
Hari ini hari pertama Kirana masuk kelas,setelah melewati banyak masalah pas Ospek Kirana berangkat bersana Arkana sebelum berangkat mereka sarapan pagi
Karena Kirana telah menyiapkan nya sedari tadi.
"cepat bereskan gue tunggu di mobil"pinta Arkana
"kenapa ngak naik motor saja?"tanya Kirana yang langsung mendapatkan tatapan Arkana yang tajam
Kirana mencuci piring dan Arkana menuju garasi dan menunggu kirana didalam sana.
Arkana terus memikirkan kejadian mengerikan di masa lalunya yang membuatnya sangat benci mengendarai motor.
Arkana menunggu Kirana sangat lamah sesekali klakson mobilnya di bunyikan agar Kirana cepat keluar.
Yang di tunggu pun keluar dan masuk ke mobil.
"lama banget si lu,udah telat ni gue"ketus Arkana
"belum juga telat"jawab Kirana
**lima belas menit kemudian**
Arkana memarkirkan mobilnya di parkiran kampus lalu turun.
Kirana masih menunggu didalam Arkana mengetuk kaca mobil nya
***Tok tok tok*** \(anggap aja itu ketokanya\)
"lo mau nunggu disini?"
kirana mengelengkan kepalanya
"terus kenapa ngak turun?"
Kirana terdiam.
"baju ku basah,terus tembus pandang,ni lihat"Kirana memperkihatkan nya pada Arkan
"astaga,,,lu bego apa gimana?kok bisa make baju basa?"
"yak!! ini juga karena kamu buru-buru jadi aku ketumpahan air cuci piring jadi basah semua mana sempat ganti baju"gerutu Kirana.
Arkana masuk lagi ke mobil dan membuka bajunya yang dia pakai lalu memberikanya pada Kirana.
"nih pake"
"nanti kamu pake apa?"
__ADS_1
"gue ada switer di belakang"
Kirana mengangkat bajunya berniat ingin membukanya.
"eh mau apa lo?"
"ganti baju"
"gak ada,sana di kamar mandi lu mau gue horni pagi-pagi gini gegara lihat lu?"
"hehehee maaf" kirana pun pergi dan menganti baju yang sangat kebesaran itu di tubuh mungilnya.
Arkana memakai baju gantinya lalu menuju kelas. Arkana bisa saja memberikan baju yang baru pada Kirana hanya saja dia lebih suka memberikan yang dia miliki pada gadisnya itu agar lebih dekat denganya
hanya itu saja.Apa lagi di sana tertulis dengan besar nama seorang ARKANA WIJAYA membuatnya tersenyum puas pasalnya dia akan merasa dirinya tak perluh bersaing karena gadis itu sudah menjadi miliknya.
Kirana berjalan di depan kelas dengan.Sampai lah dia di depan kelas nya
Lalu masuk kedalam mendapati sahabat nya tengah menatap nya dengan penuh tanya
Arini mengkode ke samping dada Kirana kenapa ada nama Arkana wijaya disana.
Kirana duduk di samping Tasya
"lo ada hubungan apa sama Senior kita?"tanya Tasya
Tak ada jawaban dari Kirana,Dosen jam pertama pun masuk dan menjelaskan pelajarannya. Dua puluh menit berlalu pelajaran selesai
Mereka berempat menuju kekanting,saat ini kampung tengah mereka sedang meminta diisi makanan.Mereka melihat-lihat tempat yang kosong dipojokan masih ada.
Ke empat pria idaman kampus itu ternyata sudah dari tadi duduk disana.Pandangan Kirana bertemu dangan Arkana Kirana tersenyum ke arah Arkana namun tak ada balasan
"dasar judes"batin Kirana.
"Ki,duduk dulu baru di tatap ngak hilang kok nanti di Pangeran"goda Arini
"apa sih Rin"balas Kirana sembari duduk
Di meja sebelah Bima,Dito,Arya juga Arkana tengah berbicara sesuatu yang penting
"Ka,cepat juga ya lo move on"ledek Bima
"maksud lo apa?"tanya Arkana
"lo bisa secepat ini move on dari Karina,yang bahkan sempat bikin loh hampir mati ketabrak karena frustasi"Sambung Bima
"bisa ngak lo bahas yang lain" pinta Arkana
__ADS_1
Diam-diam Kirana menyimak pembicaraan mereka
"gue mau tanya,yang di rumah loh kan mahasiswa baru itu kan? kok bisa dia di rumah lo"tanya Dito penasaran
"Bukan siapa-siapa"jawab Arkana singkat
"bukan siapa-siapa? tapi kok tinggal di rumah lo?apa jangan-jangan lo udah nikah sama dia?"tanya Arya
"gak. Gue cuma jagain dia,gue sudah janji sama Alm.Bokap nya buat jagain dia"jelas Arkana
Arini dan yang lain mengajak kirana pergi namun kirana tidak ingin,Dia mau tahu semua yang ada di hati Arkana. Temanya pun pergi dari tempat duduk mereka menuju kelas dan hari ini adalah kelas terakir mereka.
"Gue mau jelasin sesuatu ke kalian"Arkana
"lo tanya gue udah nikah sama dia? iya gue nikah sama dia,tapi gue ngak cinta sama dia gue ngak punya perasaan sama dia dan gue nikah cuma karena Ayah gue yang jodohin gue sama dia.Awalnya gue nolak tapi Ayah ngancam akan blokir semua fasikitas gue kalau ngak nikah sama tu cewek dan lagi gue ngak mau lah hidup miskin ya gue iyain aja"jelas Arkana.
"dan satu lagi,gue berjanji saat Ayahnya meninggal buat jagain dia selamanya ntah lah sampai kapan tapi gue ngak bisa biarin dia sendirian apa lagi dia bukan Anak kandung dari Ayah nya.Dan lu semua tau kan Om Wiliam kan?itu Bokap angkat dia dia menitipkan Kirana ke gue,saat ini gue bingung dan terikat sama janji gue,gue ngak mau jadi orang yang egois dan melanggar janji"sambung Arkana.
Air mata Kirana mengucu deras di pipinya kata kata yang di dengar dari mukut Arkana serasa mencekik leher dan mencabik cabik ulu hatinya.Membuat Kirana tak sangup berdiri dari sana isak tangisnya ditahan sebisa mungkin agar tak di dengar oleh orang orang disana.
Arkana dan yang lainya beranjak dari sana dan menuju kelas.
20 menit berlalu
Mereka pun pulang,Arkana menunggu Kirana di parkiran setelah kejadian di kolam berenang itu Arkana sedikit demi sedikit perhatian pada Kirana,membuat Kirana merasa di perhatikan oleh Arkana dan lama kelamaan menaruh hati pada Arkana. Arkana melirik jam di tanganya tepat pukul 15:00
sudah setengah jam dia menunggu Kirana pun tak balik balik,dia menyusul Kirana dia kelas nya benar saja dia sekarang tengah berada di dalam kelas nya dengan wajanya di benam kan di tangan yang dia letakan diatas meja.
"ya ampun!! gue tunggu lo di parkiran ternyata lo disini"Tegur Arkana
"kamu pulang dulua saja,aku masih ingin disini"Liri Kirana
"lo kenapa?lo nangis?lihat gue siapa yang buat lo nangis?"tanya Arkana
"kamu ngak usa sok peduli, pulang saja sana aku mau disini dulu nanti aku pulang kok" pinta kirana
"di baikin salah,di perhatiin salah bodo la" gerutu Arkana lalu pergi.
Kirana mengangkat kepalanya dan mendapati Arkana sudah pergi.Diapun berdiri dan berjalan keluar kampus.
Cahaya matahari sangat terik hari ini tapi kirana tak memperdulikanya dia tetap berjalan dengan kaki mungilnya menyusuri jalan kota itu.Air matanya terus mengalir perkataan Arkan terus berputar mengintari Kepalanya membuatnya sesekali terisak dan berteriak.
Seketika pandangan nya gelap seketika tubuh mungil itu terjatuh.Namun dia merasakan seseorang menopang nya lalu mengangkatnya dia merasakan nya sebelum sepenuhnya tak sadarkan diri.
gaje ya? ๐ maafin ya semoga kalian suka
Jangan lupa komen dan like ya supaya Autornya semngat
__ADS_1
Oh iya aku belum kasih ya Visual nya Arkana sama Kirana soalnya belum ada yang komen๐ tapi ngak pp kalau dah ada yg komen aku kasih deh๐๐