Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 95


__ADS_3

Hampir tiga puluh menit Cakra dan beberapa polisi menunggu di sana. Namun, tak ada tanda-tanda seseorang membuka pintu dari dalam.


"Bagaimana, tuan?" Tanya alex.


"Kita menunggu saja sampai ia membukakan pintu," ujar Cakra.


Tak lama pintu terbuka tampaklah Candra Berdiri di depan pintu dengan hanya menggunakan celana pendek dengan tampilan bertelanjang dada.


Saat pintu terbuka, Cakra tersenyum mengejek, kemudian menatap tajam ke arah Candra yang Berdiri di depan pintu. Cakra lalu memberikan sebuah surat. 


"Apa ini?" Tanya Candra. Ia meraih kertas itu kemudian membaca isinya. Seketika ia membulatkan matanya kemudian menatap ke arah Cakra." Apa-apaan ini?" Seru Candra.


"Itu surat penangkapan mu, karena kau berani bermain curang dengan ku. Tangkap dia pak!" Ujar Cakra pada seorang polisi.


Polisi itu lalu maju dan memborgol tangan Candra, ia memberontak.


"Lepaskan aku, lepas! saya bisa menjelaskan semuanya pak, ini hanya kesalahan fahaman" Ujar Candra.


"Nanti saja anda jelaskan di kantor polisi."balas Seorang polisi lalu membawa Candra keluar dari apartemen.


Setelah Candra pergi, dari dalam apartemen tampak juga Alea berjalan keluar kamar dengan di bawa oleh seorang polisi wanita. Tepat di depan Cakra, Mereka berhenti.


Cakra mengapit rahang Alea dengan menggunakan telunjuk dan ibu jarinya.


"Sudah ku katakan, kau jangan pernah bermain-main dengan ku." Pungkas Cakra lalu menghempaskan wajah Alea kesamping.


"Bawa dia! Hukum wanita ini seberat-beratnya." Ujar Cakra.


Polisi wanita itu mengangguk dan kembali membawa Alea keluar dari apartemennya.


***


Corak senja keemasan sudah mulai terlihat dari arah barat. Cakra keluar dari dalam mobilnya dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajah tampannya.


"Bi, Naureen mana?" Tanya Cakra pada bi imah yang sedang menyiapkan makan malam di atas meja.


"Nyonya sepertinya di kamar baby Devano den." Jawab bi imah.


Cakra mengangguk.


"Mau saya panggilan den?"


"Tidak usah, lanjutkan saja pekerjaanmu, aku akan membersih tubuh ku terlebih dahulu, setelah itu aku akan menyusulnya kesana." Pungkas Cakra.


Bi imah menunduk." baik den." Ucapnya sambil melihat Cakra menaiki tangga Menuju ke kamarnya. Setelah Cakra pergi, bi Imah lalu kembali masuk ke dapur untuk menyiapkan makanan.

__ADS_1


Sejam Cakra berkutat di kamar mandi, ia keluar dengan tampilan rambut basah dengan handuk yang melilit di tubuhnya, ia kemudian masuk kedalam walk in closet untuk memakai pakaiannya lalu keluar dari dalam kamar. 


Cakra berjalan menuju kamar bayi, tepat saat ia sampai di depan kamar baby Devano, perlahan Cakra memutar kenop pintu agar tak menimbulkan suara, saat pintu sudah terbuka, ia tersenyum kala melihat Noureen tertidur di kasur bersama baby Devano satelah memberi baby Devano ASI.


Cakra berjalan masuk ke dalam kamar, ia mengendap-endap menuju ke ranjang. setelah ia sampai di sisi ranjang, dengan perlahan ia mendudukkan tubuhnya lalu membelai rambut Noureen.


"Maafkan, Mas, Sayang. Kamu pasti lelah mengurusi putra kita." Lirih Cakra saat membelai rambut Noureen.


Merasa ada seseorang yang membelai rambutnya, perlahan Noureen mengerjab, membuka matanya kemudian menoleh ke atas, tampak wajah Cakra yang tersenyum padanya.


Naureen bangkit." Mas sudah pulang, maaf, aku ketiduran."


"Iya, tidak apa-apa sayang, mas juga baru saja nyampe." Jawab Cakra. 


Setelah mengucapkan itu, Cakra lalu menarik tubuh Noureen, untuk bersandar ke dadanya kemudian memeluk tubuh Noureen. Sesekali Cakra mengecup pucuk kepala istrinya.


"Sayang."panggil cakra


"Hmmm." Jawab Noureen


"Bagaimana kalau kita liburan." Ajak Cakra


" Kemana?"balas Noureen


"Bukankah kita belum pernah honeymoon selama kita menikah. Bagaimana kalau kita honeymoon" Ujar Cakra.


Noureen melepaskan pelukannya kemudian menegadakan kepalanya ke atas, menatap Cakra.


"Bukankah di perusahaan sedang ada masalah? Lantas kenapa kau mengajakku liburan. Kau tidak menjual saham perusahaankan?" Seru Noureen.


Bukannya menjawab, Cakra malah terkikik mendengarkan ucapan Noureen. Ia kembali menarik tubuh Noureen dan langsung menyandarkan tubuh Noureen ke dadanya.


" Kau tenang saja, semuanya sudah baik-baik saja." Pungkas Cakra.


"Benar kah itu?"tanya Noureen.


Seketika Cakra mengangguk." Iya, semuanya sudah aku atasi. dan sudah diurus oleh Alex dan juga pengacaraku."


"Tapi….."ucap Noureen, ia menjeda ucapannya."Bagaimana dengan Devano.


Cakra tersenyum, lalu membelai rambut Noureen." Minggu depan ayah dan mama kembali dari Jerman. Biar mereka yang mengurus putra kita." Balas Cakra.


Noureen mengangguk mengiyakan ucapan suami.


"Aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu selama seminggu."ucap Cakra kemudian mengecup pucuk kepala Noureen berkali-kali.

__ADS_1


"Sayang, mumpung Devano lagi tidur. Bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya Cakra.


"Meminta apa, mas?"balas Noureen.


"Sudah lama sekali aku berpuasa, bolehkan kita melakukannya? Sebelum Devano bangun." Titah Cakra.


Noureen mendongak, ia tersenyum kemudian mengangguk, dengan cepat Cakra mengangkat Noureen ala bridal style dan menidurkannya di sofa. Kemudian melepas satu persatu kain yang menutupi benda kesukaan Cakra


Perlahan Cakra membelai tubuh Naureen, memberi kecupan singkat di setiap inci tubuh Noureen, mengapsen setiap inci tubuh Noureen. Erangan-erangan kecil terdenger lolos dari Mulut Noureen ketika Cakra mulai ******* dua benda sintal yang menjadi favoritnya itu.


"Ak, sayang." Ucap Noureen ketika Cakra mengigit bagian benda kenyal itu.


Hembusan nafas keduanya terdengar memburu di kala senja mulai menghilang dengan Angin malam yang ikut tertiup dan menerobos sela jendela. Tak peduli dengan tirai yang terus bergoyang seirama dengan hentakan demi hentakan yang di lakukan Cakra.


Noureen mengerang beberapa kali, tapi dengan cepat Cakra ******* bibir itu kala akan mengeluarkan suara yang dapat membuat Devano terjaga dari tidurnya.


"Mas." Panggil Noureen dengan nada sensualnya. 


"Hemmm." Jawab Cakra dengan masih melakukan gerakan tarik ulurnya.


"Lebih kencang, mas." Bisik Noureen.


Cakra tersenyum, kemudian ******* bibir yang tadi membisikkan sesuatu di telinganya.


Mendengar permintaan Noureen. Cakra mempercepat gerakannya. Bulir bening dari tubuh keduanya menyatu menjadi satu dengan hentakan yang lama semakin lama bertambah kenikmatannya.


"Mas….." bisik Noureen saat Noureen akan mencapai puncaknya. Ia mengalungkan Kedua tangannya di leher Cakra agar Cakra mempercepat gerakannya tak lama Noureen menyemburkan sebuah cairan bening di ikuti Cakra yang juga menyembuhkan cairan Hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama.


"Terimakasih, sayang." Ucap Cakra.


Noureen mengangguk, ia sudah tidak sanggup berucap, tubuhnya benar-benar sangat lemah. Entah berapa ronde yang Cakra selesaikan.


Setelah melepaskan penyatuan keduanya, terdenger suara bi Ima mengetuk dari luar.


"Non, den. Makanannya sudah siap."ujar bi Ima.


"Baik, bi. Sebentar lagi kami keluar." Ujar Cakra yang mulai bangkit dari tubuh Noureen kemudian memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


.


.


.


author mengucapkan mohon maaf lahir dan batin yah.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2