira memanggil supir lalu membawah Kirana kerumah sakit, Darah tak berhenti mengalir membuat Ira kawatir.


Rumah Sakit


Ira dan sopir nya memanggik dokter agar cepat menanganinya.Dokter Baim, Dokter kandungan Kirana melihat itu lalu membawanya ke ruangan.


"Tolong Telfon kekuarganya--" Pintah Dokter


Ira menelfon Orang Tua Arkana lalu kedua orang Tua Kirana dan terakir Arkana.


Via telfon


"Tuan, Nyonya ada di rumah sakit, Tuan segeralah datang--"


Mendengar ucapan itu Arkana langsung mematikan ponselnya lalu pergi.


Rani melihat Arkana pergi dengan buru buru Dia pun menyusul Arkana dan masuk ke mobil bersamanya.


Bahkan saat seperti ini pun Rani masih sibuk mencari muka dan perhatian Arkana.


"Aku ikut dengan mu--"Ucapnya


"Turunlah, Aku ada urusan penting"Pinta Arkana


"Tidak Akan. Aku mau--"Rani


"Terserah mu, Istriku sedang membutuhkan ku" Ucap Arkana tegas.


Arkana membelah jalan Ibu kota dengan cepat, untungnya hari ini jalanan sangat sunyi sehingga Arkana bisa cepat sampai di rumah sakit.Sampai di rumah sakit Arkana memarkirkan mobilnya lalu berlari mencari ruangan Kirana berada.

__ADS_1


"Tungguin napa sih--"Gerutu Rani


Setelah berlarian Arkana sampai di ruangan tempat Kirana dirawat, keluarga nya berkumpul disana, raut wajah kawatir terlihat jelas disana saat Arkana sampai Dia berdiri di depan pintuh dan melihat Kirana.


"Sayang, apa yang terjadi? baru tadi pagi Kau tersenyum--" Lirih Arkana


"Sabar Anak ku, Menantuku dan cucu ku akan baik baik saja, berdoalah semoga mereka baik baik saja"Ucap Tuan Wijaya menenangkan Arkana


Dari kejauhan Gadia itu berjalan dengan sedikit meringis karena kakinya sakit


"Tante, apa yang terjadi pada Kak Kirana? apa dia baik baik saja?" Tanya Rani pada Ibu Arkana


Mata Rania, Ibu Kirana menatap Rani tajam.


"Wanita munafik, apa yang kau lakukan disini hah? apa kau datang ingin balas dendam? tak akan ku biarkan" Ucap Mama Kirana padanya penuh tekanan


"Apa maksud tante? Rani tidak mengerti?" Jawab Rani


"Pura pura tidak tau? atau niat menipu kamu jalang" Ucap Mama Kirana


"Diaaaaammmmm, Apa apaan ini? ini rumah sakit dan didalam Kirana lagi berjuang kenapa kalian disini malah berantem? tolong jangan bikin keributan disini" Bentak Arkana


Mendengar Itu Rania dan Rani terdiam.


"Sialan, wanita tua ini ternyata masih hidup


Kenapa Kaka tidak pernah memberitau ku"Batin Rani


Dokter keluar dari Kamar Kirana dan memanggil Arkana untuk Ikut ke ruangannya.


Arkana ikut bersama Dokter yang lain pergi melihat keadaan Kirana.


"Sayang, apa yang terjadi padamu? apa yang salkit Nak?" Tanya Rania Ibu Kirana


"Dia pergi berbicara dengan dokter Nak, Kamu tenang saja" Ucap Dania Ibu Arkana


"Ketemu Dokter? Antar Aku kesana, Mah antar Aku Mah, tolong" Pinta Kirana


"Tidak perlu--"


Suara itu muncul dari Pintuh, Tubuh kekar itu muncul dari balik pintuh dengan tangan di kepal dan rahang di kancing. Kirana melihatnya sangat ketakutan sambil menahan sakitnya Kirana mencoba untuk bangun.


"Mas, Apa yang dokter katakan itu tidak benar, tolong jangan percaya Mas, Anak kita dan Aku akan baik baik sa---"


"Kirana,!!! cukup, jangan membuat Aku akan marah semarah marahnya padamu, apa yang Kamu lakukan hah? kenapa Kamu menyembunyikan semuanya dari ku? Kamu anggap Aku ini siapa? Apa aku ini bukan suami mu hah? Kamu anggap Aku apa Kirana???"Bentak Arkana


Amarah Arkana tak bisa di kendalikan Kirana yang melihatnya hanya terdiam dan membeku, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.


"Arkana!!! hentikan. Apa apan Kamu? kenapa membentak Anak saya seperti itu? Kamu suami macam apa? berani sekali Kamu membentak Anak saya di depan saya?" Ucap Wibowo


Plakkkk


Tamparan itu mendarat di pipi Arkana


"Apa ini yang Ayah ajarkan padamu hah? apa Ayah mu inj mengajarkan untuk membentak istri mu hah? Anak kurang aja, Aku akan melenyapakan mu sejarang juga" Ucap Wijaya dengan emosi.


"Kalian tanya padanya apa yang dia sembunyikan dari Ku dan dari Kalian, Ayo bicara Kirana Bicara lah, kenapa kamu diam? apa kamu takut? biar Aku yang mengatakanya"Ucap Arkana


"Mas, Aku mohon henti---"


"Diam, asal Papa dan Ayah Tau, Kirana menyembunyikan penyakit yang sangat berbahaya, Dia menyembunyikan kalau dia punya tumor di dalan perutnya dan saat ini tumornya tumbuh dan berkembang bersamaan dengan bayi bayi kami Pah, Yah"Jelas Arkana


Semua nya terkaget mendengar itu, Kirana yang sedari tadi terdiam hanya bisa meneteskan air mata menahan sakit di hati dan sakit di perutnya itu.


"Bukan hanya Kirana, aku juga mengetahuinya Aku ingin mengatakan semuanya pada kalian tapi Kirana melarang ku untuk memberi tau kalian, Dia tidak mau kebahagiaan kalian atas kehadiran cucu pertama ini rusak karena sakit nya ini"lirih Rania

__ADS_1


"Bahkan Mama tau tapi tak memberitau ku?


Aku kecewa" Ucap Arkana lalu pergi dari sana disusul oleh Rani


Rania menjelaskan semuanya pada keluarga Arkana dan juga Ayah Kirana, Dia memcoba membuat mereka memahami situasi nya saat itu. Kirana pun mulai merasakan kesakitan dan berteriak.


"Mah!!! Sakit Mah, perut Kirana sakit Mah---"Lirih Kirana


"Dokter, Dokter,Dokter rolong anak saya Dok"panggil Dania


Dokter masuk dan memeriksa keadaan Kirana.


"Maaf Bu, Apa keputusanya sudah di ambil? pasien harus segera di oprasi dan bayinya harus di keluarkan secepatnya, jika tidak maka akan fatal akibatnya. Tumor didalam perut Ibu Kirana sudah sangat besar dan itu berbahaya Kami harus melakukan oprasi dan salah satu dari mereka harus di korbankan" Tanya Dokter


"Dok, tolong selamatkan mereka, jangan katakan apapun Dok tolong selamatkan mereka"Ayah Arkana


"Pak, Saya butuh persetujuan Suami pasien, karena resikonya sangat tinggi. Kami tidak bisa mengambil resiko sebesar ini"ucap Dokter.


Ayah Arkana menelfon Arkana beberapa kali namun tak di dengarkan.Di lain tempat Arkana sedang meneguk Alkohol dengan lahap, entah berapa kelas yang sudah dia habiskan.


"Arkana hentikan, Kamu akan mabuk nanti"Ucap Rani dengan sinis


"Biarkan saja,Kirana tak menganggap ku sama sekali jadi untuk apa Aku hidup, biarkan aku mati saja" Ucap Arkana dalam mabuknya


"Heh, Aku tidak bisa lihat kamu kek gini, Aku mencintai Kamu tolong jangan seperti ini" Ucap Rani


"Maaf Ran, Akuencintai istriku jadi simpan saja perasaan mu itu untuk orang lain" Jawab Arkana


"Dasar sial"Batin Rani


Suara deritan ponsel Arkana, Rani mengambil nya dan mengangkatnya


"Halo Paman, Maaf paman Arkana sedang mabuk berat, jadi aku yang angkat ada apa paman?"Tanya Rani pura pura


"Apa?"Kaget Wijaya lalu mematikan Ponselnya


"Dok, Lakuakn oprasinya Kami akan baik baik saja, tolong selamatkan kedua anak ku Dok Aku Mohon"Lirih Kirana


"Tapi Nak---"


"Pah, Aku sudah menikmati hidup di bumi ini, Aku sudah melihat dan merasakan keindahan Bumi ini jadi untuk apa aku lihat lagi? Anak anak ku bahkan belum hadir di dunia ini, tolong Ayah,Papa, Mama,Bunda izinkan oprasinya Aku akan baik baik saja nanti. Anak anak ku belum merasakan bagaimana kehidupan yang sesunggunya,sedangkan aku? Aku sudah merasakan semuanya jadi untuk apa lagi Aku Hidup?" ucap Kirana


"Tidak, Bunda tidak akan izin kan Bun--"Dania


"Bun, Percaya lah semua akan baik baik saja ok, percaya pada ku, doakan aku ya" Ucap Kirana lalu tidur.


"Baiklah, Kita akan melakukan Oprasinya besok, untuk malam Ini kamu harus istrahat untuk meringankan rasa sakit mu aku akan suntikan beberapa obat peredah rasa sakit" Ucap Dokter.


Semua pun beristrahat pada malam itu,terkecuali Kirana air matanya menetes dengan deras mengingat kejadian siang tadi.


"Mas,harusnya Kamu disini menguatkan Aku, menjaga dan memberikan kasih sayang dan pengertian padaku tapi nyatanya tidak, Kau pergi entah kemana, Aku butuh Kamu Mas, Aku butuh semangat Mu Mas Kamu diamana? Besok hari terakir Aku berada di dunia ini Masih kah kau marah padaKu? Mas bagaimana Aku bisa semangat saat Penyemangat ku pergi dari ku? Bagaimana Aku bisa melewati semuanya sendirian seperti ini? Aku tau aku salah tapi tolong kembali lah sebelum Aku pergi untuk selamanya Mas, I Need You" Lirih Kirana sambil terisak.


***Maaf ya semuanya buat kalian nunggu, sengaja aku panjangin captnya biar kalian yang rindu bisa bacainya lama.


Makasih ya yang sudah menunggu🙏🙏🙏


Semoga kalian tetap setia menunggu dan membaca Novel gaje ku ini


TERIMAH KASIH BANYAK


AKU SAYANG KALIAN


SARANGHAEO😄


borahae💜💜💜💜***

__ADS_1


__ADS_2