
Setelah pintu ruangan UGD tertutup, cakra masih berdiri di sana, ia menatap pintu itu. Setelah lama terdiam akhirnya ia berjalan menuju kursi tunggu yang terletak disamping ruang UGD. Ia mendudukkan bongkarnya disana lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Kemudian berucap.
"Ya, tuhan! Semoga tidak terjadi apa-apa dengan istri dan calon bayi kami," ucap Cakra lalu menyandarkan kepalanya ke belakang.
Sekitar sejam Cakra menunggu, dengan rasa was-was menyelimuti perasaannya. Akhirnya pintu terbuka, terlihat seorang Wanita paru baya dengan kacamata yang bertengger di hidungnya keluar dari ruangan UGD. Ia berhenti di depan pintu.
"Keluarga nyonya Noureen," ucap dokter itu.
"Saya suaminya dok,"balas Cakra saat sudah berada di depan dokter yang menangani Noureen.
"Bisa kita bicara sebentar, pak!" Ucap dokter itu. Wajah terlihat tampak serius.
"Bisa, dok! Balas Cakra.
"Mari ikut keruangan saya, ada hal penting yang harus saya sampaikan terkait kondisi janin yang ada di dalam kandungan istri anda,"ucap dokter itu dengan wajah yang sangat serius.
__ADS_1
Deg, seketika Cakra merasa was-was, saat mendengar ucapan dokter yang menangani istrinya.
" Baik, dok," jawab Cakra lalu mengikuti dokter itu Menuju ke ruangannya.
Saat sampai di dalam ruangan dokter spesialis OBGYN Cakra lalu masuk. Setelah itu dokter itu menyuruh Cakra untuk duduk.
" Silahkan duduk, pak," ucap dokter itu. Lalu mengambil buku rekam medis milik November.
Cakra duduk di kursi yang ada di depan dokter. Ia terdiam, saat ini perasaan khawatir, takut ada hal buruk yang akan disampaikan dokter itu padanya.
Dokter itu menhebuskan nafasnya lalu mulai berbicara dengan Cakra.
"Begini, pak…!" dokter itu menjeda ucapannya. " Istri anda saat ini didiagnosa plasenta Previa totalis dengan curiga akreta. Dimana kondisi janin istri anda terjadi kelainan pada letak plasenta. Plasenta istri bapak, dimana posisi plasentanya menutupi jalan lahir dan tumbuhnya terlalu dalam pada dinding rahim, sehingga tidak bisa melahirkan secara normal harus melakukan prosedur operasi Caesar kalaupun melakukan operasi Caesar, itu sangat beresiko karena dapat terjadi pendarahan hebat dan kerusakan pada rahim dan akhirnya rahim istri bapak akan diangkat. Normalnya, plasenta berada di atas, di fundus, bukan di jalan lahir," ucap dokter itu pada Cakra.
Cakra mengusap wajah frustasi. Dan benar saja, apa yang sejak tadi ia khawatirkan tentang Noureen dan kandungannya memang benar terjadi.
__ADS_1
"Jadi apa yang harus saya lakukan untuk istri saya, dok!" Tanya Cakra, masih berusaha tenang.
"Saya menyarankan istri bapak dirujuk kedokteran kandungan spesifikasi akreta untuk di fero, hasilnya nanti kita akan tahu, akreta nya sudah sampai mana," ucap dokter itu masih dengan wajah serius.
Cakra kembali mengusap wajahnya." baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya! ucap Cakra, dengan wajah tegasnya. "apa sekarang saya sudah bisa menjenguk istri saya?" tanya Cakra.
"silahkan, pak." ucap Dokter itu tersenyum pada Cakra.
" trimakasih, dok,"ucap Cakra menyalami dokter itu lalu keluar dari ruangan dokter yang menangani Noureen.
setelah sampai didepan UGD, Cakra kemudian masuk kedalam, mencari dimana brangkar istrinya berada, ia menoleh melihat satu persatu pasien yang ada disana, tepat di sudut ruangan itu terdapat brangkar istrinya. ia kemudian mendekat. lalu mendudukkan tubuhnya tepat di kursi yang ada disampingnya brangkar itu.
ia menatap lekat-lekat wajah Noureen yang terlihat masih memejamkan matanya. kemudian ia berucap
"kamu pasti kuat, sayang! aku akan melakukan yang terbaik untuk mu,"gumam Cakra, menyeka air matanya.
__ADS_1